

Intermediate
Block header merupakan komponen utama dalam arsitektur blockchain yang merangkum seluruh blok secara menyeluruh. Bagian penuh metadata ini memuat informasi penting tentang blok tanpa menyertakan data transaksi secara lengkap. Block header terdiri dari beberapa elemen kunci: waktu ketika blok ditambang (timestamp), tingkat kesulitan penambangan, Merkle root yang secara kriptografi mewakili seluruh transaksi di dalam blok, serta nonce yang digunakan dalam proses penambangan.
Salah satu fitur utama block header adalah keberadaan hash blok sebelumnya. Tautan kriptografi ini membentuk struktur “chain” mendasar pada teknologi blockchain, memastikan setiap blok terhubung dalam urutan yang tak dapat diubah. Intinya, block header memuat seluruh metadata penting yang diperlukan untuk memvalidasi dan menghubungkan sebuah blok, sementara daftar transaksi tetap terpisah.
Dari sudut pandang penambangan, block header berperan krusial dalam mekanisme proof-of-work. Penambang hanya melakukan hash pada block header, bukan seluruh blok, ketika mencoba memvalidasi blok baru. Cara ini memberikan efisiensi tinggi, sebab satu blok dapat berisi ribuan transaksi dan berukuran lebih dari 2MB.
Peningkatan efisiensi terlihat jelas dalam proses penambangan: penambang harus terus mengubah nilai nonce dan melakukan rehash data pada setiap upaya penambangan. Hashing block header yang ringkas jauh lebih efisien dibandingkan memproses seluruh blok berukuran besar di tiap iterasi. Misalnya, pada Bitcoin, block header berukuran tetap 80 byte, sehingga proses hashing menjadi sangat cepat dan hemat sumber daya.
Selain efisiensi penambangan, block header menawarkan solusi optimal bagi light client yang beroperasi di perangkat dengan keterbatasan sumber daya. Seluruh blockchain telah berkembang menjadi sangat besar sehingga tidak praktis disimpan di perangkat seperti smartphone. Misal, jika blockchain memiliki 100.000 blok dengan rata-rata ukuran 1MB per blok, maka diperlukan ruang penyimpanan sebesar 100GB.
Namun, dengan hanya menyimpan block header untuk 100.000 blok tersebut, kebutuhan ruang turun drastis menjadi sekitar 8MB (0,008GB). Pengurangan data ini memungkinkan perangkat dengan bandwidth atau kapasitas penyimpanan terbatas ikut serta dalam validasi blockchain. Merkle root yang terdapat pada setiap block header memungkinkan light client memverifikasi apakah transaksi tertentu ada dalam blok melalui proses verifikasi Merkle proof.
Meski block header memungkinkan validasi ringan, ada beberapa kompromi yang harus diterima. Light client yang hanya bergantung pada block header harus mempercayai node pihak ketiga untuk mendapatkan data transaksi lengkap saat diperlukan. Hal ini menambahkan tingkat kepercayaan yang tidak dibutuhkan oleh full node, karena light client tidak dapat memverifikasi seluruh data blockchain secara mandiri.
Namun, kompromi ini merupakan solusi praktis dalam meningkatkan aksesibilitas blockchain. Light client memberikan tingkat keamanan jauh lebih baik dibanding sistem tanpa verifikasi sama sekali, dan tetap memungkinkan digunakan pada perangkat dengan keterbatasan sumber daya. Keseimbangan ini sangat penting untuk adopsi blockchain di berbagai perangkat dan kondisi jaringan.
Block Header adalah metadata dari blok blockchain yang berisi nomor versi, hash blok sebelumnya, timestamp, target kesulitan, nonce, dan hash root transaksi. Block header mencatat informasi penting untuk konsensus dan validasi blok.
Nilai hash memastikan integritas dan imutabilitas data, serta menghubungkan blok secara berurutan. Timestamp mencatat waktu pembuatan blok, membentuk urutan kronologis, serta mendukung sinkronisasi jaringan dan validasi konsensus.
Nilai kesulitan menentukan jumlah angka nol di depan yang diperlukan pada hash blok. Nonce adalah angka acak yang diiterasi penambang untuk memperoleh hash yang memenuhi target kesulitan. Keduanya memastikan keamanan blockchain dan penyesuaian tingkat kesulitan penambangan.
Validasi block header dilakukan dengan mengonfirmasi hash SHA256 header berada di bawah target kesulitan, memastikan proof-of-work. Setiap node memvalidasi hash tersebut secara independen dua kali untuk menjaga konsensus dan keamanan.
Merkle Root memastikan integritas dan konsistensi seluruh transaksi dalam blok, sehingga tidak ada transaksi yang dapat diubah atau dihapus.
Block Header pada Bitcoin umumnya berukuran 80 byte. Ukuran kecil ini meningkatkan efisiensi penyimpanan, mengurangi operasi disk I/O, serta mempercepat transmisi dan sinkronisasi jaringan, sehingga validasi blockchain menjadi lebih cepat.











