

"Double Top" adalah pola analisis teknikal bearish yang menandakan pembalikan tren dari tren naik menjadi tren turun. Pada grafik, pola ini menyerupai huruf "M" dan terdiri dari dua puncak pada level resistance yang sama, dipisahkan oleh koreksi, serta diakhiri dengan penembusan level support yang dikenal sebagai "neckline." Pola ini sering dijumpai di pasar kripto seperti Bitcoin (BTC), Ethereum (ETH), atau altcoin yang diperdagangkan di bursa kripto utama karena sifatnya yang dinamis dan volatilitas tinggi.
Pola Double Top merepresentasikan momen kritis dalam psikologi pasar di mana momentum bullish mencapai batasnya di resistance kuat. Formasi ini memberikan wawasan berharga bagi trader mengenai potensi pembalikan tren, sehingga menjadi alat penting bagi trader jangka pendek maupun investor jangka panjang di ekosistem kripto.
Pembentukan pola ini terjadi melalui beberapa tahap yang berbeda, masing-masing merepresentasikan perubahan dinamika pasar:
Fase Uptrend: Sebelum double top muncul, harga aset menunjukkan pertumbuhan stabil. Kenaikan ini bisa didorong berita bullish, peningkatan permintaan, atau euforia spekulatif di pasar. Pada fase ini, pembeli mengendalikan pasar dan mendorong harga naik dengan momentum konsisten.
Pembentukan Puncak Pertama: Harga mencapai level tertinggi lokal—level resistance, di mana pembeli menghadapi perlawanan kuat dari penjual. Koreksi ke bawah dimulai setelah puncak, membentuk "punuk" pertama dari bentuk "M". Penolakan awal di resistance ini menandakan tekanan jual mulai menyeimbangi tekanan beli.
Pembentukan Neckline: Koreksi membawa harga turun ke level support (neckline), yang seringkali bertepatan dengan titik terendah sebelumnya atau level signifikan seperti retracement Fibonacci 50%. Neckline ini bertindak sebagai zona support penting yang diawasi ketat oleh trader.
Pembentukan Puncak Kedua: Harga kembali naik ke arah resistance, membentuk puncak kedua. Namun, bull gagal menembus batas ini, dan volume perdagangan biasanya menurun, menandakan melemahnya momentum beli. Gagalnya upaya mencetak level tertinggi baru ini menjadi sinyal penting kelelahan tren.
Pecahnya Neckline: Setelah puncak kedua, harga jatuh menembus neckline, mengonfirmasi penyelesaian pola. Penembusan ini biasanya disertai peningkatan volume, memperkuat sinyal bearish dan mengonfirmasi pembalikan tren. Breakdown ini merepresentasikan perpindahan kendali pasar dari pembeli ke penjual.
Pola Double Top mencerminkan pergeseran mendasar dalam sentimen pasar dan perilaku pelaku pasar. Puncak pertama menunjukkan bull mencapai batas kemampuannya, dengan koreksi ke bawah menjadi tanda awal melemahnya permintaan. Pada titik ini, aksi ambil untung terjadi ketika bull awal keluar dari posisi mereka.
Puncak kedua menegaskan bahwa level resistance terlalu kuat untuk ditembus pembeli, dan daya beli mulai berkurang. Gagalnya upaya menembus lebih tinggi ini sering memicu order stop-loss dan mendorong lebih banyak trader keluar dari posisi long. Pecahnya neckline menandakan kapitulasi bull tersisa dan dimulainya dominasi bearish, seiring penjual mengambil alih arah pasar.
Pembentukan pola Double Top melibatkan interaksi kompleks antara berbagai pelaku pasar. Trader institusional, investor ritel, dan sistem perdagangan algoritmik semuanya berkontribusi pada pembentukan pola ini. Memahami dinamika ini membantu trader mengantisipasi pergerakan harga potensial dan mengambil keputusan trading yang lebih tepat.
"Double Bottom" merupakan pola pembalikan bullish, kebalikan dari double top. Pola ini terbentuk di akhir tren turun dan menandakan potensi kenaikan harga. Pada grafik, pola ini menyerupai huruf "W", di mana harga menguji level support dua kali namun gagal menembus ke bawah, setelah itu terjadi pergerakan naik.
Pola ini merepresentasikan titik krusial di mana tekanan jual habis dan pembeli mulai kembali mengendalikan pasar. Double Bottom sangat signifikan di pasar kripto, di mana level support kuat dapat mendorong pemulihan harga substansial.
Proses pembentukan meliputi tahapan berikut, masing-masing menandai fase penting dalam pembalikan tren:
Fase Downtrend: Sebelum pola muncul, harga aset turun, mencerminkan sentimen bearish di pasar. Tekanan turun ini bisa dipicu berita negatif, isu regulasi, atau pelemahan pasar secara umum.
Bottom Pertama: Harga mencapai titik terendah lokal—level support, di mana tekanan jual melemah dan pembeli mulai masuk. Setelah itu terjadi rebound ke atas seiring bargain hunter dan value investor melihat peluang.
Pembentukan Neckline: Harga naik ke level resistance (neckline), yang sering bertepatan dengan titik tertinggi sebelumnya atau level teknikal signifikan. Kenaikan ini menguji kekuatan sentimen bearish yang masih tersisa.
Bottom Kedua: Harga turun kembali ke level support, membentuk bottom kedua. Bear tidak mampu melanjutkan penurunan, dan pembeli mengambil kendali. Uji ulang support kedua ini sering terjadi dengan volume lebih kecil, menandakan tekanan jual semakin berkurang.
Breakout Neckline: Harga menembus neckline ke atas, mengonfirmasi pembalikan tren. Breakout biasanya disertai peningkatan volume, memvalidasi sinyal bullish dan menarik pembeli tambahan ke pasar.
Pola Double Bottom menunjukkan bahwa level support cukup kuat menahan tekanan jual. Bottom pertama memperlihatkan melemahnya momentum bearish, sementara bottom kedua menegaskan bear telah kehabisan tenaga. Penembusan neckline ke atas menandakan kemenangan bull dan awal tren naik, seiring sentimen pasar beralih dari pesimis ke optimis.
| Karakteristik | Double Top | Double Bottom |
|---|---|---|
| Jenis Pola | Bearish (pembalikan turun) | Bullish (pembalikan naik) |
| Bentuk Grafik | Formasi "M" | Formasi "W" |
| Tren Sebelumnya | Uptrend | Downtrend |
| Level Kunci | Resistance | Support |
| Sinyal | Pecah neckline ke bawah | Pecah neckline ke atas |
| Volume | Menurun di puncak kedua | Meningkat di bottom kedua |
| Sentimen Pasar | Beralih dari bullish ke bearish | Beralih dari bearish ke bullish |
| Aksi Trading | Short position atau jual | Long position atau beli |
Kedua pola ini merupakan cerminan satu sama lain, namun memiliki tujuan yang sama: membantu trader mengidentifikasi titik pembalikan tren dan membuat keputusan trading yang tepat di pasar kripto yang dinamis.
Bursa kripto utama memberikan trader alat analisis dan trading yang canggih, termasuk grafik TradingView yang intuitif, pilihan pasangan trading yang beragam, dan biaya kompetitif. Berikut panduan langkah demi langkah untuk menerapkan pola ini secara efektif:
Sebelum mencari pola, tentukan arah tren saat ini dengan berbagai pendekatan analisis:
Double Top: Cari dua puncak pada level resistance yang sama setelah tren naik. Penurunan volume pada puncak kedua menjadi tanda penting melemahnya momentum. Perhatikan simetri puncak dan interval waktu di antara keduanya.
Double Bottom: Temukan dua titik terendah pada level support yang sama setelah tren turun. Peningkatan volume pada bottom kedua memperkuat sinyal dan menunjukkan naiknya minat beli. Amati pergerakan harga di antara kedua bottom untuk konfirmasi tambahan.
Jangan masuk posisi tanpa konfirmasi memadai untuk menghind











