

Ethereum memperlihatkan ketahanan luar biasa selama beberapa sesi perdagangan terakhir, dengan harga tetap stabil di kisaran $3.129 meski menghadapi tekanan pasar yang cukup besar. Stabilitas ini terjadi di tengah pergerakan modal besar, termasuk arus keluar sebesar $19,41 juta dari ETF spot ETH di Amerika Serikat dan transaksi whale senilai 7.621 ETH atau sekitar $23,85 juta yang berlangsung selama tiga hari. Kemampuan mata uang kripto ini untuk bertahan di tengah kondisi menantang mencerminkan dinamika pasar yang seimbang, di mana permintaan beli berhasil menyerap tekanan jual secara efektif.
Berdasarkan data Coinotag, pergerakan harga saat ini menandakan bahwa Ethereum telah memasuki fase konsolidasi, di mana baik bull maupun bear belum menguasai pasar sepenuhnya. Kondisi ekuilibrium ini sangat signifikan mengingat besarnya arus keluar dan transaksi berskala besar yang, dalam situasi pasar normal, biasanya akan memicu volatilitas lebih tinggi. Respons pasar yang terukur ini menunjukkan lingkungan perdagangan yang matang dengan likuiditas memadai untuk menangani aliran order besar tanpa menyebabkan lonjakan harga yang drastis.
Penjualan whale baru-baru ini menjadi salah satu transaksi entitas tunggal terbesar di pasar Ethereum selama sepekan terakhir. Pelepasan 7.621 ETH senilai $23,85 juta dilakukan secara strategis dalam tiga hari, mencerminkan pendekatan yang terencana untuk meminimalkan dampak pasar. Cara distribusi bertahap ini menandakan perilaku perdagangan yang cermat, di mana whale berusaha keluar dari posisi tanpa memicu kepanikan atau menekan harga secara berlebihan.
Bersamaan dengan itu, ETF spot ETH AS mengalami arus keluar sebesar $19,41 juta, menambah tekanan jual di pasar. Arus keluar ETF umumnya mencerminkan sentimen investor institusi dan dapat menjadi sinyal perubahan strategi alokasi oleh manajer dana profesional. Gabungan penjualan whale dan arus keluar institusional menciptakan peningkatan pasokan yang harus diserap oleh pasar. Namun, stabilnya harga Ethereum menunjukkan bahwa arus keluar ini diimbangi dengan permintaan dari peserta pasar lain, seperti investor ritel dan institusi lain yang berpotensi mengakumulasi di level saat ini.
Harga realisasi kini menjadi level dukungan penting bagi Ethereum di tengah meningkatnya aktivitas penjualan. Harga realisasi merupakan rata-rata harga di mana seluruh ETH yang beredar terakhir berpindah di blockchain, berperan sebagai patokan psikologis dan teknis bagi pelaku pasar. Jika harga pasar mendekati atau bergerak di sekitar harga realisasi, ini menandakan aset tersebut dihargai secara wajar menurut basis biaya kolektif para holder.
Data dari CryptoQuant menunjukkan bahwa harga realisasi secara efektif menyerap tekanan jual dari transaksi whale dan arus keluar ETF, sehingga mencegah penurunan tajam yang bisa saja terjadi. Level dukungan ini berfungsi sebagai lantai karena holder yang memperoleh ETH di kisaran harga tersebut cenderung tidak menjual dengan rugi, sehingga tercipta resistensi alami terhadap penurunan. Pembeli yang berorientasi nilai juga sering melihat harga realisasi sebagai titik masuk menarik, dengan data historis yang menunjukkan bahwa pembelian di level ini memberikan rasio risiko-imbalan yang baik untuk jangka panjang.
Kemampuan pasar untuk menjaga harga di sekitar harga realisasi meski volume penjualan tinggi menunjukkan adanya permintaan mendasar yang kuat. Permintaan ini kemungkinan berasal dari holder jangka panjang yang melihat level saat ini sebagai peluang akumulasi, trader yang mengantisipasi potensi pembalikan, serta institusi yang menyeimbangkan portofolio atau menerapkan strategi dollar-cost averaging.
Analisis teknikal terhadap struktur pasar Ethereum saat ini memberikan wawasan tambahan tentang kemungkinan pergerakan harga ke depan. Relative Strength Index (RSI), indikator momentum yang mengukur kecepatan dan besaran perubahan harga, saat ini menunjukkan kondisi pasar yang seimbang. RSI di zona netral menandakan Ethereum tidak dalam kondisi jenuh beli maupun jenuh jual, mencerminkan keseimbangan aktivitas perdagangan. Posisi netral ini membuka peluang pergerakan ke dua arah, tergantung dinamika pasar beberapa sesi ke depan.
Indikator Moving Average Convergence Divergence (MACD), yang melacak hubungan dua rata-rata pergerakan harga aset, juga menunjukkan fase konsolidasi. Konfigurasi MACD saat ini mengindikasikan momentum yang telah stabil setelah periode volatilitas, tanpa sinyal bullish maupun bearish yang dominan. Setup teknikal seperti ini kerap mendahului pergerakan harga besar, ketika pasar mengumpulkan energi sebelum breakout ke arah tertentu.
Analisis dari SosoValue memperkuat temuan teknikal tersebut, menyebutkan bahwa permintaan secara efektif telah mengimbangi peningkatan pasokan dari penjualan whale dan arus keluar ETF. Keseimbangan antara pasokan dan permintaan menciptakan lingkungan perdagangan yang stabil, di mana penemuan harga berlangsung dalam rentang sempit. Fase konsolidasi ini memungkinkan pasar mencerna tekanan jual dan membentuk ekuilibrium baru sebelum pergerakan berikutnya.
Ke depannya, arah harga Ethereum sangat bergantung pada ketahanan level dukungan harga realisasi dan respons pelaku pasar terhadap perkembangan di ekosistem kripto yang lebih luas. Jika dukungan tetap terjaga, indikator teknikal mengisyaratkan potensi breakout bullish yang dapat membawa harga melewati rentang konsolidasi saat ini. Breakout ini kemungkinan didorong oleh minat beli baru, dipicu berita positif, perbaikan sentimen pasar, atau aksi beli teknikal saat trader mengenali pola higher low.
Ada beberapa faktor yang dapat memengaruhi skenario bullish tersebut. Pertama, jika arus keluar ETF stabil atau berbalik menjadi arus masuk, hal ini menandakan kepercayaan institusi yang kembali dan mengurangi tekanan jual di pasar. Kedua, metrik on-chain seperti alamat aktif, volume transaksi, dan aktivitas jaringan bisa menjadi indikator awal peningkatan permintaan. Ketiga, kondisi pasar secara umum, termasuk performa Bitcoin dan selera risiko di pasar keuangan, juga sangat menentukan keberhasilan upaya breakout Ethereum.
Di sisi lain, jika dukungan di harga realisasi gagal dipertahankan, harga bisa saja menguji level yang lebih rendah, memicu aksi stop-loss dan mempercepat tekanan turun. Namun, struktur pasar saat ini memperlihatkan bahwa skenario tersebut membutuhkan katalis besar, seperti tekanan jual baru dari holder besar atau memburuknya kondisi pasar secara keseluruhan. Kondisi teknikal yang terukur dan keseimbangan pasokan-permintaan memberikan perlindungan dari penurunan tajam selama tidak ada sentimen negatif besar.
Singkatnya, ketahanan Ethereum di harga realisasi di tengah tekanan jual yang tinggi membuktikan kekuatan pasar dan memberi sinyal terbentuknya fondasi untuk apresiasi harga di masa mendatang. Trader dan investor sebaiknya memantau level dukungan utama, perkembangan indikator teknikal, serta metrik on-chain untuk menilai kemungkinan skenario yang akan terjadi dalam waktu dekat.
Harga Realisasi adalah biaya historis transaksi Ethereum berdasarkan waktu terakhir koin berpindah secara on-chain, dengan bobot harga. Harga Pasar menunjukkan nilai perdagangan saat ini. Harga Realisasi mengungkap biaya holder jangka panjang, sementara Harga Pasar mencerminkan sentimen pasar dan aktivitas perdagangan saat ini.
Penjualan whale dalam jumlah besar menambah pasokan di pasar, biasanya menyebabkan harga ETH turun. Tekanan jual ini dapat memperkuat tren penurunan. Pada Januari 2026, ETH menghadapi resistensi di level harga utama saat likuidasi whale menambah tekanan jual.
Arus keluar ETF menandakan berkurangnya tekanan beli di pasar. Jika investor institusi menarik dana, tekanan jual bertambah, meningkatkan volatilitas harga dan berpotensi mendorong harga turun.
Ethereum tetap stabil karena permintaan institusional yang kuat dan akumulasi whale dalam skala besar mampu mengimbangi arus keluar ETF. Fundamental pasar yang positif dan kepercayaan investor yang terjaga mendukung harga saat ini.
Spot ETF melacak harga Ethereum secara real-time, sedangkan futures ETF mengikuti harga berbasis kontrak. Arus keluar Spot ETF lebih akurat mencerminkan sentimen pasar karena menampilkan secara langsung tekanan jual aset riil dan perubahan kepercayaan investor.
Transaksi besar di atas $23,85 juta biasanya menandakan pergeseran pasar yang penting, aktivitas institusional, atau pergerakan whale. Ini dapat mengindikasikan sentimen bullish, penyeimbangan portofolio, atau fase akumulasi besar yang sering mendahului pergerakan harga signifikan di pasar.
Stabilitas ETH pada harga realisasi di tengah penjualan whale dan arus keluar ETF menunjukkan peluang akumulasi. Pantau aktivitas whale sebagai indikator tren awal. Aktivitas on-chain yang kuat menandakan kepercayaan institusi. Fase konsolidasi ini dapat dijadikan titik masuk sebelum pertumbuhan yang diantisipasi.










