
Pada era perkembangan pesat teknologi blockchain, sebuah proyek revolusioner menonjol berkat tujuannya mengatasi salah satu persoalan utama dalam ekosistem kripto: interoperabilitas. Artikel ini membahas secara mendalam proyek tersebut, sejarah, cara kerja, dan keunggulan unik yang dimilikinya.
Perjalanan proyek dimulai bersama Gavin Wood, ilmuwan komputer yang berperan krusial dalam pengembangan Ethereum. Pada tahun 2016, Wood keluar dari Ethereum untuk mewujudkan visinya tentang proyek kripto yang lebih interoperabel. Ia merilis white paper proyek ini serta turut mendirikan Web3 Foundation dan Parity Technologies guna memimpin pengembangan, riset, dan pendanaan blockchain baru tersebut.
Initial coin offering (ICO) proyek ini pada tahun 2017 berhasil menghimpun dana sebesar $144 juta. Meski menghadapi tantangan, termasuk kerentanan keamanan yang menyebabkan $155 juta terkunci di wallet kripto Parity Technologies, tim tetap bertahan. Setelah sejumlah putaran pendanaan dan proses pengembangan, mainnet akhirnya sukses diluncurkan pada tahun 2020.
Arsitektur blockchain ini terdiri dari dua komponen utama: relay chain dan parachain. Relay chain berfungsi sebagai pusat sistem jaringan, menjamin keamanan inti dan proses validasi melalui algoritma konsensus Proof-of-Stake (PoS). Node di jaringan melakukan staking coin untuk berpartisipasi dalam validasi serta memperoleh reward.
Parachain adalah blockchain independen yang dibangun oleh pengembang pihak ketiga. Parachain ini mirip dengan aplikasi terdesentralisasi (dApps) pada blockchain seperti Ethereum. Walaupun parachain memperoleh keamanan dari relay chain, mereka tetap bebas membangun ekosistem terdesentralisasi dengan token, mekanisme konsensus, dan protokol tata kelola masing-masing.
Pemilihan parachain ditentukan melalui "parachain auction" yang rutin, di mana pemegang token dapat memilih proyek mana yang layak menempati slot terbatas tersebut. Setelah parachain terpasang dalam jaringan, ia dapat berinteraksi dengan parachain lain melalui koneksi bersama ke relay chain.
Fitur utama yang membedakan adalah fokus pada peningkatan interoperabilitas blockchain. Proyek ini menggunakan relay chain sebagai landasan bagi ekosistem web3 yang saling terhubung. Model ini memungkinkan pengembang menciptakan protokol terdesentralisasi dengan cryptocurrency dan tata kelola asli, sekaligus memperoleh keamanan konsensus relay chain serta kemampuan komunikasi lintas chain dalam ekosistem.
Lebih jauh, proyek ini berambisi memperluas interoperabilitas melampaui ekosistemnya sendiri. Terdapat rencana pengembangan proprietary bridge untuk memungkinkan koneksi dengan blockchain utama seperti Ethereum dan Bitcoin, sehingga memperbesar potensi fungsi lintas chain.
Proyek interoperabilitas revolusioner ini merupakan langkah penting dalam upaya menghubungkan blockchain. Dengan menyediakan lapisan dasar yang skalabel bagi web terdesentralisasi yang saling terintegrasi, proyek ini berhasil mengatasi salah satu hambatan utama yang menghalangi adopsi teknologi kripto secara luas. Seiring perkembangan dan ekspansi kemampuannya, proyek ini berpotensi memainkan peran sentral dalam pembentukan masa depan web3 dan lanskap cryptocurrency global.
Polkadot adalah jaringan multi-chain yang menghubungkan beragam blockchain. Polkadot menggunakan mekanisme konsensus proof-of-stake dan mendukung interoperabilitas antar berbagai jaringan blockchain.
Ya, Polkadot merupakan blockchain unggulan. Polkadot menawarkan interoperabilitas unik, skalabilitas tinggi, serta ekosistem yang solid, sehingga menjadi salah satu pemimpin utama di ranah Web3.
Tidak, Polkadot tidak menggunakan Ethereum secara langsung. Namun, Polkadot mendukung smart contract yang kompatibel dengan Ethereum melalui lapisan EVM compatibility, dan tetap berfokus pada interoperabilitas multi-chain serta keamanan bersama untuk parachain miliknya.











