

Konsep dunia virtual semakin populer dalam beberapa tahun terakhir, terutama setelah perusahaan teknologi besar gencar berinvestasi di bidang ini. Wilayah digital ini membuka peluang investasi baru, di mana properti virtual makin bernilai. Artikel ini membahas proses pembelian tanah di dunia virtual beserta dampaknya.
Dunia virtual merupakan hasil integrasi teknologi yang menggabungkan ranah fisik dan digital. Teknologi ini mengutamakan virtual reality (VR) dan augmented reality (AR) untuk menghadirkan pengalaman daring yang imersif. Pengguna biasanya menciptakan avatar sebagai identitas digital untuk berinteraksi di lingkungan virtual. Beberapa platform dunia virtual berbasis blockchain, sehingga menawarkan ekosistem yang terdesentralisasi dan bebas sensor.
Properti digital adalah tanah atau aset virtual yang tersedia di platform dunia virtual. Di sektor crypto, bidang tanah virtual ini umumnya dijual dalam bentuk non-fungible token (NFT) di berbagai blockchain. NFT berfungsi sebagai bukti kepemilikan yang sah untuk aset digital, termasuk tanah virtual. Pemilik tanah dapat mengembangkan properti, menyimpannya sebagai investasi, atau memperdagangkannya di marketplace NFT.
Untuk berinvestasi di tanah virtual, lakukan langkah-langkah berikut:
Harga tanah virtual sangat bervariasi, mulai dari beberapa dolar hingga jutaan per bidang. Faktor penentu harga meliputi popularitas platform, lokasi di dalam gim, serta fitur spesifik. Floor price, yaitu harga terendah yang diterima penjual saat ini, kerap dijadikan acuan rata-rata harga tanah di berbagai dunia virtual.
Investasi tanah virtual mengandung risiko besar. Pasar ini sangat spekulatif dan tidak ada jaminan platform mana yang akan bertahan dalam jangka panjang. Platform dapat berhenti beroperasi, membuat investasi tanah menjadi tidak bernilai. Selain itu, minimnya metrik dasar membuat penilaian properti menjadi sulit, sehingga berisiko menimbulkan kerugian besar.
Pembelian tanah di dunia virtual menjadi frontier baru investasi digital. Peluang pertumbuhan jangka panjang, pendapatan pasif, dan pemasaran inovatif memang menarik, namun risiko yang dihadapi juga besar. Calon investor wajib melakukan riset mendalam terhadap platform dunia virtual, memahami tahapan pembelian, serta memperhitungkan karakter spekulatif pasar ini sebelum berinvestasi. Seperti halnya investasi berisiko tinggi, investasikan hanya dana yang siap Anda tanggung kerugiannya dan lakukan diversifikasi portofolio secara bijak.
Ya, Anda berpotensi memperoleh keuntungan dari pembelian tanah virtual. Peluang profit antara lain menyewakan ruang iklan, menjual tanah dengan harga lebih tinggi, atau berkolaborasi dengan desainer gim untuk proyek pengembangan.
Harga tanah virtual sangat beragam, mulai dari ribuan hingga jutaan dolar. Rata-rata biaya sekitar $30.000, sedangkan bidang premium di metaverse populer dapat mencapai $1 juta.
Ya, individu maupun perusahaan tetap aktif membeli tanah virtual di metaverse. Properti virtual digunakan untuk berbagai tujuan, seperti memamerkan karya seni, mengadakan acara, pernikahan virtual, hingga layanan gereja.











