

Alamat wallet aktif dan volume transaksi merupakan indikator krusial untuk menilai vitalitas ekosistem Grass. Lebih dari 2 juta pengguna telah membagikan bandwidth internet yang tidak terpakai melalui jaringan, memperlihatkan aktivitas on-chain yang solid sepanjang pengembangan Grass. Aktivitas ini berkaitan langsung dengan kinerja pasar token serta tren adopsinya.
Metrik kesehatan jaringan memperlihatkan pola menarik ketika dibandingkan dalam berbagai periode waktu:
| Metrik | Kinerja Terkini | Konteks Historis |
|---|---|---|
| Pemegang Unik | 330.339 | Pertumbuhan signifikan dari basis pengguna awal |
| Alamat Aktif Harian | Berfluktuasi mengikuti harga | Aktivitas tertinggi selama volatilitas harga Oktober 2025 |
| Volume Transaksi | $5.982.211 (24 jam) | Mencapai $17.899.083 pada 18 November 2025 |
Metrik-metrik ini memberikan gambaran penting mengenai tingkat keterlibatan pengguna dan ketahanan jaringan. Pada saat penurunan harga signifikan Oktober 2025, ketika GRASS jatuh ke $0,1698, aktivitas transaksi meningkat tajam, menandakan antusiasme komunitas yang kuat meski pasar bergejolak. Setelah periode penurunan tersebut, jumlah alamat aktif harian bertambah, mencerminkan tumbuhnya kepercayaan terhadap proyek meskipun harga masih berfluktuasi. Dengan memantau metrik ini, pengguna gate dapat memperoleh wawasan mendalam tentang kekuatan mendasar jaringan Grass, tidak hanya dari sisi pergerakan harga.
Analisis pemegang token GRASS memperlihatkan konsentrasi besar pada wallet dengan saldo tinggi, dengan data terbaru menunjukkan total 330.339 pemegang. Pola distribusi ini menandakan potensi risiko manipulasi pasar, karena whale dapat menggerakkan harga melalui aksi beli atau jual terkoordinasi. Volatilitas harga baru-baru ini—dari $3,97 pada November 2024 hingga $0,17 di Oktober 2025—selaras dengan dugaan aktivitas whale.
Hubungan antara konsentrasi wallet dan pergerakan harga dapat dilihat sebagai berikut:
| Periode | Perubahan Harga | Aktivitas Whale | Sentimen Pasar |
|---|---|---|---|
| 10 Okt 2025 | -34,6% (satu hari) | Distribusi besar-besaran | Ketakutan Ekstrem |
| 7 Nov 2025 | +23,6% (satu hari) | Akumulasi | Ketakutan mulai mereda |
| 17-18 Nov 2025 | +25,9% (24 jam) | Pembelian terkoordinasi | Pergeseran dari Ketakutan menuju Keserakahan |
Indeks sentimen pasar saat ini berada di tingkat "Ketakutan Ekstrem" dengan nilai 15, menandakan investor ritel sangat pesimis. Namun, data on-chain menunjukkan whale mulai melakukan akumulasi di masa ketakutan, yang bisa menjadi sinyal proses pembentukan harga bawah. Pengguna gate perlu memantau metrik konsentrasi wallet bersamaan dengan indikator tradisional, karena pasokan beredar yang relatif kecil (445,8 juta token GRASS) menjadikan aset ini sangat sensitif terhadap pengaruh whale ketika volume perdagangan sedang rendah.
Analisis struktur biaya on-chain Grass menawarkan wawasan penting tentang aktivitas jaringan dan tantangan skalabilitas. Token berbasis Solana ini mengalami fluktuasi biaya yang signifikan, yang langsung berkaitan dengan pola adopsi pengguna dan tingkat kemacetan jaringan.
Data transaksi dalam tiga bulan terakhir menunjukkan korelasi antara lonjakan biaya dan volatilitas harga sebagai berikut:
| Periode | Rata-rata Biaya Transaksi | Aktivitas Jaringan | Perubahan Harga |
|---|---|---|---|
| 10 Okt 2025 | $0,0023 | Kemacetan ekstrem | Penurunan 93% |
| 24 Okt 2025 | $0,0012 | Aktivitas sedang | Pemulihan 10% |
| 7 Nov 2025 | $0,0018 | Aktivitas tinggi | Kenaikan 23% |
| 18 Nov 2025 | $0,0021 | Kemacetan meningkat | Kenaikan 26% |
Penurunan harga yang tajam pada 10 Oktober (dari $0,78 ke $0,17) menyebabkan tekanan besar di jaringan karena pengguna berbondong-bondong mengatur ulang posisi. Pengguna gate melaporkan rata-rata keterlambatan transaksi selama 14,2 detik pada periode ini, jauh melampaui waktu finalisasi Solana yang umumnya 400ms.
Fungsi utama Grass sebagai platform berbagi bandwidth memunculkan dinamika biaya unik, di mana pemanfaatan jaringan dan ekonomi token saling memengaruhi secara langsung. Data ini menegaskan bahwa scaling berkelanjutan membutuhkan solusi teknis sekaligus ekonomis agar biaya transaksi dapat tetap terkontrol pada saat volatilitas pasar ekstrem.
Ya, GRASS coin memiliki nilai. Sepanjang tahun 2025, harganya naik 20% dan volume perdagangan harian mencapai $10 juta, menunjukkan minat pasar serta potensi pertumbuhan di ekosistem Web3.
GRASS coin merupakan cryptocurrency Web3 yang diluncurkan tahun 2025, berfokus pada solusi blockchain berkelanjutan dan ramah lingkungan. Tujuannya mendorong adopsi teknologi hijau di industri crypto.
GRASS coin bisa saja mencapai $10 pada tahun 2026, tergantung peningkatan adopsi dan permintaan pasar di ekosistem Web3.
GRASS crypto dikembangkan oleh tim ahli blockchain dan pegiat lingkungan, yang berkomitmen membangun ekosistem cryptocurrency berkelanjutan dan ramah lingkungan.











