

Pada 21 November 2025, blockchain Cardano mengalami gangguan teknis besar ketika sebuah transaksi cacat yang sengaja dibuat memanfaatkan bug deserialisasi yang terlewat dalam sistem validasi jaringan. Transaksi ini menyebabkan perbedaan antara node versi terbaru dan lama, sehingga mereka tidak sepakat soal validitas transaksi. Akibatnya, jaringan terpecah menjadi dua rantai terpisah—satu disebut “teracuni” dan satu lagi “sehat”—karena produsen blok secara tidak sengaja membangun blok di cabang yang berbeda.
Insiden ini langsung memicu reaksi pasar, harga token ADA turun 6% ketika investor merespons ketidakstabilan jaringan. Staking pool dan bursa mengalami gangguan operasional sementara selama periode pemisahan. Namun, tim pengembang Cardano dari Input Output Global, Cardano Foundation, Intersect, dan EMURGO berkoordinasi secara cepat, merilis perangkat lunak node yang telah diperbaiki dalam waktu sekitar tiga jam. Operator jaringan diminta segera memperbarui ke versi patch, sehingga jaringan berhasil kembali bersatu di satu rantai utama.
Badan tata kelola Intersect menegaskan tidak ada dana pengguna yang hilang selama insiden, dan sebagian besar wallet ritel tetap aman meski terjadi bifurkasi jaringan sementara. Peristiwa ini menunjukkan bahwa meski jaringan sempat krisis, respons terkoordinasi efektif memulihkan stabilitas dan menjaga integritas aset pengguna di platform.
Cardano mengalami krisis teknis besar ketika transaksi cacat yang dibuat menggunakan perintah berbasis AI memicu pemisahan rantai yang belum pernah terjadi sebelumnya. Insiden terjadi ketika node versi baru menerima transaksi yang ditolak node lama, menyebabkan jaringan terpecah dua. Satu rantai berisi transaksi “teracuni”, sementara rantai lain tetap beroperasi normal, mengganggu konsensus dan koordinasi validator jaringan.
Penyerang menggunakan alat AI untuk menghasilkan perintah terminal yang membuat transaksi delegasi cacat, mengeksploitasi kerentanan validasi Cardano yang sudah diketahui. Ketidaksesuaian teknis antar versi node ini mengungkap celah kritis di mekanisme kompatibilitas pembaruan jaringan. Berdasarkan analisis post-mortem Intersect, perpecahan berlanjut hingga patch darurat diterapkan secara luas, membutuhkan aksi terkoordinasi dari produsen blok untuk memulihkan konsensus.
Pasar bereaksi cepat terhadap pelanggaran keamanan ini, dengan ADA turun 16% karena pelaku pasar mempertanyakan ketahanan dan koordinasi tata kelola jaringan. Insiden ini menyoroti bagaimana kode hasil AI, walaupun efisien, dapat memperbesar vektor serangan jika dikombinasikan dengan kerentanan yang sudah ada. Penyelesaian cepat menunjukkan protokol respons darurat Cardano, meski peristiwa ini menegaskan pentingnya menjaga kompatibilitas mundur antar versi node dan melakukan pengujian menyeluruh sebelum pembaruan jaringan.
Stabilitas jaringan Cardano berhasil dipulihkan dalam 14,5 jam setelah peristiwa pemisahan rantai kritis di 2025, menunjukkan ketahanan infrastruktur teknis dan kemampuan respons cepatnya. Insiden akibat bug deserialisasi ini memerlukan patch darurat untuk mengembalikan konsensus jaringan di seluruh validator dan node.
Proses pemulihan menampilkan upaya multi-fase yang mengatasi ketergantungan di seluruh ekosistem. Restorasi konsensus awal terjadi di fase pertama, diikuti pemulihan sistem terkait seperti pengelolaan DNS, pemeriksaan kesehatan, dan layanan koordinasi. Pendekatan bertingkat ini—meski memakan waktu lebih lama—menjamin integritas jaringan menyeluruh, bukan sekadar pemulihan parsial.
Penerapan patch keamanan secara cepat menyoroti kerentanan infrastruktur kritis sekaligus membuktikan kemampuan respons protokol Cardano. Operator jaringan dan validator berkoordinasi mulus selama insiden, menerapkan pembaruan pada node terdesentralisasi. Insiden ini memperlihatkan kompleksitas pemulihan sistem terdistribusi, di mana waktu pemulihan dipengaruhi urutan penyelesaian ketergantungan, bukan perbaikan paralel.
Usai stabilisasi, sentimen analis menjadi positif terhadap prospek jangka panjang ADA. Respons teknis yang cepat dan komunikasi transparan menjaga kepercayaan ekosistem. Dinamika pasar saat ini, ditambah rencana upgrade Plomin yang membawa model tata kelola baru dan skalabilitas melalui protokol Ouroboros Leios, memposisikan Cardano untuk pertumbuhan berkelanjutan selaras dengan bukti resiliensi operasionalnya.
ADA adalah crypto menjanjikan dengan potensi kuat. Teknologi inovatif dan pengembangan aktif menjadikannya pilihan investasi solid di ranah blockchain.
Mencapai $100 sangat tidak mungkin bagi ADA. Dengan suplai 45 miliar koin, dibutuhkan kapitalisasi pasar $4,5 triliun—memerlukan perubahan dan adopsi keuangan global yang luar biasa.
Ya, ADA berpotensi mencapai $10. Tren pasar dan analisis ahli menunjukkan target ini realistis pada siklus berikutnya, mungkin pada 2026.
Berdasarkan analisis pasar dan proyeksi pertumbuhan, Cardano (ADA) diperkirakan bernilai sekitar $0,42 pada akhir 2025.






