

Pemahaman terhadap hubungan antara open interest futures dan funding rate memberikan wawasan strategis mengenai cara trader membentuk posisi di pasar futures perpetual. Open interest menunjukkan total nilai kontrak yang masih aktif, sementara funding rate adalah pembayaran berkala yang dipertukarkan antara pemegang posisi long dan short untuk menjaga keseimbangan harga antara kontrak perpetual dan spot.
Peningkatan open interest futures yang disertai funding rate positif menandakan sentimen bullish yang berlebihan dan akumulasi leverage. Kondisi ini biasanya mencerminkan dominasi posisi long di pasar, di mana trader membayar funding rate tinggi dengan ekspektasi harga akan terus naik. Namun, situasi overheating seperti ini berpotensi memicu kerentanan—penurunan harga mendadak dapat menyebabkan likuidasi berantai, karena posisi long ber-leverage terpaksa ditutup dan mempercepat tekanan penurunan harga.
Di sisi lain, penurunan open interest dengan funding rate yang tetap stabil menandakan pelaku pasar mulai menutup posisi secara sistematis dan sentimen pasar mulai mendingin. Fase ini kerap mendahului pola konsolidasi atau pembalikan. Funding rate negatif yang berjalan bersamaan dengan kenaikan open interest mengindikasikan penjual short membuka posisi baru meski menanggung biaya, menandakan sentimen bearish di tengah kenaikan nilai kontrak.
Dinamika leverage seperti ini sangat menentukan arah harga. Funding rate positif yang terus tinggi menciptakan kondisi rawan short squeeze—rally harga memaksa penutupan posisi short dan memperkuat momentum kenaikan. Data terbaru menunjukkan funding rate berfluktuasi sekitar 0,0027% sesuai perubahan posisi di bursa utama, mencerminkan dinamika sentimen pasar secara aktual.
Dengan memantau evolusi tren open interest dan funding rate, trader mampu mengidentifikasi ekstrem posisi leverage yang sering menjadi pendahulu pembalikan tren. Ketika kedua indikator mencapai level yang tidak berkelanjutan, kemungkinan koreksi pasar meningkat, sehingga keduanya menjadi sinyal penting di pasar derivatif untuk mengantisipasi pergerakan harga kripto.
Rasio long-short menjadi indikator utama posisi trader di bursa derivatif, menyingkap perubahan sentimen yang kerap mendahului pergerakan harga signifikan. Pada analisis futures perpetual MON, data terkini menunjukkan distribusi 49,63% long dan 50,37% short di platform utama, memperlihatkan posisi hampir seimbang yang menjadi perhatian institusi. Rasio ini sangat prediktif ketika terjadi ketimpangan ekstrem, karena posisi yang sangat miring memperlihatkan potensi kelelahan pasar.
Data likuidasi memperjelas sinyal ini. Aktivitas futures MON terbaru menunjukkan posisi short menyumbang 75-78% volume likuidasi saat koreksi, menciptakan efek berantai yang memicu pembalikan tajam. Jika likuidasi terkonsentrasi di level harga tertentu, penutupan paksa posisi yang merugi dapat membalik momentum karena trader terkena stop out secara otomatis. Fenomena ini sangat menonjol di fase pasar volatil, saat posisi leverage berkumpul di zona support atau resistance serupa.
Korelasi antara posisi ekstrem dan pembalikan harga dapat diamati lewat studi kasus. Jika rasio long-short melewati ambang ekstrem jauh dari ekuilibrium 50%, pergerakan harga berikutnya sering berbalik arah dari posisi dominan. Dominasi institusi di pasar derivatif menjadikan perubahan rasio ini sinyal reposisi terukur, bukan sekadar sentimen retail, sehingga menjadi indikator prediktif yang solid bagi trader yang menganalisis kontrak perpetual MON di Gate maupun bursa derivatif utama.
Strategi hedging derivatif institusi meninggalkan pola khas pada data open interest opsi, sehingga trader dapat mengakses ekspektasi pasar institusional. Ketika institusi menempatkan hedging pada opsi MON dan aset serupa, aktivitas tersebut membentuk pola open interest yang mengungkap preferensi arah dan manajemen risiko mereka. Peningkatan open interest bersama kenaikan harga menandakan posisi bullish yang kuat—institusi membangun strategi protektif baru atau taruhan arah. Sebaliknya, penurunan open interest saat harga reli menunjukkan bahwa institusi mulai menutup posisi, menandakan keyakinan terhadap kenaikan harga mulai melemah.
Keterkaitan antara dinamika open interest dan ekspektasi institusi menjadi jelas saat menganalisa antisipasi volatilitas. Konsentrasi open interest tinggi di harga strike tertentu sering mendahului pergerakan harga besar, karena pelaku utama pasar bersiap menghadapi perubahan volatilitas. Opsi MON membuktikan fenomena ini dengan open interest mencapai $2,1 miliar, mencerminkan keyakinan institusi terhadap pengembangan ekosistem dan keterlibatan pasar. Jika trader melihat open interest naik bersamaan dengan harga stabil atau turun, biasanya institusi sedang membangun strategi protektif, menandakan ekspektasi volatilitas ke depan walau arah harga saat ini belum berubah.
Pola hedging institusi juga berhubungan dengan transisi sentimen pasar secara makro. Memantau pertumbuhan open interest pada opsi call atau put mengungkap kecenderungan institusi—bullish atau bearish. Lonjakan open interest put dengan premi meningkat menandakan posisi defensif, sedangkan konsentrasi call mengindikasikan strategi ofensif. Perilaku hedging ini merupakan indikator utama yang sering mendahului pergerakan pasar retail dalam hitungan hari atau minggu, sehingga trader canggih dapat menyesuaikan posisi dengan ekspektasi institusi sebelum penemuan harga terjadi secara luas.
Likuiditas derivatif $115 juta pada MON token merupakan infrastruktur pasar yang sangat besar, memperlihatkan posisi trader profesional di ekosistem derivatif kripto. Volume signifikan pada kontrak futures dan opsi ini menunjukkan minat institusi yang kuat, namun penempatan pasar yang berhati-hati yang tercermin pada data likuidasi dan funding rate menandakan investor tetap waspada meski Monad menawarkan fundamental Layer 1 blockchain yang unggul. Tingkat likuiditas derivatif ini menjadi sinyal penting—open interest tinggi yang dibarengi funding rate moderat mencerminkan risiko yang seimbang, bukan sekadar spekulasi berlebihan.
Kinerja teknis Monad sebagai platform Layer 1 yang mampu beroperasi 100x hingga 1.000x lebih cepat dari blockchain lain berhubungan erat dengan penempatan derivatif yang cermat. Kenaikan harga 6,51% dalam 24 jam terakhir menunjukkan minat organik, namun pola likuidasi yang hati-hati menandakan trader membangun posisi dengan penuh pertimbangan. Perilaku pasar derivatif ini menunjukkan bahwa aplikasi nyata MON di dunia DeFi terus berkembang melalui throughput yang meningkat dan latensi yang rendah, sementara pelaku pasar memvalidasi adopsi lewat penempatan derivatif yang berkelanjutan, bukan volatilitas spekulatif. Likuiditas derivatif $115 juta memberikan kedalaman yang dibutuhkan untuk manajemen risiko institusional, memungkinkan trader mengeksekusi strategi hedging yang canggih sejalan dengan pengembangan infrastruktur Monad.
Open interest futures adalah jumlah total kontrak aktif di pasar. Peningkatan open interest menandakan partisipasi pasar yang meningkat dan potensi volatilitas harga; OI tinggi biasanya menjadi sinyal pergerakan harga besar di masa mendatang. Penurunan OI menunjukkan momentum melemah. Open interest saja tidak menentukan arah harga, tetapi jika dikombinasikan dengan funding rate dan data likuidasi, menjadi indikator sentimen penting untuk mengidentifikasi pembalikan tren dan peluang ekspansi volatilitas.
Funding rate adalah biaya berkala yang dipertukarkan antara trader long dan short di kontrak futures perpetual. Funding rate tinggi menandakan sentimen bullish yang sangat kuat dan posisi long lebih dominan, sehingga berpotensi memicu risiko koreksi harga ke depan.
Data likuidasi mengidentifikasi sentimen pasar dengan menampilkan level harga berisiko tinggi tempat penutupan paksa terjadi. Zona likuidasi tinggi menjadi indikator pembalikan. Analisis konsentrasi likuidasi membantu memproyeksi pergerakan harga penting dan titik balik pasar secara efektif.
Kenaikan open interest umumnya menandakan momentum bullish, menunjukkan posisi long baru yang masuk pasar. Namun, level yang sangat tinggi bisa menjadi penanda ekses dan risiko pembalikan arah.
Funding rate negatif berarti posisi short membayar long, menandakan sentimen pasar bearish. Mekanisme ini membantu menyesuaikan harga kontrak perpetual dengan spot, memperlihatkan kecenderungan pasar ke arah short. Pemegang long menerima kompensasi selama periode ini.
Peristiwa likuidasi besar menyebabkan penurunan harga tajam dan volatilitas ekstrem di pasar kripto. Peristiwa Oktober 2025 memicu likuidasi senilai $191–195 miliar (estimasi aktual $300–400 miliar), dengan Bitcoin turun 12–15% dan Ethereum jatuh 17–18% dalam beberapa jam. Pasar pulih dalam 48–72 jam, mengembalikan nilai $219 miliar, menunjukkan ketahanan meski terjadi gangguan besar dalam jangka pendek.
Pantau open interest tinggi untuk mendeteksi tren kuat, ikuti funding rate ekstrem sebagai sinyal pembalikan, dan analisis konsentrasi likuidasi di level harga utama. Ketika ketiganya selaras—OI meningkat, funding rate tinggi, dan likuidasi terkonsentrasi—itu menandakan potensi breakout atau crash. Gunakan konvergensi ini untuk mengoptimalkan strategi entry, exit, dan manajemen risiko.
Di pasar bullish, sinyal derivatif biasanya menunjukkan kondisi oversold, menandakan potensi uptrend. Di pasar bearish, sinyal memperlihatkan level overbought, menandakan tren turun berkelanjutan atau kemungkinan pembalikan. Funding rate melonjak saat bull run dan menjadi negatif di pasar bearish, mencerminkan perubahan sentimen pasar.
Investor ritel dapat memantau open interest futures untuk membaca sentimen pasar, melacak funding rate guna mendeteksi posisi ekstrem, dan mengamati data likuidasi untuk menghindari level berisiko. Penggunaan sinyal ini bersama diversifikasi dan pengelolaan ukuran posisi membantu mengoptimalkan manajemen risiko portofolio.











