

Sebelum menjual saham di Robinhood, Anda perlu memahami cara kerja platform serta pilihan yang tersedia. Robinhood adalah aplikasi perdagangan tanpa komisi yang telah mengubah dunia investasi ritel dengan akses mudah ke saham, ETF, dan mata uang kripto. Proses penjualan saham dibuat sederhana, namun pemahaman tentang tipe order dan waktu pasar sangat memengaruhi hasil perdagangan serta kinerja portofolio Anda.
Saat menjual saham di Robinhood, Anda dapat memilih dari tiga tipe order utama, masing-masing melayani tujuan strategi berbeda:
Market Order: Tipe order ini langsung menjual saham Anda pada harga pasar terbaik yang tersedia. Market order mengutamakan kecepatan eksekusi, cocok jika Anda ingin segera keluar dari posisi. Namun, saat volatilitas tinggi, harga eksekusi bisa berbeda dari harga yang tampil akibat pergerakan pasar yang cepat.
Limit Order: Limit order memungkinkan Anda menentukan harga minimum spesifik untuk penjualan saham. Order hanya akan dieksekusi jika harga pasar mencapai atau lebih baik dari harga yang Anda tentukan. Anda jadi lebih mengontrol harga jual, tetapi order bisa saja tidak tereksekusi jika target harga tidak tercapai.
Stop Order: Dikenal juga sebagai stop-loss order, tipe ini berubah menjadi market order setelah harga saham menyentuh harga pemicu yang telah Anda tentukan. Stop order biasa digunakan untuk membatasi kerugian atau melindungi profit dengan penjualan otomatis saat harga bergerak berlawanan dengan posisi Anda.
Pada kuartal terakhir, Robinhood melaporkan lebih dari 23 juta akun aktif dengan volume perdagangan harian melebihi $2,5 miliar (sesuai laporan pendapatan resmi). Likuiditas tinggi ini memastikan sebagian besar penjualan saham dapat dieksekusi dengan cepat di jam perdagangan reguler. Namun, harga eksekusi tetap bisa dipengaruhi volatilitas, terutama saat pembukaan dan penutupan pasar. Memahami dinamika tersebut membantu Anda memilih tipe order dan waktu yang sesuai untuk tujuan trading Anda.
Menjawab pertanyaan inti bagaimana cara menjual saham di Robinhood, berikut panduan lengkap langkah demi langkah:
Buka dan Akses Akun: Buka aplikasi Robinhood di smartphone Anda atau akses versi web melalui browser. Login dengan kredensial Anda, dan pastikan otentikasi dua faktor sudah diaktifkan untuk keamanan ekstra.
Masuk ke Portofolio: Setelah login, ketuk ikon portofolio (umumnya di bagian bawah layar). Anda akan melihat seluruh aset Anda, mulai dari saham, ETF, hingga mata uang kripto beserta nilai dan performa saat ini.
Pilih Saham: Cari dan ketuk saham yang ingin Anda jual. Anda akan melihat detail harga saham terkini, biaya rata-rata, total return, serta pergerakan harga terakhir.
Mulai Transaksi: Temukan tombol "Trade" yang biasanya terlihat jelas di halaman detail saham. Tekan tombol tersebut, lalu pilih "Sell" dari menu yang muncul.
Tentukan Jumlah: Masukkan jumlah saham yang akan dijual. Anda bisa menjual seluruh atau sebagian posisi. Robinhood menampilkan estimasi hasil penjualan berdasarkan harga pasar saat ini.
Pilih Tipe Order: Tentukan apakah Anda ingin market order (eksekusi langsung), limit order (jual di harga tertentu atau lebih baik), atau stop order (jual otomatis saat harga mencapai level tertentu). Setiap opsi punya konsekuensi berbeda untuk kecepatan dan kontrol harga.
Tinjau dan Konfirmasi: Pastikan semua detail order sudah benar, mulai dari jumlah, tipe order, estimasi hasil, hingga biaya dan ketentuan lain. Jika sudah sesuai, tekan "Confirm" atau "Submit Order" untuk menyelesaikan transaksi.
Robinhood akan mengeksekusi order Anda sesuai kondisi pasar dan tipe order yang dipilih. Untuk market order di jam reguler (09.30-16.00 ET), eksekusi biasanya instan. Limit dan stop order bisa lebih lama terealisasi, tergantung harga saham mencapai level yang Anda tentukan. Setelah order terkirim, Anda menerima notifikasi konfirmasi dan order akan muncul di riwayat akun untuk pemantauan status secara real-time.
Walaupun Robinhood sangat ramah pengguna untuk penjualan saham, ada sejumlah faktor dan potensi kesalahan yang perlu diperhatikan agar terhindar dari kerugian yang tidak diinginkan:
Settlement Period: Setelah menjual saham, dana tidak langsung tersedia untuk ditarik. Sesuai regulasi SEC, transaksi saham mengikuti siklus penyelesaian T+2, artinya dana baru bisa digunakan dua hari kerja setelah tanggal transaksi. Namun, dana belum settle tetap bisa dipakai membeli sekuritas lain. Memahami jadwal ini penting untuk manajemen kas dan menghindari pelanggaran good faith.
Dampak Pajak: Penjualan saham memicu pajak capital gain, tergantung lama kepemilikan. Capital gain jangka pendek (di bawah satu tahun) dikenakan tarif pajak penghasilan biasa, sementara capital gain jangka panjang (di atas satu tahun) mendapatkan tarif lebih rendah. Selalu catat basis biaya dan konsultasikan dengan ahli pajak jika transaksi Anda signifikan atau melibatkan situasi khusus seperti wash sale atau gain besar.
Jam Perdagangan dan Extended Hours: Jam reguler pasar saham adalah 09.30-16.00 ET di hari kerja. Robinhood juga menyediakan perdagangan di luar jam reguler (pre-market: 09.00-09.30 & after-hours: 16.00-18.00 ET), namun likuiditas saat itu lebih rendah sehingga spread bid-ask lebih lebar dan harga eksekusi cenderung kurang menguntungkan. Bagi investor ritel, jam reguler umumnya memberikan kualitas eksekusi dan penemuan harga terbaik.
Eksekusi Order dan Slippage: Saat pasar sangat volatil atau saham kurang likuid, market order bisa tereksekusi di harga yang berbeda jauh dari ekspektasi. Fenomena slippage ini sering terjadi saat berita besar atau pembukaan pasar. Berdasarkan laporan FINRA, investor ritel semakin sering mengalami slippage di kondisi volatil, sehingga pemahaman jenis order dan penggunaan limit order sangat penting jika presisi harga dibutuhkan.
Pattern Day Trading Rules: Jika Anda tergolong pattern day trader (empat atau lebih day trade dalam lima hari kerja), saldo minimal akun harus $25.000. Jika di bawah ambang ini, Anda bisa terkena pembatasan transaksi. Perhatikan aturan ini jika sering melakukan jual beli di hari yang sama.
Dengan memahami faktor-faktor ini dan merencanakan dengan baik, Anda dapat menjalankan penjualan saham lebih efektif dan menghindari kesalahan yang dapat merugikan hasil investasi atau menimbulkan komplikasi tak terduga.
Robinhood terus meningkatkan platformnya dengan fitur keamanan baru dan pengalaman pengguna yang diperbarui. Baru-baru ini, perusahaan menghadirkan sejumlah pembaruan penting untuk meningkatkan perlindungan akun dan transparansi aktivitas perdagangan.
Salah satu peningkatan utama adalah penambahan otentikasi dua faktor (2FA) menggunakan aplikasi authenticator, selain verifikasi SMS standar. Fitur ini memberi keamanan ekstra terhadap akses tidak sah. Pengguna sangat dianjurkan mengaktifkan seluruh opsi keamanan, termasuk biometrik (sidik jari atau pengenalan wajah) pada perangkat mobile.
Robinhood juga memperkenalkan notifikasi transaksi real-time agar pengguna lebih mudah memantau aktivitas perdagangan. Notifikasi instan ini menginformasikan saat order tereksekusi, limit order terpicu, atau terjadi pergerakan harga signifikan pada saham yang dipantau. Fitur ini membantu trader tetap terupdate dan responsif terhadap perubahan pasar tanpa harus terus mengecek aplikasi.
Di sektor perdagangan aset digital dan sekuritas, keamanan tetap menjadi prioritas utama. Analisis industri terbaru menekankan pentingnya perlindungan akun yang kuat, terutama menghadapi ancaman siber yang terus berkembang. Tim keamanan Robinhood rutin memperbarui sistem untuk mengatasi kerentanan baru demi melindungi dana pengguna.
Langkah terbaik menjaga keamanan akun meliputi:
Dengan mengikuti perkembangan dan menerapkan perlindungan yang dianjurkan, Anda dapat melakukan trading di Robinhood dengan keyakinan dan keamanan yang optimal.
Untuk hasil maksimal dan keputusan lebih cermat saat menjual saham di Robinhood, terapkan strategi serta praktik terbaik berikut:
Atur Notifikasi Harga Strategis: Robinhood memungkinkan pengaturan alert harga khusus untuk setiap saham di portofolio atau watchlist Anda. Manfaatkan fitur ini untuk memantau saham target dan menerima notifikasi saat harga mencapai level tertentu. Ini memudahkan Anda bertindak cepat tanpa harus terus mengawasi pasar. Misalnya, jika menunggu saham mencapai target profit atau ingin membatasi kerugian, alert harga membantu eksekusi strategi secara efisien.
Manfaatkan Limit Order untuk Kontrol Harga: Pada kondisi pasar volatile atau saat trading saham dengan spread bid-ask lebar, limit order memberi kontrol lebih pada harga eksekusi. Market order mengutamakan kecepatan, sedangkan limit order memastikan Anda tidak menjual di bawah harga minimal yang diinginkan. Fitur ini sangat berguna saat pengumuman earnings atau berita besar yang memicu fluktuasi harga. Pertimbangkan menetapkan harga limit sedikit di bawah harga pasar agar peluang order tereksekusi tetap besar namun tetap terlindungi dari pergerakan harga buruk.
Update Informasi Tren Pasar: Strategi penjualan efektif memerlukan pemahaman tren ekonomi makro dan perkembangan perusahaan. Ikuti berita finansial terpercaya, pantau laporan earnings, serta amati tren sektor yang memengaruhi portofolio. Dengan memahami konteks pasar, Anda dapat menentukan waktu penjualan dan mengidentifikasi apakah perubahan harga bersifat sementara atau refleksi dari perubahan fundamental saham.
Review Portofolio Rutin: Jadwalkan evaluasi portofolio secara mingguan, bulanan, atau triwulan sesuai gaya trading Anda. Nilai apakah kepemilikan masih sesuai dengan tujuan investasi dan toleransi risiko. Saat review, analisa performa tiap posisi, lakukan rebalancing jika perlu, serta identifikasi saham yang sudah tidak relevan dengan strategi Anda. Pendekatan disiplin ini menghindarkan Anda dari keputusan emosional dan memastikan portofolio tetap sejalan dengan target keuangan.
Pertimbangkan Tax-Loss Harvesting: Menjelang akhir tahun, tinjau posisi saham yang diperdagangkan di bawah harga beli. Menjual posisi rugi untuk merealisasikan capital loss dapat mengimbangi capital gain dari investasi lain sehingga beban pajak berkurang. Namun, perhatikan aturan wash sale yang melarang pembelian kembali sekuritas serupa dalam 30 hari sebelum atau sesudah penjualan.
Gunakan Dollar-Cost Averaging secara Terbalik: Seperti Anda menambah posisi bertahap dengan dollar-cost averaging, pertimbangkan keluar posisi secara bertahap daripada langsung menjual seluruhnya. Strategi ini ("dollar-cost averaging out") membantu mengurangi dampak volatilitas harga jangka pendek dan bisa meningkatkan rata-rata harga keluar Anda.
Dengan menerapkan strategi optimalisasi ini, Anda dapat mengambil keputusan penjualan yang lebih terinformasi, mengelola risiko lebih baik, dan meningkatkan hasil investasi di Robinhood.
Penjualan saham di Robinhood umumnya dikreditkan ke akun dalam satu hari kerja. Sebagian besar transaksi selesai dalam 24 jam secara instan.
Tidak ada biaya trading yang dibebankan Robinhood untuk penjualan saham. Namun, ada biaya bursa kecil yang dipotong dan bukan merupakan biaya dari Robinhood.
Robinhood mendukung market order, limit order, stop-loss order, dan stop-limit order. Market order langsung dieksekusi di harga saat ini, limit order menetapkan harga target spesifik, stop-loss order otomatis terpicu di harga tertentu untuk membatasi kerugian, dan stop-limit order menggabungkan kedua fitur untuk kontrol harga lebih presisi.
Ya. Penjualan saham memicu pajak capital gain. Gain jangka pendek (di bawah satu tahun) dikenakan tarif pajak penghasilan biasa yang lebih tinggi. Gain jangka panjang (lebih dari satu tahun) mendapat perlakuan pajak lebih ringan. Anda akan menerima formulir 1099 untuk pelaporan pajak.
Robinhood tidak membatasi jumlah penjualan saham harian. Namun, jika saldo akun di bawah $25.000, trading yang sering bisa memicu pembatasan aturan day trading. Jika saldo di atas $25.000, aturan tersebut tidak berlaku.
Pilih saham, pilih Sell, lalu tetapkan harga stop. Robinhood akan otomatis menjual saat harga turun ke level tersebut. Konfirmasi untuk mengaktifkan stop-loss order.











