
Aave telah mengukuhkan diri sebagai pemimpin utama dalam pinjaman keuangan terdesentralisasi, menguasai pangsa pasar sebesar 65% di tahun 2025. Dominasi ini tercermin dari rekor pinjaman aktif senilai $30,5 miliar, hampir dua pertiga dari total pasar DeFi lending yang mencapai $46,72 miliar. Total value locked (TVL) protokol ini menembus rekor $73,2 miliar, menandakan lonjakan adopsi pengguna dan efisiensi modal yang luar biasa.
Dominasi pasar Aave semakin jelas bila menilik berbagai metrik utama di industri DeFi lending:
| Metrik | Aave | Total Pasar DeFi Lending |
|---|---|---|
| Pinjaman Aktif | $30,5M | $46,72M |
| Pangsa Pasar | 65% | 100% |
| Total Value Locked | $73,2M | ~$219M (seluruh DeFi) |
Kinerja Aave pada kuartal II 2025 begitu mencolok, dengan lonjakan TVL sebesar 52%—jauh melampaui pertumbuhan sektor DeFi secara keseluruhan yang hanya 26% di periode yang sama. Percepatan ini didorong oleh peningkatan pendapatan protokol, efisiensi modal yang optimal, serta keberhasilan penerapan solusi pinjaman lintas blockchain.
Kepemimpinan pasar menempatkan Aave sebagai salah satu protokol dengan pendapatan tertinggi di seluruh ekosistem DeFi. Di antara protokol yang sepenuhnya terdesentralisasi, Aave kini menduduki posisi ketiga dalam perolehan biaya mingguan, di bawah Pump.fun dan Uniswap, mempertegas peran vitalnya dalam infrastruktur keuangan terdesentralisasi.
Aave menegaskan posisi sebagai protokol DeFi terdepan dengan ekspansi ke berbagai jaringan blockchain di luar Ethereum, seperti Polygon, Avalanche, dan lainnya. Strategi multi-chain ini membuka akses lebih luas bagi pengguna sekaligus menekan biaya transaksi dan mengurangi kemacetan yang sering terjadi pada protokol satu rantai. Fitur lintas-chain Aave memungkinkan peminjam dan pemberi pinjaman berpartisipasi di DeFi tanpa batasan ekosistem blockchain pilihan.
Keunggulan Aave terletak pada kerangka dukungan aset yang komprehensif. Protokol ini menerima lebih dari 30 jenis cryptocurrency sebagai agunan, membentuk ekosistem pinjaman yang beragam dan melampaui banyak kompetitor.
| Fitur | Aave | Pesaing Umum |
|---|---|---|
| Jaringan yang Didukung | Ethereum, Polygon, Avalanche, lainnya | Hanya Ethereum |
| Aset Agunan | 30+ token didukung | Pilihan terbatas |
| Manajemen Risiko | Isolation Mode untuk adopsi aset yang lebih aman | Model risiko standar |
Penerapan Isolation Mode oleh Aave menjadi terobosan signifikan, memungkinkan platform mengintegrasikan aset baru yang berisiko tanpa mengancam protokol secara keseluruhan. Langkah inovatif ini menjaga kapitalisasi pasar Aave di angka $3,4 miliar dan mendukung token eksperimental yang berpotensi membawa risiko sistemik. Strategi multi-chain beserta ragam agunan yang diadopsi, menjadikan lingkungan DeFi Aave lebih fleksibel dan inklusif bagi pengguna lintas ekosistem blockchain.
GHO adalah inovasi strategis di ekosistem Aave yang memperkuat daya tarik platform melalui desain stablecoin terdesentralisasi yang unik. Berbeda dengan stablecoin tradisional, GHO dicetak langsung dalam protokol Aave dengan pengguna menyediakan agunan. Integrasi native ini menghadirkan mekanisme retensi pengguna melalui bunga pinjaman khusus bagi pemegang AAVE yang di-stake.
Manfaat ekonomi GHO tersebar ke berbagai pihak, menciptakan keunggulan ekosistem yang berkelanjutan:
| Pemangku Kepentingan | Manfaat GHO |
|---|---|
| Pengguna | Biaya pinjaman lebih rendah via diskon stkAAVE |
| Aave DAO | 100% pendapatan bunga dari pinjaman GHO |
| Ekosistem | Likuiditas dan komposabilitas meningkat |
Model tata kelola komunitas GHO memperkuat keterlibatan pengguna, di mana parameter seperti bunga dan syarat agunan sepenuhnya diatur oleh Aave DAO. Pendekatan desentralisasi ini terbukti menarik, tercermin dari ekspansi GHO ke jaringan di luar Ethereum seperti Base, sehingga meningkatkan akses dan utilitas.
Peluncuran sGHO, versi GHO yang menghasilkan yield melalui Aave Savings Rate, menambah insentif bagi pengguna untuk tetap menggunakan ekosistem Aave. Mekanisme ini mengubah GHO dari sekadar stablecoin menjadi aset produktif, memperkuat loyalitas pengguna sekaligus menciptakan pendapatan berkelanjutan bagi protokol. Data membuktikan GHO telah menjadi fondasi utama strategi Aave dalam memperluas revenue stream dan memperkokoh posisi di sektor DeFi.
Ya, Aave adalah crypto dengan prospek kuat di DeFi. Rekam jejak yang solid dan tingkat kepercayaan pengguna tinggi menjadikannya pilihan investasi menarik bagi yang optimis terhadap keuangan terdesentralisasi.
Aave coin merupakan token native dari protokol Aave, platform pinjaman terdesentralisasi yang dipakai untuk tata kelola dan agunan di ekosistemnya.
Menurut tren pasar, Aave diperkirakan mencapai nilai rata-rata $244,59 di tahun 2025, dengan kisaran antara $195,87 hingga $340,30.
Elon Musk tidak memiliki koin crypto resmi. Namun, Dogecoin (DOGE) paling sering diasosiasikan dengan dirinya karena endorsement dan dukungan yang rutin ia berikan.








