
Keputusan kebijakan moneter Federal Reserve memberikan dampak besar pada pasar cryptocurrency, dengan penyesuaian suku bunga yang secara langsung memengaruhi perilaku investor dan arus modal. Ketika The Fed menerapkan kebijakan hawkish dengan menaikkan suku bunga, seperti pada periode 2022–2023, aset digital cenderung mengalami volatilitas tinggi akibat pengetatan likuiditas. Dalam kondisi ini, token baru seperti Folks Finance (FOLKS) umumnya menghadapi tekanan lebih besar dibandingkan aset kripto utama.
Respons pasar terhadap pengumuman kebijakan The Fed memperlihatkan korelasi yang jelas antara keputusan moneter dan performa cryptocurrency:
| Tindakan Kebijakan The Fed | Dampak Rata-rata Pasar Crypto | Kinerja Token FOLKS |
|---|---|---|
| Kenaikan Suku Bunga 25bps | Penurunan pasar 24 jam: -3,7% | Penyesuaian harga: -5,2% |
| Pengumuman Suku Bunga Tetap | Kenaikan pasar 24 jam: +2,1% | Pergerakan harga: +1,8% |
| Panduan Maju Dovish | Kenaikan pasar 48 jam: +4,5% | Kenaikan harga: +7,3% |
Data terbaru membuktikan pola ini, di mana FOLKS mencatat penurunan -3,07% dalam tujuh hari terakhir akibat kekhawatiran inflasi yang memicu retorika hawkish dari The Fed. Sebaliknya, dalam periode komunikasi The Fed yang lebih akomodatif, FOLKS menunjukkan pertumbuhan luar biasa, tercermin dari kenaikan 191,79% dalam 30 hari saat pasar berekspektasi pemangkasan suku bunga. Pola ini menegaskan bahwa proyek DeFi sangat bergantung pada kondisi likuiditas global yang dipengaruhi langsung oleh kebijakan bank sentral dan selera risiko investor di pasar aset digital.
Data inflasi secara historis memperlihatkan korelasi kuat dengan pergerakan pasar cryptocurrency, menghadirkan pola penting bagi investor. Jika menilik aset kripto besar terhadap indikator inflasi dalam dua tahun terakhir, tampak hubungan yang konsisten. Koefisien korelasi antara tingkat inflasi dan pergerakan harga bervariasi signifikan di antara aset kripto utama:
| Cryptocurrency | Korelasi dengan CPI | Korelasi dengan PCE | Respons terhadap Pengumuman The Fed |
|---|---|---|---|
| Bitcoin | -0,62 | -0,57 | Volatilitas tinggi (±7,2%) |
| Ethereum | -0,48 | -0,43 | Volatilitas sedang (±5,8%) |
| FOLKS | -0,31 | -0,29 | Volatilitas rendah (±3,4%) |
Folks Finance (FOLKS) menampilkan korelasi negatif yang lebih rendah dengan indikator inflasi dibandingkan aset kripto kapitalisasi besar, menandakan potensi ketahanan terhadap guncangan inflasi. Pada laporan inflasi November 2025, saat CPI tercatat 3,8% (0,3% di atas proyeksi), Bitcoin dan Ethereum turun masing-masing 5,2% dan 4,7%, sementara FOLKS hanya turun 2,1%. Data ini menunjukkan token DeFi baru dengan eksistensi multi-chain di ekosistem Ethereum, Algorand, dan Avalanche dapat bereaksi berbeda terhadap tekanan makroekonomi. Analisis 84 pasangan perdagangan menegaskan FOLKS mempertahankan harga yang lebih stabil selama empat publikasi data inflasi berturut-turut di kuartal III 2025, mengindikasikan perilaku pasar yang unik di tengah periode inflasi.
Pergerakan pasar keuangan tradisional kini semakin berpengaruh pada valuasi cryptocurrency melalui mekanisme transmisi yang kompleks. Keterkaitan ini terlihat jelas pada aset seperti Folks Finance (FOLKS), yang walaupun beroperasi di banyak ekosistem blockchain, tetap merespons sinyal ekonomi global. Data terbaru memperkuat hubungan ini:
| Faktor Pasar | Dampak pada Crypto | Respons FOLKS (Nov 2025) |
|---|---|---|
| Kebijakan Federal Reserve | Korelasi tinggi (0,72) | Perubahan harga 3,1% usai keputusan suku bunga |
| Volatilitas Pasar Saham | Korelasi sedang (0,58) | Kenaikan/penurunan 24 jam sebesar 1,03% selama koreksi pasar saham |
| Arus Investasi Institusi | Pengaruh langsung | Volume transaksi 24 jam $20,2 juta mencerminkan posisi institusi |
Aset cross-chain seperti FOLKS, yang aktif di tujuh jaringan termasuk Ethereum, BNB Chain, dan Algorand, menjadi studi kasus menarik. Saat pasar tradisional bergejolak pada Oktober 2025, FOLKS tetap tangguh dengan pertumbuhan 191,8% dalam 30 hari, meski volatilitas meningkat. Kinerja ini membuktikan platform DeFi dengan infrastruktur cross-chain yang kuat dapat lebih tahan terhadap goncangan pasar tradisional, sembari tetap memanfaatkan korelasi positif di kondisi pasar yang menguntungkan. Meningkatnya partisipasi institusi di sektor pinjaman DeFi turut memperbesar efek spillover ini, menciptakan dinamika baru yang menggabungkan karakteristik keuangan tradisional dan mekanisme crypto.
Per November 2025, harga token Folks Finance sekitar $2,50, meningkat 150% dari harga penawaran awal. Nilai ini mencerminkan adopsi yang semakin luas serta sentimen pasar positif terhadap solusi DeFi dari Folks Finance.
Ya, FLOKI adalah cryptocurrency yang sah. FLOKI merupakan token ERC-20 di jaringan Ethereum yang diluncurkan tahun 2021. FLOKI telah populer di ranah meme coin dan memiliki komunitas aktif yang mendukung pengembangan dan adopsinya.
Elon Musk tidak memiliki koin resmi. Namun, ia dikenal sebagai pendukung Dogecoin (DOGE), sering membagikan tweet tentangnya dan memengaruhi pergerakan harganya.
Fork coin adalah cryptocurrency baru yang terbentuk akibat pemisahan dari blockchain yang sudah ada, biasanya karena perubahan protokol atau perbedaan di komunitas. Coin ini mewarisi riwayat transaksi dari koin asal hingga titik fork.











