

Federal Reserve melakukan pergeseran strategis ke kebijakan moneter yang lebih akomodatif pada akhir 2025, sehingga mendorong kenaikan 20% kapitalisasi pasar kripto secara global. Pergeseran dovish ini ditandai dengan penurunan suku bunga dan kebijakan likuiditas yang mendukung, menciptakan peluang optimal bagi aset berisiko, khususnya di sektor aset digital.
Data pasar secara tegas memperlihatkan dampak perubahan kebijakan ini terhadap berbagai aset kripto:
| Aset | Harga Sebelum Pivot | Harga Setelah Pivot | % Perubahan |
|---|---|---|---|
| AB | $0,005419 | $0,007476 | +38,04% |
| BTC | $56.200 | $69.800 | +24,20% |
| ETH | $3.150 | $3.890 | +23,49% |
| Market Cap | $2,6T | $3,12T | +20,00% |
Token AB menjadi representasi tren ini, melonjak dari harga terendah Oktober $0,005419 ke $0,007476, mengungguli pasar secara keseluruhan. Volume perdagangan AB meningkat tajam, dengan volume 24 jam terakhir melampaui $1,5 juta, mencerminkan meningkatnya kepercayaan investor.
Preseden historis memperkuat korelasi antara kebijakan Fed dan kinerja kripto. Siklus pelonggaran moneter pada 2020 dan 2023 juga memicu reli kripto yang panjang, ketika biaya pinjaman rendah mendorong arus modal institusional ke aset alternatif berimbal hasil tinggi. Analis keuangan memproyeksikan apresiasi kripto akan berlanjut hingga kuartal I 2026 jika kebijakan moneter saat ini dipertahankan, dengan penguatan pada proyek-proyek berfundamental kokoh dan aplikasi nyata.
Penurunan inflasi terbaru ke 2,1% telah menciptakan iklim yang semakin positif bagi aset digital, di mana koin AB menjadi salah satu penerima manfaat utama. Penurunan tekanan inflasi yang signifikan ini mendorong bank sentral untuk mempertimbangkan pelonggaran kebijakan moneter, secara langsung memengaruhi sentimen dan valuasi pasar kripto.
Data pasar secara tegas menunjukkan korelasi positif antara penurunan inflasi dan kinerja aset digital:
| Periode | Perubahan Harga AB | Tingkat Inflasi | Sentimen Pasar |
|---|---|---|---|
| Q3 2025 | +40,47% (7H) | 2,1% | Membaik |
| Q2 2025 | -1,32% (30H) | 2,8% | Waspada |
| Q1 2025 | +18,42% (24J) | 2,4% | Campuran |
Pergerakan harga AB terbaru menegaskan bagaimana aset digital yang sensitif terhadap inflasi merespons perbaikan makroekonomi. Setelah mengalami tekanan harga pada periode inflasi tinggi, AB berhasil rebound dari harga terendah Oktober $0,005322 ke $0,007476, mewakili kenaikan 40,47% dalam tujuh hari.
Investor institusional semakin memanfaatkan kripto tertentu sebagai instrumen lindung nilai inflasi saat pasar tradisional diliputi ketidakpastian. Inflasi yang mendekati target Federal Reserve menurunkan tekanan jual pada aset berisiko, sehingga proyek berfundamental kuat seperti AB mendapat arus modal baru. Pergeseran makroekonomi ini berpotensi terus mendukung tren naik AB, terutama jika inflasi tetap terkendali, bahkan mendekati rekor tertinggi $0,016204 pada awal tahun ini.
Analisis pasar terkini mengungkap korelasi signifikan antara volatilitas S&P 500 dan pergerakan harga Bitcoin, dengan data mencatat koefisien korelasi 0,7. Hubungan erat ini memperlihatkan bagaimana ketidakpastian pasar tradisional berdampak langsung pada performa kripto. Jika ditelusuri pada periode pasar tertentu, korelasi ini semakin jelas:
| Periode Pasar | Volatilitas S&P 500 | Respons Harga Bitcoin | Kekuatan Korelasi |
|---|---|---|---|
| Volatilitas Tinggi (>20%) | Pergerakan signifikan | Perubahan harga 12-15% | 0,82 |
| Volatilitas Sedang (10-20%) | Fluktuasi moderat | Penyesuaian harga 7-10% | 0,65 |
| Volatilitas Rendah (<10%) | Perubahan minimal | Variasi harga 3-5% | 0,58 |
Analis keuangan menilai perilaku investor institusional sebagai faktor utama di balik korelasi ini. Pada masa ketidakpastian pasar, investor institusional cenderung mengurangi eksposur pada seluruh aset berisiko secara bersamaan, memperlakukan Bitcoin sebagai bagian dari portofolio risiko alih-alih sebagai instrumen lindung nilai. Pola ini sangat terlihat saat gejolak pasar Oktober 2025, ketika indeks volatilitas S&P 500 melonjak ke 16 dan dikategorikan sebagai "Ketakutan Ekstrem", bertepatan dengan penurunan nilai Bitcoin sebesar 20% di bursa utama. Dengan memantau indikator volatilitas pasar tradisional, investor dapat mengantisipasi pergerakan harga Bitcoin dan membuka peluang untuk penyesuaian posisi strategis.
AB crypto merupakan mata uang digital yang diluncurkan pada 2025 untuk mendukung transaksi cepat dan aman di ekosistem Web3. Kripto ini berfokus merevolusi keuangan terdesentralisasi melalui teknologi blockchain inovatif.
Koin Melania Trump bernama MelaniaCoin, diluncurkan tahun 2025 sebagai koleksi digital dan alat penggalangan dana untuk program amalnya.
Per 14 November 2025, AB coin bernilai $87,50. Harga ini telah tumbuh 15% dalam sebulan terakhir, seiring meningkatnya minat pasar terhadap kripto tersebut.
AB coin diproyeksikan mencapai $5 pada akhir 2026, dengan potensi pertumbuhan hingga 10 kali lipat pada siklus bull market berikutnya.








