


Keputusan moneter Federal Reserve menjadi faktor kunci yang menggerakkan performa Ondo Finance di pasar aset digital. Pergeseran Fed menuju pemangkasan suku bunga dan penghentian pengetatan kuantitatif meningkatkan likuiditas, menciptakan iklim positif bagi platform Real World Asset (RWA) seperti Ondo Finance.
Dampak perubahan kebijakan tersebut tercermin pada pencapaian Ondo yang mengesankan:
| Metrik | Nilai |
|---|---|
| Total Value Locked (TVL) | $1.788 miliar |
| Market Capitalization | $29,35 juta |
| Annualized Fees | $58,11 juta |
Penurunan suku bunga membuat investasi tradisional kurang menarik, sehingga modal beralih ke aset alternatif. Tren ini mendorong Ondo Finance menjadi pemimpin tokenisasi aset nyata, terutama U.S. Treasuries dan obligasi. Perkembangan Ondo sejalan dengan perubahan kebijakan Fed di tahun 2025 menuju penargetan inflasi fleksibel, yang mendorong reli pasar kripto secara luas.
Kejelasan regulasi dan kebijakan moneter yang suportif memperkuat kepercayaan investor terhadap platform penghubung keuangan tradisional dan teknologi blockchain. Hal ini terlihat dari lonjakan TVL Ondo, menempatkannya sebagai pelopor infrastruktur RWA kelas institusional.
Dengan membaiknya likuiditas akibat kebijakan Fed, Ondo Finance terus memperluas ekosistemnya lewat inovasi seperti Ondo Chain dan Ondo Global Markets—yang baru-baru ini mencatat rekor TVL lebih dari $240 juta untuk saham dan ETF yang ditokenisasi—menunjukkan keterkaitan langsung antara kebijakan makroekonomi dan performa platform.
Rilis data inflasi mendorong pergerakan pasar signifikan bagi token ONDO, dengan dinamika harga yang sangat berkorelasi dengan indikator ekonomi utama. Sepanjang 2024-2025, ONDO menunjukkan volatilitas yang tajam di sekitar pengumuman inflasi U.S., tercermin pada pola harga berikut:
| Periode | Poin Harga | % Perubahan | Respons Pasar terhadap Data Inflasi |
|---|---|---|---|
| Januari 2024 | $0,95 | Awal | Fase peluncuran token |
| September 2025 | $2,50 | +163% | Reli pasca data inflasi |
| Agustus 2025 | $1,13 | +12% | Respon 24 jam terhadap data CPI |
Korelasi ini terjadi karena inflasi memengaruhi kebijakan bank sentral, yang berdampak langsung pada likuiditas bagi platform tokenisasi RWA seperti Ondo Finance. Ketika data inflasi membuka peluang penyesuaian suku bunga, investor institusi mengatur ulang portofolio, biasanya meningkatkan alokasi ke aset alternatif termasuk sekuritas digital. Dinamika makro ekonomi ini menjelaskan lonjakan harga ONDO di masa ketidakpastian inflasi.
Analisis sentimen pasar menunjukkan peningkatan inflasi mendorong minat pada Treasury tokenisasi Ondo, karena investor mencari proteksi inflasi di luar pasar konvensional. Data empiris 2024-2025 mengonfirmasi tren ini, dengan ONDO masuk dalam jajaran 50 besar cryptocurrency berdasarkan kapitalisasi pasar, menegaskan pengaruh besar metrik inflasi pada valuasi token.
Pasar cryptocurrency kini semakin erat terhubung dengan pasar finansial tradisional, terutama di periode 2020 hingga 2025. Studi menunjukkan pasar saham menjadi sumber utama penularan volatilitas ke cryptocurrency, dengan Bitcoin sebagai aset digital yang paling terpengaruh. Mekanisme ini menciptakan pola prediktif pada pergerakan harga kripto saat terjadi gejolak pasar.
Keterkaitan antara pasar tradisional dan kripto dapat diidentifikasi dari data korelasi volatilitas berikut:
| Faktor Pasar | Dampak pada Aset Kripto | Kekuatan Korelasi |
|---|---|---|
| Pasar Saham | Sumber volatilitas utama | Tinggi (variasi 14-18%) |
| Indeks VIX | Korelasi harga terbalik | Signifikan |
| Imbal hasil Treasury | Dampak negatif pada harga | Sedang hingga tinggi |
| Kekuatan USD | Penekan harga | Kuat |
| Emas/Minyak | Sumber volatilitas sekunder | Sedang |
Selama peristiwa makroekonomi penting seperti pengumuman kebijakan Fed atau rilis data inflasi, harga kripto sangat sensitif terhadap pergerakan pasar tradisional. Indeks Consumer Price Index (CPI) dan Personal Consumption Expenditures (PCE) memperlihatkan hubungan jelas dengan tren pasar kripto. Bukti periode 2020-2025 menegaskan kondisi likuiditas pasar tradisional berpengaruh langsung pada volatilitas kripto, menciptakan risiko sistemik saat terjadi guncangan likuiditas di kedua sektor.
Ondo berpotensi mencapai $10 pada 2030, didorong pertumbuhan pasar DeFi dan RWA. Proyeksi ini mengacu pada inovasi Ondo di bidang tersebut, namun tetap bersifat spekulatif.
Ondo coin menghubungkan keuangan tradisional dan blockchain dengan melakukan tokenisasi aset dunia nyata seperti U.S. Treasuries di Layer 1 blockchain patuh regulasi, Ondo Chain. Tujuannya membuka akses global terhadap produk finansial kelas institusional.
Ondo coin diprediksi mencapai $1,08 pada Desember 2025 dengan outlook stabil. Token ini berpotensi mengalami pertumbuhan dan adopsi lebih luas di masa mendatang.
Ya, Ondo didukung dana BUIDL milik BlackRock. Kolaborasi ini memperkuat produk keuangan institusional Ondo.










