
Ekosistem blockchain mencatat pencapaian luar biasa dengan pertumbuhan alamat aktif pada AIA Chain sebesar 150% sepanjang tahun 2025. Lonjakan ini merefleksikan peningkatan besar dalam interaksi pengguna dan aktivitas platform, menjadikan AIA Chain salah satu jaringan blockchain dengan pertumbuhan tercepat tahun ini. Perkembangan ini sejalan dengan tren adopsi blockchain yang semakin luas di industri.
Pertumbuhan alamat aktif tersebut sejalan langsung dengan ekspansi ekosistem DeAgentAI yang kini meliputi infrastruktur Sui, BSC, dan BTC. Sebagai infrastruktur AI Agent terbesar di lingkungan tersebut, DeAgentAI berhasil menghadirkan kemampuan pengambilan keputusan otonom secara trustless bagi AI Agent di jaringan on-chain.
Data performa pasar berikut menggambarkan kemajuan teknologis yang terjadi:
| Metrik | Nilai | Perubahan |
|---|---|---|
| Market Cap | $280,6 juta | +28,49% (30 hari) |
| Harga | $2,82 | +139,43% (24 jam) |
| Total Supply | 1 miliar | Beredar: 99,5 juta |
| All-time High | $3,87 | Dicapai 6 Oktober 2025 |
Peningkatan jumlah alamat aktif membuktikan AIA Chain sukses mengatasi tiga tantangan utama AI di lingkungan terdistribusi: Identitas, Kontinuitas, dan Konsensus. Pencapaian ini menegaskan kepercayaan pelaku institusi dan ritel terhadap kerangka teknologi DeAgentAI, memperkuat reputasinya sebagai ekosistem AI agent yang kredibel di industri blockchain.
AIA Group mencatat pencapaian penting di tahun 2025, di mana volume transaksi melampaui $10 miliar disertai pertumbuhan nilai transaksi rata-rata sebesar 40%. Kinerja ini mencerminkan strategi ekspansi dan penguatan layanan lintas pasar yang dijalankan perusahaan. Trajektori pertumbuhan tersebut semakin jelas jika melihat data performa kuartalan berikut:
| Kuartal | Volume Transaksi | Nilai Transaksi Rata-rata | Pertumbuhan Pasar |
|---|---|---|---|
| Q1 2025 | $2,1 miliar | $3.250 | 14% |
| Q2 2025 | $2,9 miliar | $3.840 | 18% |
| Q3 2025 | $4,2 miliar | $4.550 | 25% |
Kuartal ketiga menjadi penentu, dengan AIA meraih pertumbuhan value of new business (VONB) sebesar 25% hingga US$1.476 juta. Keberhasilan ini didukung Premier Agency channel yang mendominasi industri, menghasilkan lebih dari 70% VONB Grup dan mencatat pertumbuhan 19%. Transformasi digital strategis AIA juga menghadirkan proses underwriting otomatis, berdampak signifikan pada efisiensi transaksi dan peningkatan nilai. Keuangan perusahaan yang solid diperkuat oleh kepercayaan pasar, tercermin dari kenaikan harga saham 5,04% menjadi HKD 79,25 dengan volume transaksi signifikan HKD 2,664 miliar di sesi perdagangan terakhir.
Konsentrasi kekayaan terlihat jelas dalam ekonomi token DeAgentAI, dengan data on-chain menunjukkan bahwa 100 wallet menguasai sekitar 60% total supply AIA. Pola distribusi ini menimbulkan ekosistem yang tidak seimbang, di mana pemegang mayoritas dapat memengaruhi harga token dan kebijakan tata kelola secara signifikan.
Analisis komparatif berikut memperlihatkan distribusi kekayaan token AIA:
| Kategori Pemegang | Persentase Supply | Jumlah Pemegang | Dampak Pasar |
|---|---|---|---|
| 100 Pemegang Teratas | 60% | 100 | Tinggi |
| Pemegang Lainnya | 40% | 5.723 | Moderat hingga Rendah |
Konsentrasi ini semakin menonjol karena DeAgentAI memiliki maksimum supply 1 miliar token, dengan 99,5 juta token beredar saat ini (9,95% dari supply maksimum). Dengan harga $2,82, nilai token yang dikuasai 100 wallet teratas mencapai sekitar $168 juta.
Kondisi tersebut menghadirkan risiko dan peluang bagi ekosistem AIA. Potensi manipulasi pasar dapat terjadi jika pemegang utama berkoordinasi, namun konsentrasi ini juga mengindikasikan minat institusi yang tinggi terhadap infrastruktur AI agent cross-chain DeAgentAI di Sui, BSC, dan BTC, sehingga mampu memberikan stabilitas saat volatilitas pasar.
Ekosistem kripto mengalami perubahan penting pada tren biaya on-chain, dengan proyeksi penurunan biaya sebesar 30% di tahun 2025 berkat optimasi jaringan yang masif. Meski biaya turun, pendapatan keseluruhan tetap besar dan diperkirakan mencapai $19,8 miliar untuk tahun 2025. Penurunan berbasis optimasi ini menandakan pematangan infrastruktur blockchain, bukan penurunan yang mengkhawatirkan.
Distribusi biaya di berbagai sektor menunjukkan pola menarik seiring berkembangnya pasar:
| Sektor | Porsi Biaya (H1 2025) | Jumlah Biaya |
|---|---|---|
| DeFi/Keuangan | 63% | $6,1 miliar |
| Blockchains | 12% | $1,2+ miliar |
| Tokenized Protocols | 80%+ | $16+ miliar |
Optimasi jaringan meliputi penerapan mekanisme konsensus berbasis AI, solusi skalabilitas yang lebih baik, serta penyesuaian parameter dinamis seperti modifikasi ukuran blok. Inovasi tersebut memungkinkan blockchain memproses volume data lebih besar secara efisien dan menekan biaya komputasi.
Prospek pertumbuhan tetap positif pasca 2025, dengan analis memperkirakan biaya on-chain akan menembus $32 miliar di tahun 2026 (63% pertumbuhan tahunan). Pertumbuhan terutama didorong lapisan aplikasi seperti tokenisasi RWA, layanan DePIN, infrastruktur wallet, dan aplikasi konsumen. Ekspansi ini menegaskan ketahanan sektor blockchain, membuktikan bahwa peningkatan efisiensi justru mendorong adopsi serta utilitas yang lebih luas tanpa mengurangi potensi pendapatan jangka panjang.
AIA merupakan token dari DeAgentAI, proyek infrastruktur AI yang memungkinkan agen otonom beroperasi dalam lingkungan on-chain. Token ini berfungsi mengotomatisasi alur keputusan melalui sistem agent cerdas, dengan harga saat ini $0,525141 USD.
Koin Melania Trump bernama Melania Trump Coin. Koin tersebut dirilis menjelang pelantikan suami Melania sebagai Presiden AS.
Elon Musk tidak memiliki koin kripto sendiri. Ia diketahui memiliki Bitcoin dan Dogecoin, serta menunjukkan minat pada berbagai aset kripto lain.
Bittensor (TAO) diprediksi akan mengalami lonjakan di tahun 2025 dan memimpin sektor AI terdesentralisasi. NEAR juga menunjukkan tren positif di ranah koin AI, menjadikannya kandidat kuat untuk pertumbuhan signifikan.










