

POL mencatat momentum harga yang impresif di awal 2026, di mana lonjakan tujuh hari sebesar 54,40% secara nyata mengungguli Bitcoin dan Ethereum dari sisi persentase kenaikan. Volatilitas harian sebesar 15,82% pada 11 Januari menandakan penyesuaian harga pasar yang agresif karena investor merespons pengumuman kerangka strategis Polygon serta peluncuran inisiatif "Open Money Stack". Tingginya volatilitas harian ini sangat kontras dengan pergerakan terbatas Bitcoin dan kenaikan mingguan Ethereum yang hanya 2,54%, di mana harga keduanya tetap relatif stabil sepanjang periode tersebut.
Perbedaan pola volatilitas ini memperlihatkan karakter mendasar dari dinamika pasar masing-masing aset kripto. Di tahun 2026, arus masuk ETF Bitcoin dan adopsi institusi membuat perilaku harga lebih stabil, sementara peningkatan teknis Ethereum mendorong konsolidasi bullish yang terukur. Sementara itu, struktur harga POL menampilkan sensitivitas tinggi token layer-2 terhadap pengumuman strategis. Data permintaan on-chain menunjukkan akumulasi ritel yang solid, dengan kelompok dompet terus menambah kepemilikan POL selama rally berlangsung. Perbedaan ini menegaskan bahwa token protokol baru dapat mengalami profil volatilitas yang jauh berbeda dibandingkan aset kripto mapan, apalagi saat dipicu pengembangan jaringan, bukan faktor makroekonomi yang menggerakkan pasar secara luas.
Pemahaman struktur teknikal POL sangat penting untuk menganalisis profil volatilitasnya sepanjang 2026. Token ini menghadapi resistensi utama di sekitar $0,18, menjadi ambang penting yang sangat memengaruhi momentum harga dan perilaku trader. Titik resistensi ini menjadi titik temu antara tekanan beli dan minat jual, sehingga membentuk pola volatilitas tersendiri di area tersebut.
Di bawah resistensi, POL memiliki zona support historis yang kuat di antara $0,107 hingga $0,200, rentang lebar yang mencerminkan proses penemuan harga yang berulang. Zona support ini menunjukkan minat trader besar di berbagai level harga, mampu menahan tekanan penurunan dan mencegah koreksi tajam. Kedekatan support dan resistensi menciptakan rentang perdagangan yang terkompresi sehingga mengurangi volatilitas ekstrem jika dibandingkan aset dengan rentang harga yang lebih lebar.
Indikator analisis teknikal seperti moving average dan metrik RSI memberikan sinyal bullish yang memperkuat ketahanan support. Saat POL bergerak di antara penanda teknikal tersebut, token ini memperlihatkan karakter volatilitas yang moderat—pergerakan harga tetap terukur namun dibatasi struktur support. Hal ini berbeda dengan aset yang lebih volatil, di mana penembusan support menghasilkan pergerakan tajam dan tak terduga khas kripto volatil tinggi sepanjang 2026.
Momentum teknikal Polygon mengungkap karakteristik volatilitas yang membedakannya dari Bitcoin dan Ethereum di sepanjang 2026. Sementara indikator RSI pada Bitcoin dan Ethereum telah keluar dari zona oversold dengan pemulihan bertahap, POL menunjukkan ayunan harga yang jauh lebih signifikan pada profil teknikalnya. Posisi RSI kini cukup tinggi, mencerminkan besarnya pergerakan harga yang menjadi ciri pola perdagangan POL. Data awal Januari 2026 sangat jelas memperlihatkan volatilitas ini—harga POL melesat sekitar 50% dalam beberapa hari, bergerak antara $0,10 dan $0,18, jauh lebih besar dibandingkan persentase pergerakan Bitcoin atau Ethereum pada periode serupa.
Pola bullish divergence setelah RSI oversold memperlihatkan bahwa dinamika pemulihan POL jauh lebih intens daripada kripto utama. Ketika RSI menembus ambang 50, POL menunjukkan pergerakan harga yang lebih eksplosif. Respons yang intens terhadap perubahan momentum tersebut berasal dari kapitalisasi pasar POL yang lebih kecil dan likuiditas yang rendah dibandingkan Bitcoin dan Ethereum, sehingga lebih rentan terhadap koreksi teknikal dan rally yang tajam. Analisis pola pemulihan ini menunjukkan ayunan harga POL makin besar saat menguji level support dan resistensi utama, sehingga sinyal teknikal memicu efek berantai yang lebih signifikan dalam struktur pasar POL dibanding perilaku perdagangan Bitcoin dan Ethereum.
POL memiliki volatilitas lebih tinggi dari Bitcoin namun lebih rendah dari Ethereum. Dengan deviasi standar yang lebih besar dan rasio Sharpe yang rendah, POL menunjukkan fluktuasi harga sedang hingga tinggi, tipikal solusi Layer 2 di pasar kripto.
Volatilitas POL di 2026 terutama dipicu ekspansi ekosistem cepat dan inovasi teknologi sebagai Layer 2, sehingga fluktuasi lebih tinggi daripada BTC dan ETH. Bitcoin dan Ethereum lebih dipengaruhi kebijakan makroekonomi dan sentimen pasar, sementara volatilitas POL lebih banyak ditentukan tingkat adopsi serta peningkatan protokol.
Kemajuan infrastruktur Polygon memperkuat fundamental jangka panjang, namun ketidakpastian ekonomi token dapat menyebabkan volatilitas jangka pendek. Adopsi AggLayer dan kemitraan korporat mendukung ketahanan harga, sementara fluktuasi sentimen pasar menjaga pergerakan harga tetap moderat sepanjang 2026.
Benar, POL memiliki volatilitas lebih tinggi dari BTC dan ETH karena kapitalisasi pasar yang kecil dan risiko spekulatif tinggi. Namun, hal ini juga membuka peluang pertumbuhan lebih besar, cocok bagi investor agresif yang mencari risiko tinggi dengan potensi imbal hasil besar.
Volatilitas POL diprediksi menurun di 2026 seiring kematangan pasar, pertumbuhan adopsi institusi, perbaikan likuiditas, dan stabilitas ekosistem. Faktor-faktor tersebut mendukung pergerakan harga yang lebih stabil.











