
Kebijakan moneter Federal Reserve tahun 2025 ditandai dengan penurunan suku bunga secara bertahap setelah fase stabilisasi tahun 2025. Perubahan lanskap moneter ini telah menciptakan dinamika menarik di pasar cryptocurrency, khususnya untuk ASTER, yang telah menunjukkan pola korelasi terbalik dengan indeks USD selama periode-periode tertentu.
Korelasi antara ASTER dan USD tidak konsisten sepanjang tahun 2025, dengan variasi signifikan yang diamati selama pengumuman kebijakan Federal Reserve. Data harga historis mengungkapkan hubungan ini dengan jelas:
| Periode | Tindakan Fed | Pergerakan Harga ASTER | Respons Indeks USD |
|---|---|---|---|
| Sept 2025 | Suku bunga tetap di 4,25-4,50% | +136% (0,68 ke 1,65) | Penurunan moderat |
| Awal Okt 2025 | Pergeseran panduan ke depan | +28% (1,62 ke 2,07) | Tekanan menurun |
| Pertengahan Okt 2025 | Sinyal penurunan suku bunga | -37% (2,05 ke 1,28) | Kekuatan sementara |
| Akhir Okt 2025 | Implementasi penurunan | +16% (0,95 ke 1,10) | Kelemahan berlanjut |
Data ini menunjukkan bagaimana ASTER sering bergerak berlawanan dengan kekuatan USD, terutama selama periode transisi kebijakan moneter. Koefisien korelasi antara ASTER dan dolar telah berfluktuasi antara -0,67 dan +0,21 sepanjang tahun 2025, dengan korelasi terbalik terkuat terjadi selama pertemuan Federal Reserve September ketika pejabat mulai mengisyaratkan pergeseran mereka menuju sikap yang lebih akomodatif.
Kuartal keempat tahun 2025 menyaksikan gejolak signifikan dalam pergerakan harga ASTER, yang dipengaruhi langsung oleh rilis data inflasi penting. Analisis pasar mengungkapkan ASTER mengalami volatilitas 15% selama periode ini, dengan fluktuasi harga yang berkorelasi erat dengan indikator makroekonomi.
Ketika memeriksa rilis data inflasi Oktober, harga ASTER merespons dengan sensitivitas langsung:
| Peristiwa Data Inflasi | Dampak Harga ASTER | Volume Perdagangan |
|---|---|---|
| Pertemuan Fed (27 Okt) | Penurunan -7,5% | Rp21,5 miliar |
| Rilis CPI (23 Okt) | Lonjakan +16,7% | Rp28,2 miliar |
| Data PPI (17 Okt) | Penurunan -9,4% | Rp59,1 miliar |
Indeks Fear & Greed mencatat "Fear" (Ketakutan) selama periode volatil ini, menunjukkan ketidakpastian investor di tengah perubahan kondisi ekonomi. Trajektori harga ASTER dari $1,68 pada awal Oktober menjadi sekitar $1,08 pada akhir bulan menunjukkan bagaimana kekhawatiran inflasi memicu tekanan jual yang substansial.
Investor institusional mengamati perkembangan ini dengan seksama, seperti yang dibuktikan oleh pergerakan whale yang terus mengakumulasi ASTER meskipun terjadi koreksi harga. Perilaku ini menunjukkan bahwa pelaku pasar yang canggih memandang volatilitas yang didorong oleh inflasi sebagai peluang masuk strategis daripada kelemahan fundamental dalam proposisi nilai ASTER. Korelasi antara lonjakan volume perdagangan dan rilis data inflasi semakin mengonfirmasi hubungan langsung antara fa






