

Pemangkasan suku bunga 25 basis poin oleh Federal Reserve pada 2025 berdampak besar bagi pasar kripto, khususnya The Open Network (TON). Data historis menunjukkan aset kripto cenderung menguat setiap kali kebijakan moneter menjadi lebih akomodatif, mengikuti pola era pandemi COVID-19 saat pemangkasan berulang Fed mendorong apresiasi signifikan pada kripto.
Kenaikan harga TON sebesar 9,8% mencerminkan dinamika pasar yang meluas, di mana suku bunga rendah menurunkan biaya pinjaman dan meningkatkan daya tarik aset berisiko dibandingkan instrumen pendapatan tetap tradisional. Saat Federal funds rate turun dari level tinggi, arus modal semakin mengarah ke investasi alternatif seperti kripto, didorong investor yang mencari imbal hasil lebih optimal di tengah kondisi suku bunga rendah.
| Mekanisme Dampak | Dampak pada TON |
|---|---|
| Biaya pinjaman turun | Minat investor terhadap aset berisiko meningkat |
| Aliran likuiditas bertambah | Realokasi modal ke pasar kripto |
| Biaya peluang lebih rendah | Kripto lebih menarik dibanding obligasi |
Analis pasar memperkirakan Federal Reserve akan melanjutkan pemangkasan suku bunga hingga akhir 2025 dan berlanjut ke 2026, menciptakan dorongan berkelanjutan bagi aset berisiko seperti TON. Konsensus menilai latar moneter akomodatif ini tetap mendukung pasar secara luas, meski pasar kripto sudah memperhitungkan pengumuman pemangkasan awal 25 bps—menjelaskan mengapa lonjakan harga instan tidak terjadi serentak di seluruh sektor. Proyeksi apresiasi 9,8% untuk TON mencerminkan ekspektasi investor jangka menengah yang bersiap menghadapi pelonggaran moneter berikutnya.
TON mengalami penurunan harga tajam sebesar 17,63% saat dinamika inflasi mengubah sentimen pasar. Studi pasar kripto menunjukkan ekspektasi inflasi secara langsung memengaruhi perilaku investor dan valuasi aset. Tabel di bawah ini memperlihatkan hubungan antara tekanan inflasi makroekonomi dan performa pasar TON:
| Faktor | Dampak | Detail |
|---|---|---|
| Tingkat Inflasi | Kenaikan 3,4% | Berkaitan dengan ketidakpastian ekonomi makro |
| Penurunan Harga | -17,63% | Level support utama ditembus, memicu aksi jual |
| Volume Perdagangan | Lonjakan 385.460 TON | Aktivitas meningkat saat volatilitas tinggi |
| Aliran Pemegang Besar | Penjualan besar-besaran | Posisi institusi dilikuidasi |
Riset empiris mencatat bahwa setiap kenaikan satu poin persentase inflasi yang dirasakan, aliran investasi kripto bertambah rata-rata $1.366; namun pola ini berbalik saat muncul kekhawatiran deflasi. Tokenomics TON menetapkan inflasi tahunan 0,55% dengan 88.137 TON dicetak harian, sehingga ada tekanan deflasi alami. Namun, ketika inflasi ekonomi umum mencapai 3,4%, investor cenderung mengubah alokasi aset dan memilih instrumen lindung nilai tradisional dibanding aset blockchain baru.
Penurunan 17,63% mencerminkan rebalancing portofolio oleh pelaku pasar di tengah ekspektasi inflasi. Selain itu, Nasdaq menyoroti pelanggaran regulasi terkait transaksi besar, menambah sentimen negatif. Likuiditas TON menurun drastis selama periode tersebut, memperkuat tekanan harga dan menegaskan bahwa kekhawatiran inflasi makroekonomi, dipadukan isu ekosistem, menciptakan kondisi yang memperburuk penurunan aset.
Analisis pasar terbaru 2024-2025 menunjukkan TON memiliki korelasi sedang dengan imbal hasil S&P 500, didorong faktor makroekonomi daripada faktor kripto spesifik. Data memperlihatkan pergerakan harga TON selaras dengan metrik inflasi sekitar 3,2%, menandakan sensitivitas aset terhadap dinamika pasar tradisional.
| Faktor Pasar | Dampak pada TON | Kekuatan Korelasi |
|---|---|---|
| Pernyataan Kebijakan Fed | Volatilitas harga signifikan | Hubungan langsung |
| Data Inflasi (3,2%) | Pola penyesuaian harga | Presisi 3,2% |
| Imbal Hasil S&P 500 | Kesesuaian sedang | Di bawah ambang 85% |
Pertemuan FOMC September 2025 mempertegas pola korelasi ini—TON mengalami penurunan harga dramatis 22% setelah sinyal kebijakan hawkish. Respons tersebut menegaskan keputusan bank sentral berpengaruh langsung ke pasar kripto, menjadikan investor TON semakin cermat memantau indikator makroekonomi dan performa aset tradisional.
Riset pasar Gate menilai, meski TON memperlihatkan pola hubungan dengan tren pasar global, kekuatan korelasinya belum cukup untuk menyatakan kesetaraan langsung dengan pasar saham. Posisi moderat ini menandakan TON sebagai aset hibrida—responsif terhadap kondisi makro tetapi tetap memiliki dinamika kripto yang mandiri. Investor yang menggunakan TON untuk diversifikasi portofolio perlu memahami hubungan berlapis ini: faktor makro memengaruhi harga, namun TON tetap mempertahankan karakteristik unik di luar eksposur ekuitas tradisional.
TON menawarkan prospek kuat berkat kemitraan strategis, keunggulan teknologi, dan adopsi pasar yang terus tumbuh. Tren saat ini menandakan TON berpotensi menjadi pilihan investasi jangka panjang yang menarik.
Toncoin (TON) merupakan aset kripto asli dari Telegram Open Network yang dirancang untuk mengintegrasikan teknologi blockchain dengan platform pesan Telegram. TON ditujukan mendukung pembayaran dalam aplikasi, transaksi bot, dan ekosistem aplikasi terdesentralisasi.
Per 4 Desember 2025, 1 Toncoin bernilai $1,62. Dengan kurs saat ini, Anda bisa memperoleh 0,828 TON untuk setiap satu dolar.
Tidak, TON bukan milik Telegram. Namun, Telegram mendukung dan menggunakan TON, yang merupakan blockchain independen dengan kripto asli Toncoin. Integrasi dompet TON di Telegram dilakukan pada 2024.











