
Koefisien korelasi 0,87 antara VET dan Bitcoin menandakan keterkaitan statistik yang kuat dan memperjelas mekanisme transmisi kebijakan makro di pasar aset digital. Korelasi positif ini menegaskan bahwa pergerakan harga VET sangat dipengaruhi oleh dinamika harga Bitcoin, yang berperan sebagai indikator sentimen pasar kripto serta dampak kebijakan makro. Bitcoin, sebagai mata uang kripto utama, lebih langsung merespons pengumuman Federal Reserve dan indikator makroekonomi, sehingga VET turut menerima dampak kebijakan tersebut lewat integrasi erat dalam ekosistem kripto. Korelasi tinggi ini menunjukkan bahwa pergerakan harga aset utama—khususnya reaksi Bitcoin terhadap keputusan suku bunga dan data inflasi—menjadi jalur utama transmisi kebijakan moneter yang akhirnya memengaruhi valuasi VET. Harga VET tidak merespons kebijakan Federal Reserve secara langsung, melainkan merefleksikan dampak indikator ekonomi makro terhadap Bitcoin yang selanjutnya mempengaruhi aset digital lain. Mekanisme ini menegaskan keterhubungan valuasi kripto dan menyoroti pentingnya analisis hubungan Bitcoin dengan kebijakan ekonomi makro untuk memahami dinamika harga VET secara komprehensif.
Situasi kebijakan Federal Reserve secara mendasar menentukan respons aset digital seperti VET terhadap perubahan makroekonomi. Berbeda dengan periode sebelumnya saat kripto diperdagangkan secara relatif terpisah, pergerakan harga VET kini menunjukkan keterkaitan yang signifikan dengan pasar keuangan tradisional melalui mekanisme transmisi antara ekuitas, komoditas, dan aset digital. Ketika The Fed menandakan perubahan suku bunga atau merumuskan kebijakan baru, dampaknya menjalar lewat berbagai saluran yang memengaruhi volatilitas harga VET.
Rilis data inflasi menjadi pemicu utama pergerakan pasar sepanjang 2026. The Fed menghadapi tantangan menyeimbangkan pengendalian inflasi dan stabilitas pasar tenaga kerja, sehingga muncul ketidakpastian yang berdampak langsung pada valuasi kripto. Proyeksi awal 2026 memperkirakan kemungkinan penurunan suku bunga, namun inflasi yang bertahan di atas target dan tekanan akibat tarif baru memperumit arah kebijakan The Fed. Ketidakpastian ini tercermin dalam volatilitas harga VET di rentang proyeksi $0,0443 hingga $0,142 untuk tahun 2026.
Sensitivitas harga VET terhadap perubahan makroekonomi mencerminkan evolusi pasar kripto menuju korelasi dengan aset tradisional. Ketidakpastian kebijakan The Fed—terutama terkait waktu dan skala penyesuaian suku bunga tahun 2026—mendorong pelaku pasar untuk menilai ulang profil risiko dan alokasi portofolio. Rentang volatilitas yang diproyeksikan menandakan VET akan bergerak dinamis dipengaruhi kejutan inflasi, komunikasi The Fed, serta rilis data pasar tenaga kerja. Memahami mekanisme transmisi antara keputusan Federal Reserve dan harga kripto menjadi hal krusial bagi investor untuk menavigasi lanskap 2026, di mana ketidakpastian kebijakan makro menjadi faktor utama pergerakan harga aset digital, bukan hanya perkembangan blockchain secara mandiri.
Pergerakan harga VeChain semakin mencerminkan tren makroekonomi global daripada dinamika kripto yang terpisah. Saat pasar tradisional bergejolak, investor institusional meninjau ulang alokasi aset digital, sehingga terjadi perubahan sentimen yang terukur pada VET. Korelasi ini menguat seiring arus modal institusional menjadi penggerak utama harga, dengan data memperlihatkan bahwa Gate menyalurkan sekitar 62% arus masuk institusional ke VET, menjadikannya saluran utama rotasi institusional berbasis makro.
Mekanisme hubungan ini berakar pada proses rotasi modal antar kelas aset selama transisi makroekonomi. Di tengah pengetatan kebijakan moneter atau meningkatnya ketidakpastian ekonomi, investor institusional cenderung mengurangi eksposur pada altcoin ber-volatilitas tinggi seperti VET dan beralih ke aset kripto mapan yang menawarkan likuiditas serta kepastian regulasi. Sebaliknya, sentimen risk-on yang didorong optimisme ekonomi atau pelonggaran moneter dapat mengarahkan modal institusional kembali ke proyek dengan adopsi korporasi dan utilitas nyata. Peran sentral Gate dalam memfasilitasi arus tersebut menegaskan bahwa infrastruktur institusional membentuk respons harga VET terhadap kondisi makroekonomi, menjadikan platform ini barometer sentimen institusional terhadap VET selama masa transisi ekonomi dan ketidakpastian kebijakan.
Kenaikan suku bunga Federal Reserve biasanya memperkuat dolar AS dan mendorong penurunan harga kripto termasuk VET. Investor cenderung memindahkan modal dari kripto ke mata uang konvensional. Kebijakan Fed sangat memengaruhi sentimen pasar dan tingkat risiko investor terhadap aset digital.
Tingkat inflasi dan suku bunga adalah indikator yang paling berkorelasi dengan tren harga VET. Faktor-faktor makroekonomi ini sangat memengaruhi sentimen investor dan likuiditas pasar, yang secara langsung menentukan volume perdagangan serta arah harga VET.
VET bereaksi sensitif terhadap indikator makroekonomi seperti data inflasi dan laporan tenaga kerja. Saat data tersebut dirilis, harga VET biasanya berfluktuasi. Indikator ekonomi memengaruhi risk appetite pasar dan arus modal, sehingga berdampak langsung pada dinamika harga dan volume perdagangan VET.
Penurunan suku bunga federal funds meningkatkan likuiditas serta mendorong investor untuk masuk ke aset kripto berimbal hasil tinggi seperti VET, sehingga harga terdorong naik. Sebaliknya, kenaikan suku bunga membuat investasi tradisional lebih menarik, sehingga potensi permintaan kripto dan volume perdagangan VET menurun.
Harga VET umumnya bergerak berlawanan arah dengan kekuatan dolar AS. Ketika dolar melemah, VET cenderung menguat karena investor mencari alternatif aset. Sebaliknya, dolar yang menguat biasanya menekan harga VET, meningkatkan biaya bagi investor non-AS dan mengurangi permintaan aset.
Ekspektasi resesi cenderung menekan VET dan aset kripto lainnya karena investor mengurangi eksposur risiko. Saat ketidakpastian ekonomi meningkat, sentimen pasar menjadi bearish dan alokasi modal ke aset digital pun berkurang. Harga VET menjadi lebih peka terhadap tekanan makro dan pergerakan menuju aset aman.
VET umumnya menunjukkan korelasi rendah dengan aset keuangan tradisional ketika terjadi gejolak makroekonomi, karena faktor pendorong pasar yang berbeda dan volatilitas lebih tinggi, sehingga memberikan manfaat diversifikasi portofolio.











