

Harga Bitcoin menembus $104.607, mencatat penurunan 1,96% dalam 24 jam terakhir di tengah volatilitas pasar kripto yang berlanjut, menyusul apa yang dinilai analis sebagai Oktober terburuk dalam sepuluh tahun terakhir untuk Bitcoin. Penurunan tajam ini terjadi setelah Bitcoin baru saja mencapai rekor tertinggi sepanjang masa di $126.080 pada 7 Oktober 2025, menandai penurunan dramatis 17,0% dari level puncak tersebut.
Pergerakan harga terkini mengikuti pola mengkhawatirkan yang tercermin dalam metrik performa Bitcoin:
| Periode Waktu | Perubahan Harga | Nominal Perubahan ($) |
|---|---|---|
| 1 Jam | -1,08% | -1.097,56 |
| 24 Jam | -5,70% | -6.076,48 |
| 7 Hari | -10,97% | -12.386,80 |
| 30 Hari | -18,60% | -22.970,86 |
Indikator sentimen pasar saat ini menunjukkan ketakutan ekstrem menurut indeks VIX yang berada di 23. Meskipun demikian, sentimen bearish ini muncul di tengah kinerja tahunan Bitcoin yang masih mencatat kenaikan 48,04%. Para trader kini memperdebatkan apakah November akan menghadirkan rebound seperti pola historis, atau justru Bitcoin akan terus melemah dan menguji level support di kisaran $100.000 atau bahkan lebih rendah. Beberapa analis menyoroti indikator fundamental yang menandakan Bitcoin saat ini undervalued, sementara lainnya memperingatkan kemungkinan koreksi lanjutan yang bisa menekan harga menuju level terendah April 2025 di sekitar $74.000.
Volatilitas harga Bitcoin dalam 30 hari terakhir menurun ke titik terendah 2,5% pada Oktober 2025, menandai penurunan signifikan dibandingkan periode sebelumnya. Angka ini merupakan tingkat volatilitas terendah sejak awal 2023, merefleksikan pasar yang semakin matang dengan pergerakan harga yang stabil. Berdasarkan BTC Volatility Index dari Deribit, volatilitas terus menurun sepanjang 2025.
Penurunan volatilitas terjadi seiring meningkatnya adopsi institusional, tercermin dari semakin besarnya kepemilikan treasury korporasi atas Bitcoin. Saat ini, treasury korporasi secara kolektif menguasai sekitar 1 juta BTC, memberikan dampak besar terhadap kestabilan pasar.
| Periode | Volatilitas BTC 30 Hari | Kondisi Pasar |
|---|---|---|
| Okt 2025 | 2,5% | Stabilitas ekstrem |
| Sept 2025 | 5,7% | Stabilitas moderat |
| Agu 2025 | 10,5% | Volatilitas normal |
| Okt 2024 | 42,0% | Volatilitas tinggi |
Michael Saylor baru-baru ini mewanti-wanti bahwa Bitcoin bisa menjadi "membosankan" seiring adopsi institusional terus menekan volatilitas. Data mendukung prediksinya, dengan volatilitas tahunan Bitcoin dalam tiga bulan terakhir turun ke 29%, terendah dalam lebih dari lima tahun menurut laporan VanEck September 2025.
Analis Gate menilai penurunan volatilitas ini bisa menandai transisi Bitcoin dari aset spekulatif ke penyimpan nilai yang matang. Namun, pola historis menunjukkan Oktober biasanya memicu lonjakan volatilitas, seperti tren musiman pada 2023 dan 2024, yang dapat menjadi tantangan bagi stabilitas saat ini.
Bitcoin mencapai rekor tertinggi sepanjang masa di $126.272 pada 6 Oktober 2025, menjadi tonggak penting dalam perjalanan harga aset kripto ini. Rekor tersebut diraih setelah lonjakan harga impresif sejak akhir September, saat Bitcoin naik dari sekitar $114.000 dan menembus ambang $120.000 pada 2 Oktober. Capaian luar biasa ini menunjukkan kenaikan 48,04% year-on-year, menegaskan pertumbuhan Bitcoin di tengah volatilitas pasar.
| Tanggal | Rekor Harga | % Perubahan dari Bulan Sebelumnya |
|---|---|---|
| 6 Okt 2025 | $126.272 (ATH) | +10,35% dari 30 Sept |
| 10 Okt 2025 | Turun ke $112.759 | -10,7% dari ATH |
| 17 Okt 2025 | Turun lagi ke $106.430 | -15,7% dari ATH |
Namun, euforia tersebut segera berakhir saat volatilitas pasar meningkat tajam. Usai rekor puncak, Bitcoin langsung terkoreksi hingga turun 13% dalam hitungan hari akibat memanasnya tensi perdagangan AS–Tiongkok. Pada 10 Oktober, harga merosot ke $112.759, menghapus sebagian besar kenaikan terbaru. Pergerakan harga yang ekstrem ini menunjukkan volatilitas khas Bitcoin bahkan di level harga tinggi.
Puncak pada Oktober 2025 melampaui rekor sebelumnya dengan selisih besar, memperkuat dominasi Bitcoin sebagai aset kripto utama dengan kapitalisasi pasar lebih dari $2 triliun dan pangsa pasar sekitar 57% dari ekosistem crypto global.
Berdasarkan tren saat ini dan prediksi para ahli, $1 Bitcoin diperkirakan bernilai antara $500.000 hingga $1.000.000 pada tahun 2030, didorong oleh peningkatan adopsi dan pasokan terbatas.
Jika Anda menanamkan $1.000 di Bitcoin lima tahun lalu, nilainya kini sekitar $9.784, memperlihatkan pertumbuhan yang luar biasa dan melampaui return pasar saham tradisional.
BTC anjlok akibat menembus level support utama dan gagal bertahan di $107.000, yang mengindikasikan potensi penurunan ke kisaran $85.700–$94.400. Kekhawatiran akhir siklus pasar turut memperburuk tren penurunan.
Per 2025-11-05, $100 setara dengan sekitar 0,0009402 BTC. Nilai ini dapat berubah sesuai kondisi pasar.











