


Kerentanan smart contract kini menjadi isu krusial di ekosistem blockchain, khususnya berdampak pada platform seperti NEAR Protocol yang mendukung aplikasi terdesentralisasi. Sejak 2020, para peretas mengeksploitasi berbagai celah pada smart contract dan menyebabkan kerugian finansial luar biasa, melampaui $1 miliar. Tren ini menyoroti risiko mendasar dalam teknologi blockchain meski potensinya sangat revolusioner.
Distribusi kerugian berdasarkan jenis kerentanan memperlihatkan pola yang mengkhawatirkan:
| Jenis Kerentanan | Persentase Kerugian | Perkiraan Kerusakan |
|---|---|---|
| Reentrancy attacks | 35% | $350+ juta |
| Access control flaws | 28% | $280+ juta |
| Oracle manipulation | 22% | $220+ juta |
| Logic errors | 15% | $150+ juta |
Insiden keamanan terbaru pada protokol di platform serupa NEAR membuktikan ancaman ini terus berlangsung. Contohnya, fluktuasi harga pada Oktober 2025 saat NEAR anjlok dari $2,965 menjadi $1,569 dalam satu hari, sebagian akibat eksploitasi besar di protokol DeFi. Pakar keamanan menyoroti bahwa banyak proyek lebih memprioritaskan peluncuran cepat daripada audit keamanan menyeluruh, sehingga banyak kerentanan baru terungkap saat telah dieksploitasi. Pemulihan harga ke $2,768 pada 7 November 2025 menunjukkan ketahanan pasar, namun tidak sekaligus mengatasi persoalan keamanan mendasar yang masih menghantui ekosistem.
Ekosistem kripto mengalami penurunan signifikan dalam kasus peretasan exchange terpusat selama beberapa tahun terakhir, mencerminkan peningkatan protokol keamanan dan pengawasan regulasi lebih ketat. Meski begitu, platform-platform ini masih menjadi titik lemah utama bagi pemilik aset digital.
Dampak finansial akibat pelanggaran exchange tetap besar, sebagaimana terlihat pada data historis berikut:
| Tahun | Peretasan Exchange Terkemuka | Perkiraan Kerugian |
|---|---|---|
| 2022 | Ronin Network | $620 juta |
| 2021 | Poly Network | $610 juta |
| 2020 | KuCoin | $281 juta |
| 2019 | Cryptopia | $16 juta |
| 2018 | Coincheck | $534 juta |
Pakar keamanan menegaskan bahwa meski frekuensi peretasan besar menurun, metode serangan semakin canggih, termasuk rekayasa sosial, celah API, dan eksploitasi flash loan. Hal ini menjadi tantangan berat bagi exchange dengan cadangan besar seperti gate, sehingga membutuhkan sistem keamanan ekstra kuat.
Bagi pemegang token NEAR, risiko ini menegaskan pentingnya solusi self-custody. Infrastruktur wallet NEAR Protocol menyediakan alternatif penyimpanan terpusat yang aman, memungkinkan pengguna mengendalikan private key sekaligus menikmati skalabilitas jaringan yang mampu memproses hingga 100.000 TPS di seluruh arsitektur jutaan node. Selama risiko exchange tetap ada, praktik keamanan yang tepat menjadi kunci menjaga aset digital di tengah lanskap ancaman yang terus berubah.
Seiring popularitas keuangan terdesentralisasi meningkat, penyerang canggih semakin mengincar protokol DeFi karena kelemahannya yang signifikan. NEAR Protocol, meski sangat skalabel sebagai fondasi DApps, juga menghadapi tantangan keamanan ini. Kapitalisasi pasar blockchain sekitar $2,97 miliar menjadikannya target menarik bagi pelaku berbahaya yang mengincar keuntungan besar.
Peneliti keamanan mendokumentasikan pola serangan yang mengkhawatirkan pada platform DeFi:
| Jenis Serangan | Persentase Peretasan DeFi | Rata-rata Kerugian (USD) |
|---|---|---|
| Smart Contract Exploits | 42% | $3,8 juta |
| Flash Loan Attacks | 28% | $6,2 juta |
| Oracle Manipulations | 17% | $4,5 juta |
| Frontend Attacks | 13% | $2,1 juta |
Peristiwa 10 Oktober 2025 memperlihatkan risiko ini, di mana NEAR mengalami fluktuasi harga tajam, turun dari $2,88 ke $1,57 dalam hitungan jam—turun 45%—sebelum sebagian pulih. Pakar keamanan menilai volatilitas ini sebagai dampak manipulasi pasar canggih yang menyasar protokol pinjaman DeFi berbasis NEAR.
Gate merespons dengan memperketat keamanan pada pasangan perdagangan NEAR dan menerapkan verifikasi tambahan untuk penarikan besar. Seiring pengembangan ekosistem NEAR Protocol, dengan 43.961 holder aktif, menjaga keseimbangan antara pertumbuhan dan sistem keamanan yang kokoh tetap esensial demi kepercayaan investor dan perlindungan dari vektor serangan yang kian canggih.
Ya, NEAR coin memiliki prospek cerah. Teknologi blockchain yang sangat skalabel, ekosistem yang terus berkembang, dan fokus pada dApps ramah pengguna menempatkannya pada jalur sukses jangka panjang di Web3.
Ya, NEAR coin bisa saja mencapai $100 di masa depan. Dengan pertumbuhan adopsi blockchain dan ekspansi ekosistem NEAR, target harga $100 mungkin tercapai sebelum 2030, asalkan kondisi pasar mendukung dan inovasi teknologi terus berlangsung.
NEAR Coin adalah aset kripto asli NEAR Protocol, platform blockchain skalabel yang dirancang untuk aplikasi terdesentralisasi. Digunakan untuk biaya transaksi, staking, dan tata kelola dalam ekosistem NEAR.
NEAR dan Solana memiliki kelebihan masing-masing. NEAR menawarkan skalabilitas lebih tinggi dan biaya transaksi lebih rendah, sementara Solana menyajikan kecepatan transaksi lebih cepat. Keduanya inovatif dengan keunggulan unik di bidangnya.











