
Setiap investor kripto berupaya memperoleh aset digital dengan harga paling optimal. Membeli cryptocurrency sebelum peluncuran resmi menjadi strategi efektif untuk meraih hasil investasi lebih baik dan memaksimalkan potensi keuntungan.
Strategi ini memungkinkan investor membeli token pada harga jauh di bawah nilai pasar setelah peluncuran.
ICO adalah Initial Coin Offering, sedangkan IDO adalah Initial DEX Offering. IDO diselenggarakan di decentralized exchange dan mensyaratkan kepatuhan KYC/AML. ICO merupakan metode tradisional, sementara IDO menawarkan alternatif yang lebih modern dan transparan.
Keuntungan meliputi akses awal dengan harga lebih kompetitif serta potensi kenaikan sebelum terdaftar di exchange utama. Risiko meliputi belum adanya rekam jejak proyek, kerentanan pada smart contract, volatilitas harga ekstrem, likuiditas rendah, dan potensi penipuan. Pastikan selalu melakukan riset secara menyeluruh sebelum berinvestasi.
Nilai keahlian tim, inovasi teknologi, dan kejelasan use case. Tinjau keterlibatan komunitas, kemitraan strategis, serta indikator utama seperti volume transaksi dan pertumbuhan pengguna. Telaah roadmap proyek dan tokenomics.
Untuk ikut serta dalam penjualan pra-peluncuran, gunakan wallet non-custodial seperti MetaMask atau Trezor yang kompatibel dengan blockchain proyek. Sebagian besar pre-sale juga mengharuskan registrasi dan persetujuan whitelist.
Berpartisipasi dalam pra-penjualan kripto membawa risiko hukum yang signifikan, seperti potensi pelanggaran undang-undang sekuritas, kerangka regulasi yang belum jelas, serta paparan terhadap tindakan penegakan oleh otoritas keuangan. Selalu pastikan kepatuhan terhadap regulasi lokal sebelum berinvestasi.
Pastikan situs web resmi dan kanal media sosial proyek, gunakan kata sandi yang berbeda untuk tiap platform, dan waspadai janji imbal balik yang dijamin. Teliti tim pengembang serta ulasan pengguna sebelum melakukan investasi apa pun.











