


Batch ketiga Program Insentif Likuiditas $100J berfokus pada tiga proyek native BSC yang baru saja melakukan listing di centralized exchange. Proyek-proyek tersebut—Aiden Labs, SCARCITY, dan Shong Inu—merupakan inisiatif blockchain terbaru yang berupaya membangun eksistensi di platform perdagangan utama. Setiap proyek telah menyelesaikan listing di centralized exchange utama dalam ekosistem cryptocurrency, menegaskan komitmen untuk memperluas aksesibilitas dan peluang trading bagi komunitasnya.
Agar memenuhi syarat untuk insentif dukungan likuiditas dalam program ini, proyek wajib memenuhi kriteria performa dan distribusi yang telah ditetapkan oleh tim BNB Chain. Syarat utama meliputi menjaga ambang minimum jumlah holder aktif, mencapai rata-rata volume perdagangan harian yang memadai, serta memastikan konsentrasi token di holder teratas berada di bawah batas kritis. Persyaratan ini dirancang untuk mendorong tokenomics yang sehat, partisipasi komunitas yang luas, dan aktivitas pasar yang nyata. Hanya proyek yang berhasil listing di centralized exchange dalam periode evaluasi yang ditentukan yang berhak atas insentif dukungan likuiditas pada siklus evaluasi ini.
Setelah proses peninjauan ketat, tidak ada dari ketiga proyek batch ini yang saat ini memenuhi seluruh persyaratan kelayakan untuk insentif likuiditas langsung. Aiden Labs belum memenuhi ambang minimum jumlah holder aktif 10.000 dan rata-rata volume perdagangan harian di bawah 1 juta. SCARCITY didiskualifikasi karena konsentrasi pada 10 akun eksternal teratas (EOA) melebihi batas 10% dan volume perdagangan hariannya kurang memadai. Shong Inu gagal memenuhi beberapa kriteria, termasuk jumlah holder aktif yang tidak mencukupi, konsentrasi EOA 10 teratas yang berlebihan, dan volume perdagangan yang tidak memadai. Temuan detail ini menjadi panduan jelas bagi proyek untuk melihat area yang perlu diperbaiki.
Meski proyek batch saat ini belum memenuhi syarat untuk insentif langsung, hal ini bukan pengecualian permanen dari program. Setiap proyek tetap berhak mengikuti siklus insentif mendatang setelah mengatasi kekurangan yang teridentifikasi. Program ini mendorong pembangunan dan pengembangan ekosistem berkelanjutan melalui kerangka Program Insentif $100J. Proyek dapat meningkatkan peluangnya dengan memperluas basis pengguna aktif, meningkatkan volume perdagangan harian melalui aktivitas pasar yang lebih tinggi, serta memastikan distribusi token yang lebih seimbang di komunitasnya. Proyek yang menerima dukungan likuiditas juga dapat terus memperoleh insentif tambahan dengan melakukan listing di centralized exchange lainnya, membuka berbagai jalur menuju manfaat program dan keberlanjutan jangka panjang.
Evaluasi batch ketiga menunjukkan komitmen BNB Chain dalam mendukung proyek berkualitas melalui kriteria yang ketat dan transparan. Walaupun tidak ada kandidat saat ini yang memenuhi ambang kelayakan, umpan balik detail yang diberikan menjadi peta jalan konstruktif untuk perbaikan. Proyek didorong untuk memandang hasil ini sebagai tonggak pengembangan, bukan sebagai kemunduran, dan menyadari bahwa Program Insentif Likuiditas $100J tetap terbuka bagi yang memperkuat fundamental pasar dan keterlibatan komunitas. Seiring tim inti BNB Chain terus melakukan peningkatan strategis untuk mengoptimalkan alokasi sumber daya dan mempercepat pengembangan ekosistem, siklus evaluasi selanjutnya akan menghadirkan peluang baru bagi proyek yang menunjukkan kemajuan dalam memenuhi persyaratan program.
CEX adalah singkatan dari Centralized Exchange. Marketplace digital ini dioperasikan oleh entitas terpusat, tempat pengguna dapat membeli, menjual, dan memperdagangkan cryptocurrency. CEX berfungsi sebagai perantara, menyimpan dana pengguna, serta memfasilitasi transaksi dengan antarmuka yang mudah digunakan dan tingkat likuiditas tinggi.
CEX menawarkan likuiditas yang unggul, onboarding fiat yang mudah, infrastruktur keamanan yang kuat, dan dukungan pelanggan profesional. Platform ini memungkinkan perdagangan lebih cepat dengan antarmuka ramah pengguna serta eksekusi order yang andal untuk transaksi kripto yang lancar.
CEX menghadapi risiko keamanan dari serangan peretasan dan titik kegagalan tunggal. Centralized exchange juga tunduk pada pengawasan regulasi, dapat membatasi privasi pengguna, dan memusatkan volume perdagangan pada sedikit platform, sehingga mengurangi tingkat desentralisasi pasar.











