

Bagi investor, trader, dan pengguna, pemahaman tentang kepatuhan ISO 20022 pada cryptocurrency seperti Solana sangat penting. ISO 20022 menjadi standar global untuk pesan keuangan, yang mempermudah kompatibilitas dan meningkatkan efisiensi dalam transaksi lintas negara.

Penerapan standar ini pada cryptocurrency meningkatkan interoperabilitas dengan sistem perbankan tradisional dan memperluas penerimaan di sektor keuangan. Kepatuhan ini membuka akses pasar yang lebih luas, mendukung penerimaan regulasi, serta memperkuat kepercayaan investor institusional.
Sistem yang mematuhi ISO 20022 memberikan keunggulan bagi trader dengan integrasi yang tangguh dan mulus di berbagai platform perdagangan, bank, dan layanan pembayaran—menjamin transaksi yang lebih cepat dan andal.
Laporan terkini menyatakan Solana belum secara langsung mendukung ISO 20022, standar internasional untuk pertukaran data transaksi keuangan elektronik. Meski belum kompatibel secara native, solusi dan integrasi pihak ketiga memungkinkan transaksi yang sesuai dengan ISO 20022 antara Solana dan infrastruktur keuangan konvensional.
Arsitektur Solana dapat mendukung integrasi ISO 20022 melalui middleware pihak ketiga, meski tanpa kepatuhan native. Institusi keuangan yang membutuhkan transfer lintas negara dapat memanfaatkan throughput tinggi dan biaya rendah Solana, dengan bantuan middleware untuk mengonversi data transaksi ke format ISO 20022. Bank di Eropa dan Asia telah melakukan uji coba pendekatan hibrida ini dalam beberapa tahun terakhir.
Konsorsium bank ASEAN telah membuktikan bahwa platform berbasis Solana yang terintegrasi ISO 20022 mampu menyederhanakan proses remitansi. Solusi ini memungkinkan pemrosesan transaksi secara real-time dengan biaya yang lebih rendah dibandingkan sistem perbankan lama, memperlihatkan keunggulan kombinasi teknologi Solana dan standar keuangan yang mapan.
Bursa sekuritas utama di Eropa telah mengadopsi Solana untuk settlement, memanfaatkan layanan pihak ketiga guna mengonversi data transaksi menjadi pesan yang sesuai dengan ISO 20022. Pendekatan ini mengoptimalkan kecepatan dan efisiensi biaya Solana sekaligus memastikan kepatuhan pada regulasi keuangan Eropa.
Data perbankan internasional terbaru menunjukkan platform blockchain yang mematuhi ISO 20022 seperti Solana mampu memangkas waktu transaksi lintas negara hingga 70% dan mengurangi biaya sekitar 40%.
Survei Global Blockchain Business Council mengungkapkan 65% institusi keuangan berencana mengadopsi teknologi blockchain untuk meningkatkan kepatuhan terhadap standar internasional seperti ISO 20022, mencerminkan minat pasar yang tinggi terhadap integrasi ini.
Solana belum mematuhi ISO 20022 secara native, namun integrasi pihak ketiga memungkinkan partisipasi dalam transaksi yang sesuai standar dengan sistem keuangan tradisional. Ini meningkatkan interoperabilitas dengan institusi keuangan mapan serta memperluas use case dan potensi pengguna Solana.
Bagi investor dan trader, fleksibilitas Solana melalui solusi pihak ketiga menghadirkan peluang pertumbuhan dan integrasi ke layanan keuangan utama. Para pelaku ekosistem Solana perlu memantau perkembangan ini, karena peningkatan kepatuhan ISO 20022 dapat mendorong adopsi dan kepercayaan yang lebih besar di sektor keuangan tradisional.
Meski kepatuhan langsung belum tersedia, pemanfaatan strategis middleware dan inovasi lainnya memungkinkan Solana menjembatani kesenjangan antara teknologi blockchain mutakhir dan standar pesan keuangan yang diakui.
Solana mengadopsi pemrosesan paralel untuk menghadirkan transaksi berkecepatan tinggi dan biaya rendah. Arsitektur yang skalabel ini mendukung ribuan transaksi per detik. Mekanisme konsensus jaringan, Proof of History, secara signifikan meningkatkan performa blockchain.
ISO 20022 merupakan standar data global untuk transaksi lintas negara di sektor keuangan, yang menstandarkan pertukaran data antar institusi. Standar ini meningkatkan efisiensi transaksi, mempercepat settlement, dan menyederhanakan komunikasi keuangan.
Saat Solana terintegrasi dengan ISO 20022 melalui solusi pihak ketiga, interoperabilitas dengan sistem keuangan tradisional meningkat dan efisiensi pembayaran internasional pun membaik. Ini mendorong transparansi, interoperabilitas, serta menarik modal institusi.
Integrasi ini menghadapi tantangan dalam hal kepatuhan regulasi dan kompatibilitas teknis. Karakteristik unik blockchain dan persyaratan ISO dapat menjadi penghalang, sementara ketidakpastian regulasi menambah kerumitan.
Ripple sudah compliant, namun sebagian besar platform utama—termasuk Ethereum dan Solana—belum memiliki kerangka kepatuhan ISO 20022 secara langsung. Adopsi bertahap melalui solusi enterprise tengah berlangsung.











