


Pasar saham Amerika Serikat, termasuk bursa utama seperti NYSE dan NASDAQ, menerapkan kalender libur terstruktur setiap tahun. Memahami jadwal ini sangat penting bagi investor dan trader agar dapat memaksimalkan peluang perdagangan serta menghindari penutupan pasar yang tidak terduga. Secara umum, pasar tutup pada hari libur nasional utama seperti Hari Natal (25 Desember), Tahun Baru, Thanksgiving, dan Hari Kemerdekaan. Namun, status 26 Desember—yang dikenal sebagai Boxing Day di Inggris, Kanada, dan Australia—perlu diperhatikan karena dapat berbeda tergantung pada tahun dan hari jatuhnya Natal.
Secara historis, pasar saham AS tetap buka pada 26 Desember jika Hari Natal diperingati pada 25 Desember dan jatuh di hari kerja. Hal ini karena 26 Desember bukan hari libur nasional di Amerika Serikat, berbeda dengan negara Persemakmuran di mana Boxing Day merupakan hari libur resmi. Jika Natal jatuh pada akhir pekan, pasar bisa memperingati hari libur di hari kerja terdekat (biasanya Jumat sebelumnya atau Senin berikutnya), namun penyesuaian ini tidak otomatis berlaku untuk 26 Desember.
Selalu pastikan status perdagangan untuk 26 Desember setiap tahun dengan memeriksa kalender libur resmi NYSE dan NASDAQ, karena jadwal bisa berubah karena kondisi khusus atau keputusan bursa. Sebagai contoh, jika Hari Natal jatuh pada hari Minggu, penutupan pasar kemungkinan terjadi pada Senin, 26 Desember.
Pada hari perdagangan reguler, termasuk 26 Desember ketika pasar buka, pasar saham AS beroperasi pada jam standar 09:30–16:00 Waktu Timur. Jam perdagangan inti ini merupakan periode likuiditas tertinggi dan aktivitas penemuan harga paling intensif. Tersedia juga sesi perdagangan tambahan bagi trader yang ingin bertransaksi di luar jam reguler. Perdagangan pra-pasar berlangsung pukul 04:00–09:30 ET, sedangkan perdagangan setelah jam pasar berlangsung pukul 16:00–20:00 ET. Namun, perlu diketahui likuiditas di sesi tambahan ini jauh lebih rendah, sehingga spread bid-ask cenderung lebih lebar dan volatilitas harga meningkat.
Perdagangan pada 26 Desember sering menunjukkan karakteristik berbeda dibanding hari biasa. Banyak trader institusi, hedge fund, dan investor profesional mengambil libur panjang selama minggu Natal, sehingga volume perdagangan biasanya jauh lebih rendah. Berdasarkan data historis, volume perdagangan pada 26 Desember bisa turun 20–30% dibanding rata-rata bulanan. Partisipasi yang berkurang ini dapat menimbulkan peluang sekaligus risiko bagi trader aktif. Di satu sisi, likuiditas rendah memperlebar spread dan membuat pergerakan harga kurang dapat diprediksi. Di sisi lain, absennya institusi kadang membuka peluang bagi trader ritel yang tetap aktif.
Bagi trader kripto, kondisi sangat berbeda dan justru menawarkan keunggulan khusus di periode libur tradisional. Pasar kripto beroperasi 24 jam sehari, 7 hari seminggu, 365 hari setahun, tanpa penutupan karena libur, akhir pekan, maupun alasan lain. Anda dapat terus memperdagangkan aset digital seperti Bitcoin, Ethereum, dan kripto lainnya tanpa gangguan pada 26 Desember maupun hari lainnya. Operasi non-stop ini menjadi karakter utama yang membedakan pasar kripto dari pasar keuangan tradisional, menarik banyak trader yang menghargai fleksibilitas trading sepanjang waktu.
Sifat pasar kripto yang beroperasi 24/7 sangat bermanfaat ketika pasar tradisional tutup atau likuiditas menurun. Trader bisa segera merespons berita, peristiwa global, atau sinyal teknikal tanpa menunggu jam buka pasar. Namun, pasar kripto juga bisa mengalami volatilitas tinggi kapan saja, termasuk selama libur ketika banyak trader kurang memperhatikan posisi mereka.
Salah satu kesalahpahaman paling umum di kalangan investor adalah keyakinan bahwa pasar saham AS tutup pada 26 Desember. Sumber kesalahan ini beragam. Pertama, 26 Desember diakui sebagai Boxing Day di banyak negara berbahasa Inggris di luar AS, di mana memang hari libur dan pasar tutup. Kedua, libur Natal yang panjang sering menimbulkan kebingungan soal hari mana yang termasuk hari libur pasar. Ketiga, sebagian investor berasumsi pasar tutup sepanjang minggu antara Natal dan Tahun Baru, padahal biasanya tidak demikian.
Agar terhindar dari kebingungan dan perencanaan tetap akurat, selalu cek kalender resmi bursa yang diterbitkan NYSE dan NASDAQ. Kalender ini biasanya dirilis jauh hari dan memberikan informasi pasti penutupan pasar. Selain itu, mayoritas platform broker dan situs berita finansial juga merilis jadwal perdagangan hari libur sebagai referensi cepat.
Bagi trader yang aktif di pasar saham tradisional maupun kripto, periode libur memberikan pertimbangan dan peluang unik. Berikut beberapa tips praktis untuk menghadapi perdagangan di sekitar 26 Desember:
Pantau Likuiditas Pasar: Volume perdagangan yang rendah saat libur dapat memperlebar spread bid-ask pada saham maupun aset kripto. Sesuaikan strategi trading Anda, misalnya dengan menggunakan limit order daripada market order untuk mendapatkan harga eksekusi lebih baik.
Kelola Ekspektasi Volatilitas: Rendahnya partisipasi pasar kadang memicu pergerakan harga yang berlebihan, karena order besar individu lebih memengaruhi harga. Hal ini berlaku baik di pasar saham maupun kripto, terutama pada aset yang kurang likuid.
Tetap Terinformasi: Meski hari libur, berita dan kejadian penting tetap dapat berpengaruh pada pasar. Aktifkan notifikasi untuk perkembangan penting pada portofolio atau area minat Anda. Pasar kripto yang beroperasi 24/7 memungkinkan pergerakan harga setiap saat.
Perhatikan Perbedaan Zona Waktu: Jika Anda trading saham internasional atau kripto global, pahami bahwa tiap wilayah memiliki jadwal libur berbeda. Pasar AS mungkin buka pada 26 Desember, namun pasar di Inggris, Kanada, Australia, dan negara lain tutup untuk Boxing Day.
Tinjau Manajemen Risiko Anda: Sebelum libur, tinjau posisi dan pastikan strategi manajemen risiko sudah tepat. Pertimbangkan apakah Anda tetap ingin eksposur penuh ketika perhatian Anda menurun, atau lebih baik mengurangi posisi sementara.
Data historis perdagangan menawarkan insight penting mengenai perilaku pasar pada sesi 26 Desember. NYSE dan NASDAQ biasanya mencatat volume perdagangan harian rata-rata 4–5 miliar saham di periode normal. Namun, volume perdagangan pada 26 Desember biasanya turun sekitar 20–30% dari rata-rata bulanan, menunjukkan menurunnya partisipasi investor institusi dan trader profesional selama musim liburan.
Pola volume rendah ini tidak hanya terjadi pada 26 Desember, tapi merupakan bagian dari tren aktivitas perdagangan ringan sepanjang periode Natal dan Tahun Baru. Analis pasar kerap menyebut periode ini sebagai "Santa Claus rally", meski istilah tersebut lebih mengacu pada kecenderungan return positif daripada pola volume perdagangan.
Sebaliknya, bursa kripto menunjukkan konsistensi luar biasa dalam aktivitas perdagangan selama periode libur. Bursa utama melaporkan volume perdagangan pada 26 Desember tetap stabil dibanding hari lain, tanpa penurunan sistematis. Stabilitas ini didorong oleh faktor globalitas dan desentralisasi pasar kripto, kehadiran sistem perdagangan algoritmik yang berjalan terus-menerus, serta partisipasi trader dari berbagai wilayah dengan jadwal libur beragam.
Dalam beberapa tahun terakhir, pasar kripto tumbuh pesat dan semakin matang, menarik investor ritel dan institusi. Operasional pasar kripto yang 24/7 semakin diminati trader yang mengutamakan fleksibilitas dan akses nonstop. Ketika pasar tradisional tutup atau kurang aktif, pasar kripto sering menjadi tujuan trader yang mencari peluang tersedia.
Data industri juga mengungkap pola menarik terkait tipe pelaku pasar saat libur. Trader ritel cenderung konsisten berpartisipasi sepanjang libur, sedangkan aktivitas institusi turun signifikan. Pergeseran komposisi pelaku pasar ini dapat mengubah dinamika pasar, menghasilkan pola harga dan karakter volatilitas berbeda dibanding periode normal.
Bagi investor yang mempertimbangkan alokasi aset antara saham tradisional dan digital, perbedaan operasional selama periode libur menjadi salah satu faktor penting. Operasi pasar kripto yang terus-menerus menawarkan fleksibilitas dan peluang, tetapi juga menuntut pendekatan manajemen risiko dan pemantauan posisi yang berbeda dari pasar dengan jam perdagangan dan penutupan libur yang jelas.
Ya, pasar saham AS akan buka pada 26 Desember. NYSE dan NASDAQ akan beroperasi sesuai jam perdagangan reguler.
Pasar saham tutup pada 26 Desember karena Boxing Day. Indeks H-share Hong Kong dan Tiongkok daratan mengalami penundaan dan baru buka pada pukul 21:15 ET.
26 Desember adalah hari setelah Natal yang menjadi hari libur di banyak negara. Namun, bursa utama AS seperti NYSE dan Nasdaq biasanya tetap beroperasi sesuai jam reguler kecuali ada pengumuman resmi penutupan dari otoritas bursa.
Ya, 26 Desember adalah hari setelah Natal dan pasar saham AS tutup pada tanggal tersebut karena libur Natal yang diperingati pasar AS. Perdagangan akan dibuka kembali pada 27 Desember.
Pasar saham akan beroperasi normal pada 26 Desember dengan perdagangan penuh. Anda dapat melanjutkan aktivitas trading seperti biasa tanpa penyesuaian khusus.











