
Perintah Short bukan hanya alat untuk meraih keuntungan, tetapi juga merupakan metode manajemen risiko yang efektif dalam kegiatan investasi. Investor dan trader memanfaatkan perintah Short untuk melindungi portofolio mereka dari pergerakan pasar yang merugikan, sekaligus memanfaatkan peluang dari penurunan harga aset. Strategi ini sangat krusial dalam membangun portofolio yang seimbang dan adaptif.
Perintah Short, atau short selling, adalah proses ketika investor meminjam aset dari pihak ketiga (biasanya broker) lalu segera menjualnya di pasar terbuka. Tujuannya adalah membeli kembali aset tersebut di harga lebih rendah saat harga turun, mengembalikan aset ke pemberi pinjaman, dan memperoleh keuntungan dari selisih harga. Prosedur ini memungkinkan investor memanfaatkan likuiditas pasar serta meraih profit dari tren penurunan harga.
Misalnya, seorang investor memperkirakan saham XYZ akan turun harga dalam waktu dekat. Investor dapat meminjam 100 saham XYZ dan langsung menjualnya dengan harga USD 50 per saham, total USD 5.000. Jika harga saham turun ke USD 40, investor bisa membeli kembali 100 saham dengan biaya USD 4.000, mengembalikan saham ke broker, dan memperoleh USD 1.000 sebagai keuntungan.
Selain itu, perintah Short juga diterapkan dalam berbagai situasi. Contohnya, investor menggunakan perintah Short untuk melindungi portofolio yang sudah ada ketika memperkirakan terjadi koreksi pasar. Dengan melakukan short selling terhadap beberapa aset, investor dapat mengimbangi potensi kerugian dari posisi Long yang dimiliki.
Keunggulan perintah Short:
Perintah Short memberi peluang bagi investor memperoleh keuntungan dari penurunan harga aset, sehingga memperluas potensi profit di segala kondisi pasar. Selain itu, perintah Short meningkatkan likuiditas pasar dan membantu harga mencerminkan nilai riil aset secara akurat, yang mendorong stabilitas dan efisiensi pasar.
Risiko perintah Short:
Risiko terbesar dari perintah Short adalah kenaikan harga aset secara drastis, sehingga menimbulkan kerugian tanpa batas. Berbeda dengan perintah Long yang kerugian maksimalnya terbatas pada modal awal, kerugian dari perintah Short dapat tidak terbatas jika harga terus naik. Selain itu, meminjam aset untuk short selling dapat menimbulkan biaya tambahan dan komisi broker, yang mengurangi keuntungan bersih.
Berbeda dengan perintah Long, di mana investor membeli aset dengan harapan harga naik, perintah Short didasarkan pada ekspektasi penurunan harga. Kedua strategi ini penting untuk diversifikasi portofolio dan manajemen risiko, namun keduanya menuntut pemahaman mendalam atas pasar dan aset investasi.
Perintah Long cocok untuk investor yang optimis terhadap prospek pasar, sedangkan perintah Short relevan bagi investor yang memperkirakan koreksi harga atau ingin melindungi portofolio. Menggabungkan kedua strategi ini membantu investor menciptakan portofolio yang lebih seimbang dan fleksibel.
Bursa utama di sektor cryptocurrency menyediakan platform yang memungkinkan pengguna melakukan perintah Short secara efisien dan aman. Bursa-bursa ini menawarkan alat dan dukungan yang dibutuhkan agar investor dapat memaksimalkan peluang dari short selling berbagai cryptocurrency, dengan antarmuka ramah dan tingkat keamanan tinggi. Platform yang kredibel umumnya memiliki tim dukungan profesional dan teknologi canggih untuk memastikan pengalaman trading yang optimal.
Perintah Short adalah strategi investasi utama yang memungkinkan investor meraih keuntungan dari penurunan harga aset. Strategi ini membutuhkan pemahaman pasar yang mendalam dan membawa potensi keuntungan maupun risiko. Bursa yang kredibel menyediakan alat dan dukungan agar investor dapat menjalankan perintah Short secara efektif, khususnya di pasar cryptocurrency. Namun, investor wajib memiliki rencana manajemen risiko yang solid sebelum menerapkan strategi ini.
Perintah Short adalah short selling aset yang belum Anda miliki, dengan harapan harga akan turun. Anda meminjam aset, menjualnya langsung di harga saat ini, lalu membeli kembali saat harga turun untuk mendapatkan selisih keuntungan.
Perintah Long berarti membeli aset dengan harapan harga naik, sedangkan perintah Short berarti menjual dengan harapan harga turun. Strategi Long digunakan untuk meraih profit saat pasar bullish, Short digunakan untuk profit saat pasar bearish.
Risiko utama perintah Short adalah potensi kerugian tanpa batas jika harga aset naik melampaui harga jual sehingga investor harus menutupi selisih tersebut. Risiko lain meliputi likuiditas, biaya peminjaman aset, serta tekanan margin call ketika pasar bergerak tajam.
Login ke akun, masuk ke menu Trading - Margin, pilih pasangan trading yang akan di-short, masukkan jumlah dan harga, lalu klik Jual untuk membuka posisi short. Anda dapat menutup posisi saat ingin mengambil profit atau melakukan cut loss.
Perintah Short digunakan saat Anda memprediksi harga akan turun dan ingin meraih profit dari tren penurunan harga. Strategi ini cocok ketika pasar menunjukkan tanda pelemahan atau indikator teknikal menunjukkan tekanan jual yang kuat.











