

Larry Fink, yang dikenal sebagai "Raja Wall Street," merupakan salah satu pendiri, chairman, dan CEO BlackRock—perusahaan investasi terbesar di dunia. Selama kariernya, Fink memberikan pengaruh besar pada pasar keuangan global dan menjadi tokoh sentral dalam ekonomi modern.
Fink mendirikan BlackRock pada 1988 dan sukses menavigasi perusahaan melewati berbagai perubahan besar di industri keuangan global. Semula berfokus pada manajemen aset pendapatan tetap, BlackRock kemudian berkembang pesat. Peran BlackRock menjadi sangat penting setelah krisis keuangan 2008, saat pemerintah Amerika Serikat mempercayakan pengelolaan aset bermasalah kepada BlackRock. Kini, BlackRock tercatat sebagai manajer aset terbesar di dunia—cerminan visi strategis dan kepemimpinan Fink.
Dalam beberapa tahun terakhir, jumlah aset yang dikelola BlackRock melonjak tajam. Perusahaan ini mengelola lebih dari $8,7 triliun untuk klien di lebih dari 100 negara, menegaskan pengaruh Fink yang konsisten di sektor keuangan serta kemampuannya menyesuaikan diri dengan dinamika pasar global.
Posisi Larry Fink sebagai CEO BlackRock memberinya kendali signifikan atas lanskap investasi—khususnya di pasar ekuitas dan pendapatan tetap. Surat tahunan yang ia tujukan kepada para CEO telah menjadi acuan industri, menetapkan agenda keuangan dan membentuk prioritas strategis dunia investasi setiap tahunnya.
Penekanan Fink pada isu Environmental, Social, and Governance (ESG) mengubah strategi investasi dengan mengarahkan modal besar ke inisiatif berkelanjutan. Komitmen pada prinsip ESG kini menjadi inti pendekatan investasi BlackRock di era modern.
Pertumbuhan aset BlackRock mencerminkan kepercayaan investor dan membuktikan efektivitas strategi Fink:
| Tahun | AUM (dalam $ Triliun) |
|---|---|
| 2016 | 5,1 |
| 2017 | 6,3 |
| 2018 | 6,4 |
| 2019 | 7,4 |
| 2020 | 8,7 |
Di bawah arahan Fink, BlackRock terus berinovasi dan memimpin tren di sektor keuangan. Salah satu tren terpenting saat ini adalah meningkatnya peran faktor ESG dalam keputusan investasi. Dalam setiap surat tahunannya, Fink menegaskan bahwa investasi berkelanjutan merupakan elemen kunci dalam strategi pengelolaan aset jangka panjang.
Melalui komunikasi strategis kepada investor, Fink memproyeksikan realokasi modal besar-besaran dan menekankan pentingnya strategi investasi berkelanjutan. Ia melihat masa depan pasar keuangan sangat terkait erat dengan tanggung jawab sosial dan keberlanjutan lingkungan. BlackRock, di bawah kepemimpinannya, mengintegrasikan kriteria ESG ke dalam seluruh proses pengambilan keputusan investasi, mengalihkan modal ke perusahaan yang berkomitmen terhadap pembangunan berkelanjutan.
Sebagai CEO dan chairman salah satu perusahaan investasi terbesar dunia, Larry Fink memiliki pengaruh besar atas keuangan global. Dengan membentuk pandangan terhadap lanskap investasi dan menjadi pelopor keberlanjutan, Fink secara aktif mengarahkan masa depan industri. Visi strategisnya membuktikan bahwa kepemimpinan yang tegas dan fokus pada tanggung jawab sosial mampu mentransformasi sistem keuangan global menuju pertumbuhan yang lebih berkelanjutan dan bertanggung jawab.
Larry Fink adalah warga negara Amerika Serikat. Ia lahir di Amerika Serikat dan merupakan pendiri serta CEO BlackRock, salah satu perusahaan manajemen investasi terbesar di dunia.
Larry Fink adalah CEO dan chairman BlackRock, salah satu perusahaan investasi terbesar dunia. Ia memiliki saham signifikan di perusahaan tersebut dan telah memimpin BlackRock sejak awal berdiri pada 1988.
Larry Fink menjabat sebagai chairman dan CEO BlackRock, manajer aset terbesar di dunia. Ia aktif dalam mendorong investasi pada aset kripto dan teknologi blockchain. Fink terus menjadi pendukung utama pertumbuhan strategis aset digital dalam industri investasi.
Larry Fink adalah pendiri dan CEO BlackRock, perusahaan manajemen aset terbesar dunia. Ia telah memimpin BlackRock sejak 1988, mengubahnya menjadi raksasa investasi global dengan aset triliunan dolar di bawah pengelolaan. Fink dikenal sebagai pendukung utama investasi ESG dan aset digital.











