

Larry Fink, yang dikenal sebagai “Raja Wall Street”, merupakan Co-Founder, Chairman, dan CEO BlackRock, salah satu perusahaan investasi terbesar di dunia. Sepanjang perjalanan kariernya, Fink telah memberikan dampak besar pada pasar keuangan global, menjadikannya sebagai tokoh sentral dalam perekonomian modern. Visi strategis dan keputusan yang diambil Fink memengaruhi kebijakan investasi tidak hanya di BlackRock, tetapi juga di seluruh industri keuangan global.
Larry Fink mendirikan BlackRock bersama timnya pada tahun 1988 dan terus memimpin perusahaan tersebut hingga saat ini, berhasil membawa BlackRock melalui era transformasi besar di sektor keuangan global selama puluhan tahun. Pada awal operasinya, BlackRock berfokus pada pengelolaan aset pendapatan tetap, namun dengan cepat memperluas dan mendiversifikasi layanannya.
Salah satu titik balik terpenting bagi BlackRock terjadi setelah krisis keuangan tahun 2008. Atas permintaan pemerintah Amerika Serikat, BlackRock berperan krusial dalam pengelolaan aset bermasalah, membuktikan keandalan dan keahlian perusahaan di bawah tekanan. Pandangan visioner dan kepemimpinan strategis Fink mendorong BlackRock menjadi manajer aset terbesar dunia, mengelola triliunan dolar untuk klien di lebih dari 100 negara.
Sebagai CEO BlackRock, Larry Fink telah membentuk lanskap investasi modern, terutama di pasar ekuitas dan pendapatan tetap. Surat tahunan yang ia kirimkan kepada para CEO menetapkan agenda komunitas keuangan dan menentukan prioritas investasi global.
Fink sangat menekankan pentingnya faktor Environmental, Social, and Governance (ESG). Kepemimpinan Fink dalam investasi berkelanjutan telah mengarahkan arus modal besar ke perusahaan yang berkomitmen pada prinsip ESG, menggeser prioritas investor dan mendorong korporasi di seluruh dunia untuk meninjau ulang strategi lingkungan dan sosial mereka.
Di bawah kepemimpinan Larry Fink, BlackRock terus berinovasi dan menyesuaikan diri dengan tren terbaru di dunia keuangan. Salah satu perkembangan paling signifikan adalah meningkatnya peran faktor ESG dalam pengambilan keputusan investasi. Dalam surat tahunannya, Fink secara konsisten menegaskan bahwa investasi berkelanjutan sangat penting untuk keberhasilan bisnis jangka panjang dan perlindungan kepentingan investor.
Dalam pidato utama kepada para pemimpin perusahaan, Fink memproyeksikan pergeseran besar dalam alokasi modal menuju strategi berkelanjutan. Ia menekankan meningkatnya kesadaran investor mengenai hubungan antara kebijakan ESG perusahaan dan kinerja keuangan. Sudut pandang ini telah mendorong pengalihan miliaran dolar ke proyek-proyek yang lebih bertanggung jawab dan berkelanjutan.
Sebagai CEO dan Chairman salah satu perusahaan investasi terbesar dunia, Larry Fink memiliki pengaruh besar terhadap keuangan global dan kebijakan ekonomi. Melalui pembentukan sentimen investor, penekanan pentingnya keberlanjutan, serta kepemimpinan yang visioner, Fink secara aktif menentukan arah masa depan industri keuangan. Visinya membuktikan bahwa kepemimpinan yang bertanggung jawab dan berpikiran maju dapat memberikan keuntungan sekaligus mendorong perubahan positif—mempercepat transisi menuju ekonomi global yang lebih berkelanjutan dan inklusif.
Larry Fink adalah Founder dan CEO BlackRock, manajer aset terbesar di dunia dengan lebih dari $10 triliun aset kelolaan. Ia diakui sebagai arsitek manajemen risiko modern dan menjadi penasihat utama bagi regulator keuangan global. Fink memperoleh gelar “Godfather of Wall Street” berkat peran utamanya dalam mengatasi krisis keuangan 2008 serta dampaknya yang berkelanjutan terhadap pasar keuangan global.
BlackRock mengelola $10,6 triliun aset, menjadikannya manajer aset terbesar dunia. Eksposurnya terhadap Bitcoin melalui ETF berpengaruh besar pada pasar cryptocurrency dan memperluas penerimaan aset digital.
Larry Fink telah memelopori investasi ESG, menyoroti risiko iklim sebagai risiko investasi dan menegaskan bahwa profitabilitas jangka panjang adalah target utama setiap perusahaan. Pernyataan publiknya yang berpengaruh menjadikan ESG dari isu terbatas menjadi fokus utama, mendorong investor memprioritaskan pembangunan berkelanjutan.
Sebagai CEO BlackRock, Larry Fink mengintegrasikan kriteria iklim dan ESG ke dalam strategi investasi BlackRock. Pendekatan ini mengarahkan modal ke aset yang berwawasan lingkungan, meningkatkan nilai perusahaan dengan praktik keberlanjutan yang kuat, serta mengurangi minat terhadap investasi karbon tinggi.
Strategi BlackRock berfokus pada investasi ekuitas aktif sistematis yang mengandalkan machine learning dan big data. Tujuan utamanya adalah pencapaian kinerja unggul yang berkelanjutan dalam jangka panjang. Perusahaan mengutamakan manajemen risiko, diversifikasi portofolio, dan efisiensi biaya.
Larry Fink, Founder BlackRock, memiliki hubungan erat dengan pemerintah dan bank sentral, mengelola lebih dari $11 triliun aset. Pengaruhnya membentuk kebijakan ekonomi global dan strategi keuangan internasional.
Pada awalnya, Larry Fink bersikap skeptis terhadap cryptocurrency, namun kini pandangannya berubah menjadi sangat optimis. Ia memandang Bitcoin sebagai alat berpotensi luar biasa dan memprediksi harganya bisa mencapai $700.000.
BlackRock berekspansi di Tiongkok melalui program QFII, QDII, dan QDLP serta berencana meluncurkan produk peningkatan indeks A500. Perusahaan secara aktif memantau perkembangan regulasi dan terus mengeksplorasi peluang investasi lintas negara.











