

Pola inverse head and shoulders adalah alat analisis teknikal yang sangat efektif, digunakan oleh para trader untuk mendeteksi potensi pembalikan tren bullish di pasar. Panduan ini membahas secara menyeluruh detail pola tersebut, komponennya, serta cara optimal untuk memperdagangkannya.
Inverse head and shoulders merupakan pola analisis teknikal yang memproyeksikan potensi perubahan tren dari bearish menjadi bullish. Pola ini menyerupai head and shoulders terbalik, dengan 'kepala' yang membentuk lembah terdalam dan diapit oleh dua 'bahu' yang lebih dangkal. Pola ini biasanya muncul di tengah tren turun dan terdiri dari tiga kali penurunan dan kenaikan secara berurutan, di mana penurunan tengah (kepala) menjadi titik terendahnya.
Pola inverse head and shoulders terdiri atas beberapa elemen utama berikut:
Pola inverse head and shoulders mencerminkan perubahan sentimen pasar dari bearish menuju bullish. Pada awalnya, sentimen bearish mendominasi seiring penurunan harga. Bahu kiri terbentuk saat sebagian pelaku pasar menilai aset undervalued sehingga memicu reli singkat. Kepala menandakan tekanan terakhir dari bear, dan setelahnya sentimen bullish mulai menguat. Bahu kanan menunjukkan tekanan bearish yang semakin melemah, hingga akhirnya sentimen bullish mendominasi ketika harga menembus neckline.
Untuk memperdagangkan pola ini secara efektif, lakukan langkah-langkah berikut:
Agar peluang berhasil semakin tinggi saat memperdagangkan pola ini:
Contoh historis pola ini pernah terjadi di pasar cryptocurrency pada 2019-2020. Pola terbentuk di tengah tren turun, dengan bahu kiri sekitar $6.500, kepala di $3.750, dan bahu kanan mendekati $9.000. Neckline terbentuk di kisaran $10.500. Setelah terjadi breakout, target harga diproyeksikan sekitar $17.250.
Pola inverse head and shoulders adalah instrumen penting bagi trader untuk mengidentifikasi potensi pembalikan tren bullish di pasar. Dengan memahami komponen, psikologi, dan strategi trading-nya, investor dapat mengambil keputusan yang lebih tepat. Namun, perlu diingat tidak ada pola yang benar-benar pasti, sehingga manajemen risiko yang disiplin harus selalu diterapkan saat trading menggunakan analisis teknikal.
Pola inverse head and shoulders menandakan potensi pembalikan tren dari bearish menjadi bullish. Pola ini mengindikasikan kemungkinan berakhirnya tren turun dan awal pergerakan harga naik.
Benar, pola ini umumnya dianggap bullish. Pola ini kerap mengindikasikan potensi pembalikan tren dari bearish menjadi bullish, sehingga menjadi peluang beli yang menarik bagi trader.
Ya, pola head and shoulders inverse pada umumnya bersifat bullish. Pola ini sering kali menjadi sinyal pembalikan dari tren turun ke tren naik, sehingga membuka peluang beli bagi trader.
Kebalikannya adalah pola inverse head and shoulders, yang juga dikenal sebagai reverse head and shoulders. Ini merupakan formasi grafik bullish yang menandakan potensi pembalikan tren dari bearish menjadi bullish.











