
Dalam ranah trading cryptocurrency, memahami perbedaan detail berbagai tipe order sangat penting bagi pengelolaan risiko dan perlindungan portofolio yang optimal. Artikel ini mengulas secara komprehensif perbandingan antara stop-limit dan stop-loss order, dua instrumen utama dalam strategi trader profesional.
Sebelum membahas stop-limit maupun stop-loss order, penting untuk memahami tipe order mendasar di pasar finansial:
Market Order: Instruksi untuk segera membeli atau menjual aset pada harga terbaik yang tersedia. Market order menawarkan eksekusi cepat, namun harga akhir dapat berubah mengikuti fluktuasi pasar.
Limit Order: Memungkinkan trader menentukan harga pasti untuk membeli atau menjual aset. Limit order memberikan kontrol harga, namun eksekusinya bisa tertunda atau bahkan batal jika harga pasar tidak sesuai dengan batas yang ditentukan.
Stop Order: Order ini aktif ketika harga pasar mencapai level tertentu, kemudian berubah menjadi market order.
Stop-loss order merupakan alat manajemen risiko yang bertujuan membatasi kerugian dalam aktivitas trading. Karakteristik utama stop-loss order meliputi:
Stop-limit order menggabungkan karakteristik stop dan limit order, memberikan kontrol eksekusi yang lebih presisi. Fitur utama stop-limit order antara lain:
Pemilihan antara stop-loss dan stop-limit order disesuaikan dengan strategi trading dan tingkat toleransi risiko masing-masing trader:
Stop-Loss Order:
Stop-Limit Order:
Pemahaman atas perbedaan stop-limit dan stop-loss order sangat berperan dalam trading cryptocurrency yang efektif. Stop-loss order menawarkan eksekusi otomatis pada harga pasar, sedangkan stop-limit order memberikan kontrol lebih besar atas harga eksekusi. Pemilihan instrumen ini bergantung pada tujuan trading, tingkat risiko, dan kondisi pasar masing-masing trader. Penguasaan tipe order ini mampu meningkatkan kemampuan manajemen risiko dan mengoptimalkan strategi trading di pasar cryptocurrency yang dinamis.
Stop-loss secara otomatis menjual pada harga pasar ketika harga yang ditetapkan tercapai. Stop-limit menempatkan limit order pada harga tertentu setelah dipicu.
Batas stop-loss yang ideal umumnya berkisar antara 2% hingga 5% dari nilai investasi Anda. Rentang ini efektif melindungi dari kerugian besar sekaligus memberi ruang untuk pergerakan harga yang wajar.
Aturan 3-5-7 membatasi risiko maksimal 3% per transaksi, total eksposur sebesar 5%, dan menetapkan target profit 7%. Strategi ini sederhana namun efektif untuk manajemen risiko trader.
Aturan 90-90-90 menyebutkan bahwa 90% trader kehilangan 90% modalnya dalam 90 hari pertama, menyoroti tingginya risiko dan tingkat kegagalan dalam trading.











