


Buying power merupakan konsep sentral dalam trading, khususnya di pasar dengan volatilitas tinggi seperti kripto. Buying power menunjukkan jumlah dana total yang dapat digunakan trader untuk membeli aset, meliputi saldo kas dan dana pinjaman yang mungkin tersedia. Pemahaman buying power sangat penting agar trader dapat mengambil keputusan yang tepat dan mengelola risiko secara efektif.
Buying power adalah jumlah dana yang dapat dipakai oleh trader untuk membeli aset yang bisa diperdagangkan di exchange. Ini terdiri dari dana tunai di akun trader dan kapasitas pinjaman tambahan yang disediakan oleh platform. Buying power menjadi sangat penting dalam margin trading, di mana trader dapat memanfaatkan leverage untuk meningkatkan potensi keuntungan maupun kerugian mereka.
Non-margin buying power adalah jumlah dana tunai yang ada di akun trader. Sebaliknya, margin buying power mencakup dana pinjaman sehingga trader bisa mengambil posisi lebih besar dari dana tunai yang tersedia. Margin trading berhubungan dengan konsep seperti initial margin (jumlah minimum untuk membuka posisi) dan maintenance margin (saldo minimum agar posisi tetap aktif). Pemahaman yang tepat atas konsep ini penting agar trader terhindar dari risiko likuidasi.
Meski terdengar serupa, kedua istilah ini memiliki arti yang berbeda. Buying power berkaitan langsung dengan trading dan mencerminkan dana untuk membeli aset. Purchasing power adalah konsep ekonomi yang menandakan kemampuan suatu mata uang membeli barang dan jasa, berkaitan erat dengan inflasi dan diukur melalui indikator seperti Consumer Price Index (CPI). Memahami perbedaan tersebut sangat penting bagi trader yang ingin memahami dinamika pasar sekaligus tren ekonomi secara luas.
Day Trade Buying Power (DTBP) adalah hak istimewa margin khusus untuk trader harian yang aktif. Biasanya, DTBP memberikan akses leverage lebih tinggi, tetapi disertai persyaratan lebih ketat seperti menjaga saldo minimum dan memenuhi frekuensi trading tertentu. Day trader perlu memahami syarat serta risiko yang melekat pada leverage yang lebih besar.
Dalam pasar kripto, buying power umumnya merujuk pada leverage. Banyak exchange kripto menawarkan leverage besar, sehingga trader dapat mengambil posisi jauh melebihi saldo mereka. Sebagai contoh, leverage 20x memungkinkan trader dengan saldo Rp1.000 mengendalikan posisi senilai Rp20.000. Potensi profit memang bisa meningkat, namun risiko kerugian dan likuidasi juga jauh lebih besar. Trader wajib memahami dan mematuhi ketentuan leverage di platform masing-masing.
Buying power adalah konsep utama dalam trading yang menunjukkan kemampuan trader membeli aset, baik dari saldo kas maupun dana pinjaman. Buying power berbeda antara akun non-margin dan margin, serta memiliki peran khusus pada day trading dan pasar kripto. Peningkatan buying power lewat leverage menawarkan peluang profit lebih besar, tapi juga memperbesar risiko. Trader, terutama pemula, harus memahami buying power, persyaratan margin, dan risiko terkait sebelum melakukan leveraged trading. Pengelolaan risiko yang baik dan edukasi berkelanjutan sangat diperlukan dalam menghadapi dunia trading yang dinamis, khususnya di pasar kripto yang volatil.
Buying power adalah total dana yang bisa Anda gunakan, meliputi dana tersedia dan kredit. Cash adalah dana tunai yang ada di akun Anda. Buying power bisa melebihi saldo cash.
Buying power adalah total dana yang tersedia untuk membeli aset, mencakup dana tunai dan margin pada akun leverage. Buying power menentukan kapasitas investor dalam membeli sekuritas.











