

Masalah yang paling sering terjadi pada transaksi Swap adalah transaksi gagal namun biaya trading tetap terpotong dari saldo dompet Anda. Kondisi ini sering membingungkan pengguna, namun penting untuk dipahami bahwa berapa pun alasan kegagalan transaksi, Gas Fee tetap akan dipotong saat transaksi dikirim ke jaringan blockchain.
Gas Fee bukanlah biaya yang dikenakan oleh penyedia dompet Anda, melainkan oleh jaringan blockchain itu sendiri. Saat transaksi dimulai, transaksi akan disiarkan ke jaringan dan diproses oleh miner atau validator. Meskipun transaksi akhirnya gagal karena berbagai alasan seperti toleransi slippage yang tidak memadai atau kesalahan eksekusi smart contract, sumber daya komputasi telah digunakan oleh jaringan. Oleh sebab itu, Gas Fee tetap harus dibayarkan sebagai kompensasi kepada miner atas upaya mereka dalam memproses transaksi Anda.
Pemahaman Gas Fee: Gas Fee merupakan biaya komisi yang diberikan kepada miner atau validator yang memelihara jaringan blockchain. Saat Anda mentransfer aset di Ethereum atau blockchain lain, miner harus mengemas transaksi Anda dan memasukkannya ke dalam blok. Proses ini membutuhkan sumber daya komputasi dan bandwidth jaringan, sehingga biaya komisi wajib dibayarkan. Gas Fee dihitung dengan mengalikan Gas Limit (jumlah maksimum unit gas yang ingin Anda keluarkan) dengan Gas Price (harga per unit gas yang bersedia Anda bayar, biasanya dinyatakan dalam Gwei). Sebagai contoh, jika Gas Limit Anda adalah 21.000 unit dan Gas Price yang Anda tetapkan adalah 50 Gwei, maka total Gas Fee yang dibayarkan adalah 1.050.000 Gwei atau setara 0,00105 ETH.
Kegagalan transaksi pada swap blockchain dapat disebabkan oleh berbagai faktor teknis maupun kondisi pasar. Memahami penyebabnya akan membantu Anda menghindari masalah serupa di masa mendatang dan meningkatkan keberhasilan transaksi.
Toleransi Slippage Tidak Memadai: Pengaturan toleransi slippage yang terlalu rendah merupakan salah satu penyebab utama kegagalan transaksi. Slippage adalah selisih antara harga transaksi yang diharapkan dan harga aktual saat transaksi dieksekusi. Di pasar yang volatil atau untuk token berlikuiditas rendah, harga dapat berubah dengan cepat antara waktu pengiriman dan pemrosesan transaksi di blockchain. Jika pergerakan harga melebihi batas toleransi slippage, smart contract akan otomatis menolak transaksi demi melindungi Anda dari harga yang tidak menguntungkan.
Likuiditas Token Rendah: Token dengan likuiditas yang rendah di decentralized exchange sangat rentan mengalami kegagalan transaksi. Jika jumlah token di liquidity pool tidak cukup di harga yang diinginkan, transaksi tidak dapat diproses. Hal ini umum terjadi pada token baru atau berkapitalisasi rendah.
Kepadatan Jaringan Blockchain: Ketika aktivitas jaringan tinggi, transaksi bisa gagal akibat Gas Fee yang terlalu rendah atau kemacetan jaringan. Jika Gas Fee Anda lebih kecil dibandingkan transaksi lain yang menunggu, miner akan memprioritaskan transaksi lain sehingga transaksi Anda gagal akibat timeout.
Pembatasan Smart Contract: Sebagian kontrak token memiliki pembatasan seperti batas maksimum transaksi, alamat yang diblokir, atau jendela waktu trading tertentu. Pembatasan dari smart contract ini dapat menyebabkan transaksi gagal meski parameter lain sudah benar.
Solusi dan Praktik Terbaik:
Refresh dan Coba Ulang: Cukup menyegarkan halaman dan mencoba ulang dapat mengatasi gangguan sementara pada harga atau jaringan.
Sesuaikan Nominal Transaksi: Coba trading dengan jumlah yang lebih kecil untuk memastikan masalah likuiditas. Jika berhasil, Anda bisa membagi transaksi menjadi beberapa bagian kecil.
Tingkatkan Toleransi Slippage: Untuk token yang volatil atau saat pasar aktif, tingkatkan toleransi slippage ke 2–5% atau lebih. Perlu diingat, toleransi slippage lebih tinggi berarti jumlah token yang diterima dapat lebih sedikit dari penawaran awal.
Kurangi Angka Desimal: Beberapa smart contract bermasalah saat memproses transaksi dengan banyak angka desimal. Bulatkan jumlah swap ke lebih sedikit angka desimal (misalnya dari 1,23456789 menjadi 1,234).
Verifikasi Jaringan Blockchain: Pastikan jaringan blockchain kedua token dalam transaksi swap Anda konsisten. Transaksi lintas chain membutuhkan mekanisme berbeda dan tidak bisa diproses dengan swap standar.
Tingkatkan Gas Fee: Saat jaringan padat, menaikkan Gas Fee dapat mempercepat proses transaksi dan menurunkan risiko kegagalan.
Periksa Detail Kontrak Token: Teliti smart contract token untuk menemukan batasan atau syarat khusus trading. Beberapa token memiliki mekanisme anti-whale, pajak transfer, atau pembatasan lain.
Jika Anda telah mencoba seluruh solusi di atas namun transaksi tetap gagal, sebaiknya hubungi customer service resmi dengan melampirkan screenshot detail transaksi, hash transaksi, pesan error, dan alamat dompet Anda. Tim dukungan akan menelusuri masalah terkait smart contract atau kendala platform secara lebih spesifik.
Dalam beberapa kasus, pengguna mendapati aset tidak langsung kembali ke saldo dompet setelah transaksi gagal. Kondisi ini memang mengkhawatirkan, namun biasanya hanya merupakan masalah sementara akibat keterlambatan proses blockchain, bukan kehilangan dana secara permanen.
Penyebab Pengembalian Dana Tertunda: Ketika transaksi gagal di blockchain, aset seharusnya langsung dikembalikan ke dompet Anda karena tidak pernah benar-benar dipindahkan. Namun, pembaruan data oleh blockchain explorer dan antarmuka dompet bisa tertunda, sehingga saldo belum langsung terlihat. Aplikasi dompet perlu sinkronisasi dengan jaringan blockchain untuk memperbarui status terbaru akun Anda, dan saat aktivitas tinggi sinkronisasi bisa lebih lama dari biasanya.
Tindakan Jika Aset Tidak Tampil:
Tunggu dan Refresh: Tunggu beberapa menit dan refresh tampilan dompet Anda. Sebagian besar pengembalian dana yang tertunda akan muncul dalam 5–10 menit setelah status blockchain ter-update.
Periksa Blockchain Explorer: Gunakan blockchain explorer (misal Etherscan untuk Ethereum) untuk memverifikasi saldo on-chain dompet Anda. Masukkan alamat dompet untuk melihat status aset secara real time di blockchain. Jika aset muncul di explorer tetapi tidak di dompet, masalahnya ada pada tampilan dompet, bukan blockchain.
Bersihkan Cache dan Restart: Membersihkan cache aplikasi dompet atau restart aplikasi kadang dapat memaksa sinkronisasi ulang dengan blockchain dan menampilkan saldo yang benar.
Verifikasi Status Transaksi: Cek hash transaksi yang gagal di blockchain explorer. Transaksi yang gagal akan menampilkan status "Failed" atau "Reverted", dan aset tetap tersimpan di alamat dompet Anda.
Hubungi Customer Service: Jika aset belum muncul setelah menunggu 30 menit hingga 1 jam, hubungi customer service resmi dengan data berikut:
Tim customer service dapat melakukan investigasi lebih mendalam untuk mengidentifikasi apakah ada kendala teknis pada antarmuka dompet, masalah sinkronisasi blockchain, atau faktor lain yang mendasari. Hampir seluruh aset dari transaksi gagal tetap aman dan akan tercatat di dompet Anda setelah kendala teknis sementara teratasi.
Penting: Selalu pastikan Anda menghubungi customer service resmi melalui situs atau aplikasi terverifikasi. Waspadai penipu yang mengaku sebagai customer service dan jangan pernah membagikan private key atau seed phrase kepada siapa pun, termasuk customer service.
Kegagalan transaksi umumnya terjadi akibat Gas Fee tidak memadai, kemacetan jaringan, alamat dompet yang salah, saldo rendah, error smart contract, atau timeout transaksi. Pastikan pengaturan gas, jaringan, dan alamat penerima sudah tepat untuk mengatasi sebagian besar masalah.
Tidak, dana tidak akan terpotong setelah transaksi gagal. Dana Anda akan dikembalikan ke akun. Pra-otorisasi hanya menahan dana sementara tanpa memengaruhi saldo aktual Anda.
Pastikan koneksi jaringan Anda stabil dengan memeriksa kekuatan sinyal WiFi atau mobile. Ganti jaringan jika perlu atau restart perangkat. Jika kegagalan berulang, hubungi penyedia layanan internet atau tunggu hingga jaringan stabil sebelum mencoba ulang.
Ya, jika saldo tidak mencukupi, transaksi pasti gagal. Pastikan dompet Anda memiliki dana cukup untuk menutupi nominal transaksi dan Gas Fee sebelum memulai transaksi.
Ya. Jika menggunakan metode pembayaran yang tidak didukung atau sudah kadaluarsa, transaksi akan gagal. Pastikan metode pembayaran Anda valid dan belum melewati batas bank. Jika transaksi gagal, segera hubungi customer service penyedia pembayaran.
Periksa saldo akun terlebih dahulu—kekurangan dana adalah penyebab utama. Jika saldo cukup, bisa jadi kartu Anda dibekukan. Segera hubungi bank untuk memastikan status akun dan membuka blokir transaksi. Pastikan dana cukup sebelum mencoba ulang.
Kegagalan transaksi akibat timeout biasanya karena jaringan tidak stabil, latensi server tinggi, atau masalah sistem. Koneksi internet buruk atau keterlambatan jaringan membuat instruksi transaksi tidak sampai ke server tepat waktu, sehingga terjadi error timeout.
Pastikan Gas Fee sesuai kondisi jaringan, cek saldo dompet dan alamat penerima sebelum konfirmasi, gunakan pengaturan slippage yang tepat, jaga kestabilan koneksi, serta lakukan transaksi di waktu jaringan normal untuk meminimalisir risiko kegagalan.











