

Slippage adalah selisih antara harga eksekusi yang diharapkan dan harga eksekusi aktual dalam perdagangan cryptocurrency. Konsep ini sangat penting baik di pasar tradisional maupun pasar kripto.
Slippage terjadi ketika harga yang Anda rencanakan untuk transaksi berbeda dengan harga aktual saat order Anda dieksekusi. Perbedaan ini dapat berdampak besar bagi para trader di pasar keuangan tradisional maupun kripto.
Untuk memahami penyebab slippage, Anda perlu memahami dinamika perdagangan dan likuiditas. Platform perdagangan membentuk pool aset guna mempermudah transaksi. Untuk aset yang volatil seperti cryptocurrency, pool ini umumnya dipasangkan dengan aset stabil (misalnya JPY) untuk menjaga keseimbangan.
Saat pasar stabil, pasangan perdagangan cenderung tetap seimbang. Namun, pada periode dengan volume transaksi tinggi atau volatilitas ekstrem, keseimbangan pool aset dapat terganggu. Platform kemudian akan menyesuaikan harga aset volatil untuk mengembalikan keseimbangan.
Likuiditas adalah faktor utama dalam slippage. Likuiditas menunjukkan seberapa mudah suatu aset dapat dibeli atau dijual tanpa memicu perubahan harga yang besar. Aset dengan likuiditas tinggi memberikan lebih banyak peluang transaksi dan transaksi besar berdampak minim pada harga pasar.
Sebaliknya, aset dengan likuiditas rendah—seperti token dari proyek baru—dapat mengalami perubahan harga tajam meskipun dengan volume transaksi yang kecil. Banyak platform perdagangan terdesentralisasi menampilkan informasi tentang estimasi dampak harga dari transaksi, biasanya dalam persentase.
Di dunia kripto, pajak memiliki peran khusus. Pajak perdagangan utamanya berfungsi untuk menghasilkan pendapatan demi pengembangan dan keberlanjutan proyek, serta, khususnya pada proyek berlikuiditas rendah, membatasi spekulasi berlebihan dan perdagangan cepat.
Pajak ini umumnya diterapkan dengan tarif tetap per transaksi (biasanya sekitar 10%). Walaupun menjadi sumber pendapatan penting, pajak ini menambah kompleksitas pada dinamika perdagangan dan berdampak langsung terhadap slippage.
Mengelola toleransi slippage secara tepat sangat penting agar eksekusi transaksi berjalan optimal. Namun, toleransi yang terlalu tinggi membuka peluang bagi strategi jahat yang dikenal sebagai “front-running”. Dalam situasi ini, bot otomatis memanfaatkan order dengan toleransi slippage tinggi untuk meraih keuntungan.
Di platform perdagangan terdesentralisasi, semua order diproses otomatis, dengan urutan eksekusi terutama bergantung pada waktu pengajuan dan besaran gas fee. Sistem ini memungkinkan programmer berpengalaman mendeteksi order tertentu dalam antrean dan memanipulasi posisinya dengan menawarkan gas fee lebih tinggi.
Slippage adalah konsep penting dalam perdagangan kripto, menggambarkan selisih antara harga transaksi yang diharapkan dan harga eksekusi aktual. Pemahaman tentang slippage sangat penting saat berdagang di platform terdesentralisasi dengan likuiditas rendah.
Trader kripto harus mempertimbangkan toleransi slippage, pajak, dan risiko front-running untuk membuat keputusan perdagangan yang tepat. Walaupun slippage lazim terjadi di pasar kripto, peningkatan pemahaman dan strategi yang matang memungkinkan trader mengelola tantangan ini secara efektif.
Slippage adalah perbedaan antara harga eksekusi yang diharapkan dan harga eksekusi aktual dalam trading kripto. Konsep ini penting karena dapat berdampak besar pada trader.
Slippage umumnya disebabkan oleh likuiditas pasar. Saat likuiditas rendah atau volume perdagangan tinggi, keseimbangan pool aset terganggu dan penyesuaian harga diperlukan, sehingga terjadi slippage.
Untuk mengurangi slippage, lakukan transaksi pada aset yang sangat likuid, kelola ukuran order dengan tepat, serta atur toleransi slippage secara hati-hati. Selain itu, selalu waspada terhadap risiko front-running.











