

Trading cryptocurrency membutuhkan kombinasi analisis teknikal yang mendalam, intuisi pasar, dan pemahaman psikologis. Para trader profesional mengandalkan pola grafik teknikal sebagai acuan memproyeksikan pergerakan harga serta menentukan titik entry dan exit terbaik. Pola Double Top dan Double Bottom menjadi pola pembalikan klasik yang sangat penting untuk memetakan perubahan arah pasar. Strategi Double Top sangat krusial di dunia kripto, karena volatilitas tinggi sering kali memunculkan pola berulang dan peluang taktis yang menarik.
Double Top adalah pola teknikal bearish yang menandai pembalikan arah dari tren naik menuju tren turun. Pada grafik harga, pola ini berbentuk huruf “M” dengan dua puncak pada area resistance yang sama dan dipisahkan oleh pullback. Pola ini dikonfirmasi bila harga menembus support utama yang dikenal sebagai neckline.
Double Top terbentuk dalam beberapa tahapan berikut:
Uptrend. Harga aset naik secara konsisten, didorong oleh sentimen bullish, kabar positif, atau minat beli investor.
Puncak Pertama. Harga menyentuh titik tertinggi lokal di resistance, di mana penjual mulai menahan laju pembeli. Koreksi ke bawah pun terjadi, membentuk lengkungan pertama dari “M”.
Neckline. Koreksi tersebut membawa harga ke area support—neckline—yang biasanya sejajar dengan level terendah sebelumnya atau titik harga penting.
Puncak Kedua. Harga kembali naik ke resistance namun gagal menembus lebih tinggi. Volume perdagangan cenderung turun, menandakan tekanan beli mulai melemah.
Break Neckline. Setelah puncak kedua, harga turun tegas menembus neckline, memvalidasi pola Double Top. Biasanya, pergerakan ini disertai lonjakan volume.
Double Top merefleksikan perubahan sentimen pasar dan pergeseran kekuatan antara bull dan bear. Puncak pertama menandakan pembeli mulai kehabisan tenaga di resistance, lalu terjadi pullback sebagai sinyal melemahnya permintaan. Puncak kedua menegaskan bahwa resistance tetap kuat dan pembeli makin kehilangan kendali. Penembusan neckline memvalidasi dominasi bearish dan terjadinya pembalikan tren.
Double Bottom adalah pola pembalikan bullish—kebalikan dari Double Top. Pola ini muncul di pengujung tren turun dan menjadi pertanda awal pemulihan serta kenaikan harga. Pada grafik, pola ini membentuk “W”, dengan harga dua kali mengetes support sebelum akhirnya rebound kuat.
Double Bottom terbentuk melalui langkah-langkah berikut:
Downtrend. Harga aset bergerak turun, didominasi sentimen bearish dan tekanan jual.
Bottom Pertama. Harga mencapai titik terendah lokal pada area support. Tekanan jual berkurang, pembeli masuk, harga mulai naik.
Neckline. Harga naik menuju resistance—neckline—yang biasanya sejajar dengan puncak sebelumnya atau level kunci pada grafik.
Bottom Kedua. Harga kembali turun ke support, membentuk titik terendah kedua. Penjual tak mampu menekan harga lebih jauh, pembeli mulai mengambil alih.
Break Neckline. Harga menembus neckline, mengonfirmasi pembalikan bullish. Breakout ini kerap disertai peningkatan volume perdagangan.
Double Bottom membuktikan kekuatan support menghadapi tekanan jual. Bottom pertama menandakan momentum bearish mulai melemah; bottom kedua memastikan penjual benar-benar kehabisan tenaga. Breakout neckline ke atas menandai kemenangan bull dan memicu pemulihan pasar.
| Fitur | Double Top | Double Bottom |
|---|---|---|
| Jenis Pola | Bearish (pembalikan tren turun) | Bullish (pembalikan tren naik) |
| Bentuk Grafik | M | W |
| Tren Sebelumnya | Uptrend | Downtrend |
| Level Kritis | Resistance | Support |
| Sinyal Entry | Break di bawah neckline | Break di atas neckline |
| Tren Volume | Turun di puncak kedua | Naik di bottom kedua |
Kedua pola ini merupakan cermin satu sama lain yang membantu trader mengidentifikasi titik balik pasar secara akurat.
Sebelum mencari pola, pastikan Anda telah menentukan arah tren dengan tepat. Analisis berbagai timeframe (1 jam, 4 jam, harian) dan gunakan moving average (MA 50, MA 200) atau indikator ADX untuk mengukur kekuatan tren.
Pada Double Top, identifikasi dua puncak di area resistance yang sama setelah uptrend. Penurunan volume pada puncak kedua adalah sinyal utama melemahnya momentum beli.
Pada Double Bottom, temukan dua bottom sejajar pada area support setelah tren turun. Volume yang meningkat pada bottom kedua memperkuat validitas sinyal tersebut.
Hindari entry sebelum breakout terkonfirmasi. Pada Double Top, tunggu hingga candle close di bawah neckline dengan volume meningkat. Pada Double Bottom, pastikan candle close di atas neckline dengan volume naik.
Entry: Masuk posisi segera setelah terjadi break neckline. Short untuk Double Top, long untuk Double Bottom.
Stop-Loss: Tempatkan di atas puncak kedua untuk short, dan di bawah bottom kedua untuk long.
Take-Profit: Hitung tinggi pola (jarak puncak/bottom ke neckline), lalu proyeksikan dari titik breakout.
Perkuat sinyal dengan indikator teknikal berikut:
RSI (Relative Strength Index): Overbought di atas 70 untuk Double Top, oversold di bawah 30 untuk Double Bottom.
MACD: Pembalikan tren dikonfirmasi jika terjadi crossing garis sinyal.
Volume: Lonjakan volume pada breakout menjadi konfirmasi penting.
Pada grafik harian BTC/USDT, harga naik dari $50.000 ke $65.000, lalu terkoreksi ke $60.000, kembali naik ke $65.000 namun gagal menembus lebih tinggi. Puncak kedua di $65.000 terjadi dengan volume lebih rendah, menandakan momentum berkurang. Harga turun di bawah $60.000 dengan volume meningkat. Trader melakukan short di $59.800, stop-loss di $65.500, dan target $55.000 (tinggi pola: $5.000). Harga mencapai $55.000, memberikan profit 8%.
Pada grafik 4 jam ETH/USDT, harga turun dari $2.500 ke $2.000, rebound ke $2.200, lalu kembali menguji $2.000 dengan volume naik. Harga menembus $2.200 didukung volume. Trader entry long di $2.250, stop-loss di $1.950, target $2.500 (tinggi pola: $200). Harga mencapai $2.500, menghasilkan profit 10%.
Pada grafik 1 jam XRP/USDT, harga membentuk Double Top di $1,50. Setelah puncak kedua, harga turun di bawah neckline $1,40, namun volume tidak meningkat. Entry short di $1,39 terkena stop di $1,45 dengan kerugian 2%. Hal ini menegaskan pentingnya konfirmasi volume.
Pada grafik harian SOL/USDT, harga turun dari $150 ke $120 (bottom pertama), naik ke $130, lalu kembali ke $120. Harga menembus $130 dengan volume meningkat. Trader entry long di $132, stop-loss di $118, target $140. Harga mencapai target, profit 6% tercapai.
Mudah Diidentifikasi. Bentuk “M” dan “W” sangat intuitif, sehingga cocok untuk semua level trader.
Bisa Digunakan di Berbagai Instrumen. Efektif di semua timeframe dan jenis aset.
Terbukti Akurat Jika Dikonfirmasi. Breakout yang didukung volume sering berujung pada pergerakan harga yang signifikan.
Risiko Sinyal Palsu. Pola bisa gagal tanpa konfirmasi volume atau indikator teknikal lainnya.
Dampak Volatilitas. Fluktuasi tajam berpotensi mengganggu validitas pola.
Penilaian Subjektif. Penempatan neckline bisa berbeda antar trader, sehingga pengambilan keputusan pun bervariasi.
Optimalkan performa dan minimalkan risiko dengan tips berikut:
Level Fibonacci: Neckline, puncak, atau bottom sering berimpit dengan level retracement Fibonacci utama (38,2%, 50%, 61,8%).
Trend Line: Tarik garis pada high dan low untuk mengonfirmasi tren utama.
Analisis Volume: Lonjakan volume pada breakout menjadi sinyal validasi utama.
Monitoring Berita: Amati update protokol, perubahan regulasi, dan faktor makroekonomi yang dapat menggerakkan pasar.
Backtesting: Pelajari data historis untuk menyempurnakan strategi dan memahami perilaku pola.
Banyak platform kripto menyediakan leverage hingga 200x. Contohnya, setelah menemukan Double Top di BTC/USDT, Anda bisa membuka posisi short dengan leverage 10x. Dengan deposit $100, nilai posisi menjadi $1.000—memperbesar peluang profit maupun risiko.
Pada grafik 5 menit, mini-pola memungkinkan trading super cepat. DOGE/USDT bisa memberikan return 1–2% dalam 10 menit saja.
RSI + Double Top: Overbought di atas 70 pada puncak kedua sangat memperkuat sinyal jual.
Bollinger Bands + Double Bottom: Breakout di atas upper band mengonfirmasi momentum bullish yang kuat.
Stochastic: Persilangan di zona overbought/oversold menambah presisi entry.
Di pasar sideways, Double Top memberi sinyal pergerakan ke batas bawah, sedangkan Double Bottom ke batas atas. Pola ini sangat efektif untuk trading jangka pendek di saat pasar tidak pasti.
Saat pasar sedang bullish kuat, Double Top memang jarang, namun sering kali menandai titik pembalikan utama sebelum koreksi besar terjadi.
Double Bottom sering muncul di akhir tren bearish, menandai pembalikan dan awal fase reli baru.
Dalam kondisi pasar ranging, pola ini membantu trader mengambil posisi di area ekstrem harga—Double Top di resistance, Double Bottom di support—dan memanfaatkan peluang pembalikan di tengah fluktuasi harga.
Praktikkan dengan Akun Demo. Uji strategi tanpa risiko sebelum mulai trading sungguhan.
Aktifkan Notifikasi. Gunakan fitur notifikasi grafik untuk memantau pembentukan pola dan breakout.
Manajemen Risiko Ketat. Batasi kerugian per transaksi pada 1–2% dari total modal trading.
Prioritaskan Pair Volatil. Aset seperti SHIB/USDT, SOL/USDT, dan altcoin lain sering membentuk pola yang jelas dan likuid.
Buat Jurnal Trading. Catat seluruh transaksi untuk belajar dari kesalahan dan mengasah strategi yang berhasil.
Analisis Multi-Timeframe. Bandingkan pola pada timeframe 1 jam, 4 jam, dan harian untuk gambaran pasar yang menyeluruh.
Perhatikan Likuiditas. Pilih pair dengan likuiditas tinggi untuk eksekusi order yang cepat dan efisien.
Pola Double Top dan Double Bottom bukan sekadar gambar di grafik—namun merupakan alat yang terbukti ampuh untuk mengantisipasi pembalikan tren. Kesederhanaan, fleksibilitas, dan tingkat keberhasilannya sangat sesuai dengan volatilitas pasar kripto, di mana pola sering terbentuk dan memberikan sinyal trading yang actionable. Strategi Double Top tetap menjadi pilar utama analisis teknikal trader profesional.
Mulailah dari pasangan utama seperti BTC/USDT, ETH/USDT, dan SOL/USDT, serta latih keterampilan Anda di akun demo. Kombinasikan pola grafik dengan indikator teknikal, pantau volume secara cermat, dan terapkan manajemen risiko disiplin agar dapat trading dengan keyakinan dan profitabilitas di segala kondisi pasar.
Setelah Double Top terbentuk, harga biasanya menembus neckline ke bawah, menandai awal tren bearish. Sinyal pembalikan ini umum digunakan untuk entry short, dengan target dihitung dari jarak neckline ke puncak.
Pola Double Top memiliki tingkat keberhasilan lebih dari 70%—termasuk rekor terbaik di antara sinyal teknikal trading.
Pola Double Top membentuk dua puncak sejajar yang dipisahkan oleh satu lembah. Konfirmasi terjadi saat harga menembus support dengan volume naik, menandakan pembalikan tren.
Grafik 4 jam sangat ideal untuk trading Double Top. Pola terbentuk jelas dengan dua puncak sejajar, memberikan keseimbangan optimal antara keakuratan sinyal dan kualitas trading.








