
Pasar cryptocurrency, walaupun menawarkan peluang luar biasa bagi trader dan investor, juga menjadi lahan subur bagi penipu dan pelaku kejahatan finansial. Berdasarkan data dari Chainalysis, hampir seperempat cryptocurrency yang aktif diperdagangkan merupakan proyek scam. Di antara berbagai modus penipuan, skema pump and dump menjadi salah satu bentuk manipulasi pasar paling umum dan merusak dalam industri aset digital.
Skema pump and dump cryptocurrency adalah praktik manipulasi pasar di mana insider dan penipu meningkatkan harga aset secara artifisial melalui penyebaran informasi palsu atau menyesatkan. Skema ini terdiri dari beberapa fase. Pada tahap awal, pelaku skema mengakumulasi posisi besar pada cryptocurrency atau token bernilai rendah. Selanjutnya, mereka menggunakan berbagai saluran komunikasi—seperti media sosial, email, dan pesan teks—untuk menyebarluaskan informasi menyesatkan dan menciptakan hype buatan terhadap aset sasaran.
Promosi ilegal tersebut menciptakan tekanan beli di kalangan trader dan spekulan yang tidak curiga, sehingga harga aset naik dengan cepat. Ketika harga mencapai target yang menguntungkan pelaku skema, mereka melakukan penjualan terkoordinasi (fase "dump"), membanjiri pasar dengan suplai dan menyebabkan harga anjlok. Akibatnya, investor yang tidak bersalah terjebak dengan aset yang nilainya nol atau sangat rendah, sementara penipu meraup keuntungan besar.
Walaupun skema pump and dump sudah lama ditemukan di pasar finansial tradisional, lanskap cryptocurrency sangat rentan terhadap praktik ini karena pengawasan regulasi yang minim, volatilitas tinggi, dan banyaknya investor ritel yang belum berpengalaman.
Berbagai kasus besar menunjukkan dampak destruktif dari skema pump and dump dalam ekosistem aset digital. Salah satu kasus menonjol melibatkan John McAfee, programmer komputer dan pengusaha terkenal. Regulator Amerika Serikat dan Departemen Kehakiman menuduh McAfee dan rekan-rekannya mengakumulasi posisi besar di sejumlah cryptocurrency berkapitalisasi kecil sebelum McAfee mempromosikan token-token tersebut ke jutaan pengikutnya di media sosial. Setelah trader ritel membeli "pilihan McAfee," para insider diduga melepas kepemilikan mereka pada harga tinggi. Target utama dalam skema ini antara lain Dogecoin, Reddcoin, dan Digibyte.
Kasus lain yang terkenal adalah skandal token SaveTheKids (KIDS). Beberapa influencer YouTube, seperti RiceGum dan anggota FaZe Clan, diduga mempromosikan token KIDS dengan janji donasi amal dari hasil token. Namun, setelah peluncuran, nilai token jatuh lebih dari 90% dalam hitungan hari. Investigasi jurnalis mengungkapkan bahwa proyek ini sejak awal didesain sebagai skema pump and dump, di mana para promotor memperoleh keuntungan dan pengikut mereka mengalami kerugian besar.
Mengenali tanda-tanda skema pump and dump sangat penting untuk melindungi investasi di pasar aset digital. Beberapa indikator utama dapat membantu trader mengidentifikasi proyek yang berpotensi merugikan.
Kurangnya transparansi adalah peringatan utama. Proyek crypto yang kredibel biasanya menyediakan informasi lengkap, seperti kode open-source, whitepaper terperinci, dan profil tim serta pendiri yang terverifikasi. Jika informasi tersebut sulit ditemukan atau tidak tersedia, trader harus ekstra waspada.
Iklan berlebihan dan pola pesan yang berulang bisa menjadi tanda kampanye promosi terkoordinasi. Pelaku pump and dump sering menggunakan banyak akun media sosial untuk menyebar spam promosi di Twitter, Telegram, dan Reddit. Jika pesan yang sama muncul di banyak akun dan platform, hal itu menandakan manipulasi terorganisir, bukan minat organik.
Klaim yang tidak realistis dan tidak dapat diverifikasi juga merupakan tanda bahaya. Penipu sering membujuk korban dengan janji imbal hasil atau keuntungan luar biasa—seperti "100x returns dijamin" atau "staking rewards 1.000%". Dalam pasar crypto yang volatil, tidak ada proyek resmi yang bisa menjamin imbal hasil semacam itu, sehingga klaim tersebut patut dicurigai.
Lonjakan harga tiba-tiba pada cryptocurrency yang tidak dikenal perlu diwaspadai. Jika sebuah token kecil mengalami kenaikan harga drastis tanpa ada katalis jelas—seperti pengumuman kemitraan besar, inovasi teknologi, atau tren pasar—hal itu bisa menandakan insider trading atau manipulasi pasar terkoordinasi khas skema pump and dump.
Selain mengenali tanda bahaya, trader dapat menerapkan strategi proaktif untuk meminimalisir paparan terhadap skema pump and dump dan melindungi investasi.
Menghindari cryptocurrency niche adalah langkah protektif utama. Meski menemukan altcoin yang belum populer bisa menggiurkan, proyek kecil sangat rentan terhadap manipulasi. Untuk meminimalkan risiko, trader sebaiknya fokus pada cryptocurrency yang sudah terbukti, tim transparan, dan kapitalisasi pasar besar.
Riset mendalam sebelum trading adalah keharusan. Proyek crypto yang kredibel memiliki informasi yang mudah diakses di berbagai sumber tepercaya. Gunakan aggregator harga dan platform data untuk memverifikasi detail proyek, meninjau data harga historis, melihat sentimen komunitas, dan menilai likuiditas pasar. Jika informasi sulit ditemukan atau tidak bisa diverifikasi, sebaiknya hindari investasi.
Berhati-hati saat trading di berbagai platform, baik exchange terpusat maupun terdesentralisasi. Trader harus memprioritaskan platform yang sudah mapan, teregulasi, dan memiliki reputasi keamanan yang baik. Beberapa skema pump and dump menargetkan pengguna platform yang kurang dikenal atau tidak diawasi, di mana pengawasan sangat minim.
Menerapkan stop-loss order adalah alat manajemen risiko penting bagi trader yang berinvestasi pada aset spekulatif. Stop-loss order akan otomatis menjual aset ketika harga turun ke level tertentu, sehingga membatasi kerugian. Misal, trader membeli token di harga $1 dan menetapkan stop-loss di $0,50, maka kerugian maksimal per token hanya $0,50 tidak peduli harga turun lebih jauh.
Skema pump and dump cryptocurrency merupakan ancaman serius bagi trader aset digital dan integritas pasar. Praktik manipulasi ini mengeksploitasi ketidakseimbangan informasi dan antusiasme investor baru demi keuntungan penipu, sementara korban menanggung kerugian besar. Maraknya skema ini—seperti kasus John McAfee dan SaveTheKids—menegaskan pentingnya due diligence dan sikap skeptis dalam trading cryptocurrency.
Trader dapat melindungi diri dengan mengenali tanda bahaya seperti kurang transparansi, promosi berlebihan, janji tidak realistis, dan pergerakan harga yang tidak bisa dijelaskan. Strategi protektif—memilih proyek kredibel, riset mendalam, selektif memilih platform trading, dan menggunakan stop-loss—secara signifikan mengurangi risiko menjadi korban skema pump and dump. Seiring pasar crypto berkembang, edukasi dan kewaspadaan tetap menjadi perlindungan terbaik terhadap skema pump and dump dan penipuan lainnya di dunia aset digital.
Cardano (ADA), TRON (TRX), dan Bitcoin Bull (BTCBULL) memiliki potensi 1000x yang kuat. Ketiga koin tersebut menawarkan teknologi inovatif dan ekosistem berkembang, sehingga berpeluang meraih pertumbuhan besar di masa depan.
Pump and dump umumnya berlangsung dari beberapa jam hingga beberapa hari. Durasi dipengaruhi oleh kondisi pasar dan kompleksitas skema.
Aturan 1% mengajurkan agar risiko pada satu transaksi crypto tidak melebihi 1% dari total portofolio, demi pengelolaan risiko yang efektif. Cara ini membantu melindungi nilai investasi Anda secara keseluruhan.











