
Gas fee adalah biaya yang dibayarkan kepada miner untuk memvalidasi dan memproses transaksi di jaringan blockchain. Dikenal juga sebagai miner fee, gas fee merupakan mekanisme utama yang mendukung operasional serta keamanan jaringan blockchain.
Layaknya kendaraan membutuhkan bahan bakar, miner membutuhkan gas fee untuk menjalankan operasi dan menjaga keamanan jaringan. Saat Anda mengirim token atau menjalankan smart contract, Anda membayar gas fee sebagai kompensasi atas sumber daya komputasi yang digunakan oleh jaringan.
Rumus perhitungan gas fee:
Gas Fee = Gas Price × Gas Limit
Gas price, yang dinyatakan dalam Gwei, ditentukan oleh pengguna yang melakukan transaksi. Jika gas price yang ditetapkan terlalu rendah, konfirmasi transaksi bisa melambat atau bahkan gagal, karena miner akan memprioritaskan transaksi dengan gas fee yang lebih tinggi. Gas limit menunjukkan besaran komputasi yang diperlukan untuk memproses transaksi atau menjalankan smart contract.
Token untuk gas fee berbeda pada setiap jaringan blockchain. Secara umum, terdapat tiga kategori utama:
Mainnet token adalah mata uang native yang digunakan untuk membayar gas fee di berbagai blockchain. Contohnya, Ethereum menggunakan ETH sebagai gas token, Bitcoin menggunakan BTC untuk biaya transaksi, Solana menggunakan SOL, dan Tron menggunakan TRX sebagai gas.
Beberapa blockchain mewajibkan token tertentu untuk gas fee, biasanya berdasarkan desain ekosistem atau protokol spesifik.
Subnet dan jaringan Layer 2 dapat menggunakan token alternatif untuk pembayaran gas. Misalnya, beberapa subnet Avalanche tidak menggunakan AVAX sebagai gas token. Di Layer 2 seperti Arbitrum atau Base, gas fee dapat dibayar dengan token yang berbeda dari mainnet.
Gas fee yang kurang sering menjadi alasan utama kegagalan transaksi bagi pengguna baru Web3. Pemahaman tentang gas fee dapat membantu Anda mencegah masalah ini.
Misalnya, jika wallet Ethereum Anda hanya berisi USDT tanpa ETH, lalu mencoba swap USDT ke ETH, transaksi akan gagal karena gas fee jaringan Ethereum harus dibayar dengan ETH—bukan USDT. Untuk menghindari hal ini, pastikan selalu tersedia cadangan token utama jaringan di wallet Anda. Sebagai patokan, simpan minimal 0,01 ETH untuk menutupi gas fee.
Kepadatan jaringan juga sering menyebabkan transaksi gagal. Ketika blockchain sedang congested, waktu pemrosesan meningkat. Membayar gas price yang lebih tinggi dapat memprioritaskan transaksi Anda. Jika gas price terlalu rendah, transaksi Anda bisa saja tidak diproses.
Perubahan state on-chain juga dapat menyebabkan kegagalan. Jika kondisi blockchain berubah dengan cepat—misalnya token yang hendak Anda transfer sudah digunakan dalam transaksi lain sebelum transaksi Anda diproses—transaksi Anda gagal. Untuk mengurangi risiko ini, pantau kondisi jaringan dan tetapkan gas fee yang sesuai.
Terdapat beberapa solusi efektif untuk mengatasi gas fee yang kurang. Misal, Anda ingin swap USDT di TRON ke ETH namun saldo TRX tidak cukup untuk gas fee, lakukan langkah berikut:
Solusi paling langsung adalah deposit TRX ke wallet Anda. Anda bisa mentransfer TRX dari exchange kripto, wallet lain, atau meminta bantuan teman. Cara ini paling cepat dan andal.
Anda juga dapat menggunakan layanan OTC atau P2P di wallet Anda. Beberapa wallet memungkinkan pembelian gas token secara langsung dengan mata uang fiat melalui OTC atau P2P, sehingga Anda bisa mendapatkan gas token tanpa perlu exchange atau wallet lain.
Untuk memudahkan transaksi blockchain, sejumlah wallet kini menyediakan layanan “gas-free” inovatif dengan dua fitur utama.
Fitur pertama adalah Instant Gas. Meski Anda tidak memiliki token mainnet, Anda dapat langsung meminjam gas fee sehingga transaksi lebih lancar tanpa persiapan khusus.
Fitur kedua adalah reward token. Dengan aktif bertransaksi di wallet, Anda bisa memperoleh reward token dan memanfaatkannya untuk mengembalikan gas fee setelah transaksi selesai. Ini mendorong partisipasi aktif dan menekan biaya transaksi.
Saat ini, layanan gas-free mendukung Ethereum, Tron, BNB Chain, Polygon, Base, Arbitrum, dan jaringan lain yang akan menyusul.
Selain itu, untuk mendorong ekosistem TON, beberapa wallet memberikan subsidi gas untuk transaksi TON. Anda dapat melakukan transfer, swap, dan interaksi DApp di TON tanpa gas fee. Token TON subsidi akan masuk ke akun reward dan dapat dilihat di reward center.
Gas fee adalah komponen utama dalam transaksi blockchain. Memahami mekanismenya akan membantu Anda menghindari kegagalan transaksi dan memastikan kelancaran operasional.
Pastikan Anda memahami dasar gas fee, jenis token untuk pembayaran, penyebab kegagalan transaksi, serta solusi praktisnya. Karena setiap jaringan blockchain dapat mewajibkan token berbeda untuk gas fee, selalu jaga saldo mainnet token yang cukup di wallet Anda.
Penggunaan fitur gas-free wallet dan subsidi gas TON akan memudahkan pengelolaan gas fee dan meningkatkan pengalaman transaksi. Fitur Instant Gas dan reward token efektif mengatasi kekurangan gas sekaligus meningkatkan pengalaman Web3 Anda. Dengan memantau kondisi jaringan dan menyesuaikan gas price, Anda bisa memaksimalkan keberhasilan transaksi dan bertransaksi lebih efisien di blockchain.
Gas fee meliputi biaya transaksi, biaya eksekusi smart contract, dan biaya pemrosesan jaringan blockchain. Gas price berubah-ubah sesuai tingkat kepadatan jaringan.
Gas fee mewakili sumber daya komputasi yang diperlukan untuk mengeksekusi transaksi blockchain. Besaran biaya bergantung pada kepadatan jaringan, kompleksitas transaksi, dan jumlah proses yang dilakukan. Gas fee yang dibayarkan pengguna akan didistribusikan sebagai reward bagi miner atau validator.











