


Di tengah perkembangan pesat cryptocurrency dan teknologi blockchain, governance token menjadi instrumen utama dalam pengambilan keputusan terdesentralisasi. Artikel ini mengulas konsep governance token, cara kerjanya, serta dampaknya terhadap ekosistem kripto.
Governance token adalah cryptocurrency yang memberikan hak suara kepada pemiliknya dalam setiap keputusan protokol terdesentralisasi. Token ini umumnya diterbitkan oleh pengembang aplikasi terdesentralisasi (dApps) di berbagai blockchain layer-1. Meskipun governance token memiliki nilai pasar dan dapat diperdagangkan, fungsi utamanya ialah memberikan pengguna suara dalam proses pengambilan keputusan dApp, sehingga memperkuat prinsip kesetaraan di komunitas Web3.
Governance token memanfaatkan smart contract untuk menghitung suara dan menegakkan hasil tanpa campur tangan pihak ketiga. Token ini kerap terintegrasi dalam decentralized autonomous organization (DAO), yang berperan sebagai komunitas daring untuk tata kelola. Pemilik token dapat mengajukan petisi, memantau berita, dan memberikan suara pada proposal. Biasanya, satu token mewakili satu suara, dan pengguna melakukan staking token mereka pada proposal berbasis smart contract untuk terlibat dalam pengambilan keputusan.
Governance token masuk dalam kategori utility token karena penggunaannya bukan sekadar alat tukar (melainkan voting), tetapi tidak semua utility token memiliki fungsi tata kelola. Utility token mencakup berbagai jenis cryptocurrency dengan beragam tujuan non-transaksional dalam ekosistemnya. Misalnya, sejumlah token dalam gim blockchain digunakan sebagai mata uang dalam gim dan hadiah, menandakan bahwa utility token bisa punya fungsi yang jauh lebih luas dari sekadar tata kelola.
Governance token menawarkan sejumlah keunggulan seperti memberdayakan pengguna, meningkatkan adaptasi terhadap dinamika pasar, serta menjamin transparansi dalam pencatatan dan pelaksanaan keputusan. Di sisi lain, token ini juga menghadapi tantangan berupa potensi sentralisasi akibat konsentrasi aset, keterbatasan skalabilitas karena mekanisme voting, serta risiko kerentanan pada kode smart contract.
Governance token dapat diperoleh melalui berbagai cara, termasuk airdrop, insentif atas partisipasi di platform DeFi, maupun perdagangan di bursa cryptocurrency. Untuk menemukan pasangan perdagangan governance token tertentu, pengguna dapat merujuk pada agregator harga kripto atau sumber referensi terpercaya.
Berikut beberapa governance token terkemuka dalam ekosistem kripto:
Governance token merupakan langkah penting menuju pengambilan keputusan terdesentralisasi di dunia cryptocurrency. Hingga akhir 2025, governance token tetap menawarkan banyak manfaat dalam hal pemberdayaan pengguna dan transparansi, meski tantangan terkait keadilan partisipasi dan keamanan masih harus diatasi. Seiring ekosistem kripto terus berkembang, governance token diperkirakan akan semakin berperan dalam membentuk masa depan protokol dan aplikasi terdesentralisasi.
Compound (COMP) adalah salah satu contoh utama governance token. Contoh lainnya adalah Uniswap (UNI) dan Aave (AAVE).
Ya, governance token memiliki nilai. Token ini memungkinkan pemiliknya memengaruhi keputusan protokol, yang dapat berdampak pada nilai token. Nilai governance token sangat bergantung pada keberhasilan proyek dan kekuatan voting yang dimiliki.
Governance token adalah cryptocurrency yang memberikan hak suara kepada pemiliknya atas keputusan-keputusan penting dalam proyek blockchain. Token ini menawarkan peran aktif bagi pengguna dalam penentuan arah dan tata kelola proyek.
Governance token memberikan hak suara terkait keputusan proyek, sedangkan utility token digunakan untuk mengakses layanan atau membayar biaya di dalam ekosistem. Governance token berfokus pada aspek tata kelola, sementara utility token pada aspek penggunaan dan transaksi.










