

Non-fungible token (NFT) kini menjadi kelas aset digital revolusioner yang mengubah cara kita memandang dan memperdagangkan koleksi digital. Sejak diperkenalkan pada pertengahan 2010-an, NFT berkembang dari inovasi teknologi khusus menjadi tren arus utama, menarik minat selebritas, seniman, dan penggemar kripto di seluruh dunia. Memahami pengertian NFT dan konsep "minting" sangat penting bagi siapa saja yang ingin terjun ke ekosistem NFT, baik sebagai kreator maupun kolektor.
Untuk memahami NFT, penting untuk mengetahui makna singkatannya. Non-fungible token, atau NFT, adalah kategori aset digital baru yang memanfaatkan teknologi blockchain untuk menjamin kepemilikan dan keaslian. Istilah "non-fungible" menjadi kunci—menandakan bahwa setiap token bersifat unik dan tidak dapat dipertukarkan satu banding satu seperti mata uang konvensional.
Berbeda dari mata uang kripto seperti Bitcoin atau Ethereum yang bersifat fungible dan bisa dipertukarkan satu sama lain, NFT adalah token digital yang unik, tidak dapat diduplikasi, dan tidak bisa digantikan dengan aset sejenis. Keunikan ini menjadi inti makna NFT di dunia aset digital.
Setiap NFT memiliki alamat unik dan dapat diverifikasi di jaringan blockchain terdesentralisasi, sehingga kepemilikan serta riwayat transaksi dapat dilacak secara transparan. Meski NFT menggunakan infrastruktur blockchain yang sama seperti kripto lain, sifatnya yang non-fungible membuatnya berbeda—tidak ada dua NFT yang identik, sehingga NFT tidak dapat diperdagangkan langsung satu banding satu di platform perdagangan umum.
NFT umumnya terhubung dengan file media digital seperti gambar animasi, JPEG, audio, video, hingga properti virtual. Koleksi terkenal seperti Bored Ape Yacht Club telah meningkatkan popularitas NFT seni, namun teknologi ini jauh lebih fleksibel dari sekadar seni visual. Memahami NFT berarti juga memahami bahwa pembelian NFT umumnya hanya memberikan hak kepemilikan token, bukan otomatis hak kekayaan intelektual, lisensi, atau hak publikasi atas karya yang mendasarinya.
Fleksibilitas NFT memungkinkan kreator menambahkan atribut atau fungsi spesial ke dalam token, seperti mekanisme royalti untuk pendapatan berkelanjutan, akses VIP ke event khusus, atau manfaat keanggotaan di komunitas digital. Fitur pemrograman ini membedakan NFT dari koleksi tradisional dan membuka peluang inovasi bagi kreator dan pelaku bisnis.
Dalam dunia kripto, "minting" adalah proses menciptakan koin atau token baru di blockchain. Pada NFT, minting mencakup proses pembuatan token sekaligus pencatatan detail kepemilikan di buku besar publik blockchain. Ini merupakan aspek penting dari praktik NFT.
Minting mengubah file digital—gambar, video, audio, atau media lain—menjadi token blockchain dengan alamat unik yang dapat diverifikasi. Proses ini memberikan identitas virtual pada aset dan mencatatnya secara permanen di ekosistem kripto, sekaligus menetapkan asal-usulnya.
Contohnya, saat koleksi NFT diminting, setiap NFT mendapatkan alamat blockchain tersendiri di jaringan. Proses ini menciptakan catatan permanen dan transparan sehingga siapa saja dapat memverifikasi wallet kripto mana yang memegang NFT dan meninjau riwayat transaksi token tersebut. Transparansi dan keabadian data inilah yang menjadi nilai utama NFT di pasar digital, serta inti pemahaman NFT.
Minting NFT secara teknis bergantung pada teknologi blockchain canggih bernama "smart contract." Program inovatif ini menjalankan instruksi otomatis jika syarat tertentu terpenuhi, tanpa perlu perantara atau otoritas terpusat.
Smart contract pertama kali hadir di blockchain Ethereum dan kini menjadi bagian vital aplikasi Web3 dan DeFi. Teknologi ini memungkinkan verifikasi otomatis transfer kripto sambil mempertahankan sifat desentralisasi jaringan blockchain, sehingga tidak ada satu pihak yang menguasai sistem.
Ketika kreator melakukan minting NFT, mereka menggunakan smart contract untuk mempublikasikan dan mencatat kepemilikan secara permanen di blockchain pilihan. Setiap koleksi NFT memiliki "alamat smart contract" unik yang menjadi referensi pelacakan kepemilikan dan riwayat transaksi. Alamat ini adalah identitas permanen koleksi di blockchain.
Contoh nyata adalah Bored Ape Yacht Club (BAYC), salah satu koleksi NFT paling populer, dengan alamat smart contract: 0xBC4CA0EdA7647A8aB7C2061c2E118A18a936f13D. Dengan mencari alamat ini di penjelajah blockchain Ethereum seperti Etherscan, siapa pun dapat melihat semua transaksi, perpindahan kepemilikan, dan aktivitas perdagangan NFT BAYC. Transparansi dan verifikasi seperti ini menjadikan blockchain revolusioner bagi kepemilikan aset digital dan merupakan fondasi dari NFT.
Membuat dan minting NFT pertama Anda mungkin tampak rumit, tetapi prosesnya akan sederhana setelah Anda memahami langkah dan persyaratan dasarnya. Memahami NFT secara praktis berarti juga tahu cara membuatnya. Pengetahuan dasar tentang kripto dan wallet digital diperlukan, namun keterampilan minting di satu platform umumnya dapat digunakan di marketplace NFT lain.
Langkah awal adalah memilih file digital yang ingin dijadikan NFT—foto, karya seni digital, animasi, video, atau audio. Pastikan format file sesuai dengan marketplace NFT pilihan, karena tiap platform memiliki dukungan format berbeda. Jika Anda menggunakan file audio WAV, pastikan marketplace mendukung format tersebut.
Berikutnya, buat dompet kripto self-custodial. Mayoritas marketplace NFT terhubung langsung ke wallet digital pengguna, bukan menyimpan aset pengguna. Wallet self-custodial memberi kontrol penuh pada pengguna atas aset digital, dengan private key disimpan oleh pemilik, bukan pihak ketiga. Teliti wallet yang kompatibel dengan marketplace Anda—MetaMask, Coinbase Wallet, dan Phantom adalah pilihan populer tergantung blockchain yang digunakan.
Setelah wallet siap, deposit kripto untuk biaya minting dan transaksi. Walaupun beberapa platform menerima kartu kredit/debit, kebanyakan mensyaratkan pembayaran dengan kripto. Biasanya, Anda membeli kripto di platform trading dan mengirimkannya ke alamat wallet. Jenis kripto bergantung pada blockchain: platform Ethereum membutuhkan ETH, Solana membutuhkan SOL, dan lainnya.
Jika wallet sudah terisi, buka marketplace NFT dan cari tombol "Mint" atau "Create" yang biasanya mudah ditemukan di homepage atau dashboard. Portal ini menyediakan semua alat untuk membuat koleksi NFT Anda.
Langkah berikutnya adalah mengunggah file digital dan mengatur properti NFT. Setelah upload file, gunakan fitur platform untuk menambahkan metadata, deskripsi, atau fitur khusus seperti persentase royalti yang otomatis membayar Anda saat terjadi penjualan kembali.
Terakhir, konfirmasi transaksi dan bayar biaya jaringan atau "gas fee." Biaya ini adalah kompensasi bagi validator blockchain atas sumber daya komputasi yang digunakan untuk mencatat transaksi Anda. Gas fee bisa berubah sesuai kemacetan jaringan dan kompleksitas transaksi, jadi periksa tarif terbaru sebelum minting.
Dengan banyaknya marketplace NFT, memilih platform minting yang tepat membutuhkan evaluasi sejumlah faktor penting. Keputusan yang tepat sangat memengaruhi keberhasilan dan keamanan Anda di dunia NFT, dan merupakan bagian penting dari pemahaman NFT bagi kreator.
Reputasi dan keamanan harus menjadi prioritas utama. Industri NFT yang tumbuh pesat juga menarik pelaku penipuan dan peretas. Teliti riwayat, sistem keamanan, dan rekam jejak platform sebelum minting NFT di sana. Cari tahu apakah pernah terjadi pelanggaran keamanan dan bagaimana mereka menanganinya.
Pahami perbedaan antara marketplace terkurasi dan tidak terkurasi. Platform terkurasi hanya menerima kreator terpilih atau yang sudah terverifikasi, menawarkan prestise tetapi akses terbatas. Kreator baru dengan portofolio minim sebaiknya memilih marketplace tidak terkurasi yang terbuka untuk semua level pengalaman.
Kompatibilitas blockchain dan file berbeda-beda tiap platform. Walaupun banyak marketplace modern mendukung beragam blockchain dan format file, masing-masing punya keunggulan dan keterbatasan. Teliti blockchain (Ethereum, Solana, Polygon, dll.) dan tipe file (JPEG, PNG, MP4, MP3, dll.) yang didukung agar sesuai dengan karya Anda.
Struktur biaya sangat berpengaruh pada profitabilitas. Beberapa platform menawarkan minting "gratis" dengan metode lazy minting (NFT baru dibuat saat ada pembeli), tetapi mayoritas marketplace mengenakan biaya minting, listing, jual-beli, dan transfer NFT. Bandingkan biaya antar platform, termasuk komisi marketplace, biaya transaksi, dan biaya tersembunyi.
Hak kekayaan intelektual sangat krusial dan sering diabaikan kreator NFT baru. Minting NFT dari karya, musik, atau media yang bukan milik Anda atau tanpa hak resmi bisa dianggap pelanggaran hak cipta. Ini bisa menimbulkan risiko hukum dan merusak reputasi Anda. Pastikan Anda punya hak legal untuk minting NFT berdasarkan karya yang digunakan, baik melalui ciptaan asli, lisensi resmi, atau izin dari pemegang hak.
Minting NFT adalah kombinasi teknologi, kreativitas, dan kepemilikan digital yang membuka peluang baru bagi kreator, kolektor, dan pengusaha. Memahami NFT—token non-fungible sebagai aset digital unik—dan proses minting—pembuatan serta pencatatan token digital unik di blockchain—adalah dasar untuk berpartisipasi efektif di ekosistem NFT.
Proses minting dimulai dari memilih file digital, menyiapkan wallet kripto, memilih marketplace, mengunggah dan mengatur aset digital, hingga membayar biaya yang diperlukan. Aspek teknisnya mungkin tampak rumit di awal, namun semakin mudah seiring pengalaman, dan keterampilannya dapat digunakan di berbagai platform dan blockchain.
Keberhasilan di dunia NFT menuntut riset mendalam atas reputasi marketplace, kompatibilitas dengan kebutuhan Anda, struktur biaya, dan hak kekayaan intelektual. Dengan riset dan keputusan tepat, kreator bisa menjelajahi dunia NFT secara aman dan efektif, serta mengubah karya digital menjadi koleksi blockchain yang dapat diperdagangkan dan berpotensi bernilai ke depan.
Memahami NFT bukan hanya soal definisi teknis—tapi juga tentang ekosistem kepemilikan digital, ekspresi kreatif, dan teknologi blockchain. Seiring perkembangan teknologi, NFT diprediksi akan semakin penting dalam cara kita menciptakan, mendistribusikan, dan menilai aset digital. Baik Anda seniman yang ingin memonetisasi karya, kolektor yang mencari item unik, maupun penikmat teknologi blockchain, pengetahuan tentang NFT akan jadi landasan untuk menjelajah frontier digital yang transformatif ini.
Harga 1 NFT Protocol (NFT) sekitar $0,0009689 USD per Desember 2025. Harga NFT berubah sesuai permintaan pasar dan volume trading, jadi nilai terkini bisa berbeda.
Contoh umum NFT adalah seni digital atau koleksi digital. Cryptopunks, misalnya, adalah karakter pixel art yang dimiliki sebagai NFT di blockchain. Contoh lain termasuk aset game seperti tanah virtual di metaverse, item fashion digital, atau senjata unik dalam game yang dapat dibeli, dijual, dan diperdagangkan.
Orang membeli NFT untuk memiliki aset digital unik, mendukung kreator langsung, mengoleksi item langka, dan ikut serta dalam tren kepemilikan digital. NFT mewakili kepemilikan dan keaslian terverifikasi di dunia digital.











