

Staking merupakan metode untuk mendapatkan imbalan dengan berkontribusi pada keamanan jaringan blockchain. Ketika Anda melakukan staking SOL, Anda memperkuat jaringan sekaligus memperoleh imbal hasil tahunan sekitar 5–7%. Berbeda dari penambangan konvensional, mekanisme ini mengonsumsi energi jauh lebih rendah dan memberikan insentif ekonomi bagi peserta jaringan.
Staking di jaringan blockchain menggunakan sistem Proof of Stake. Terdapat empat langkah utama dalam sistem ini. Pertama, Anda mendelegasikan SOL Anda kepada validator pilihan. Validator memproses transaksi dan menjaga keamanan jaringan. Jaringan menerbitkan token baru sebagai imbalan atas layanan ini, dan Anda menerima bagian imbalan tersebut.
Poin penting, SOL Anda tetap berada di dompet. Anda hanya mengotorisasi validator untuk menggunakan stake Anda dalam operasinya. Ini menegaskan bahwa proses staking aman dan sepenuhnya dalam kendali pengguna.
Mekanisme staking menjalankan tiga fungsi utama agar jaringan blockchain tetap stabil.
Pertama, staking menjaga keamanan jaringan. Validator wajib melakukan staking token sebagai jaminan. Jika melakukan pelanggaran, stake mereka dapat hilang. Insentif ekonomi ini mendorong validator bertindak jujur dan bertanggung jawab.
Kedua, staking memperkuat desentralisasi. Banyaknya validator di berbagai negara membuat jaringan tahan gangguan. Tidak ada satu entitas yang menguasai transaksi, sehingga sifat jaringan yang anti-sensor tetap terjaga.
Ketiga, staking memberikan imbalan berkelanjutan. Berbeda dari penambangan, staking tidak memerlukan perangkat mahal atau konsumsi energi besar. Imbalan berasal dari inflasi jaringan yang bertujuan menjaga keamanan jangka panjang.
Langkah pertama untuk staking adalah memilih metode yang sesuai. Untuk pemula, staking langsung sangat direkomendasikan. Anda melakukan staking SOL langsung dari dompet dan tetap mengendalikan penuh aset yang di-stake. Masa unstaking berlangsung 2–3 hari, dengan potensi imbal hasil tahunan 5–7%.
Alternatifnya, Anda dapat memilih liquid staking. Dengan metode ini, Anda menerima token yang mewakili SOL yang di-stake, dan token tersebut bisa digunakan dalam aplikasi lain. Meski likuiditas langsung tersedia, imbalan sedikit lebih rendah karena adanya biaya.
Pemilihan validator sangat menentukan kesuksesan staking. Empat faktor utama perlu diperhatikan: Uptime menunjukkan keandalan validator, idealnya 95% ke atas; Komisi adalah biaya yang dikenakan validator, umumnya 5–10%; Ukuran validator penting untuk mendukung desentralisasi dengan memilih validator kecil; dan Performa menggambarkan imbalan yang pernah diraih validator.
Mendelegasikan SOL sangat mudah. Buka fitur staking di dompet, pilih validator, masukkan jumlah yang akan di-stake, lalu konfirmasi transaksi. SOL Anda tetap berada di bawah kendali Anda sepanjang proses ini.
Imbalan staking merupakan kompensasi atas layanan yang diberikan ke jaringan. Saat ini, imbalan sekitar 5–7% per tahun dan didistribusikan setiap epoch, yakni sekitar setiap 2–3 hari. Jika imbalan tetap di-stake, hasilnya akan terkompound otomatis, menciptakan efek bunga majemuk. Semua imbalan bersumber dari inflasi jaringan.
Contoh: jika Anda staking 1.000 SOL dengan imbal hasil tahunan 6%, Anda akan mendapat sekitar 60 SOL per tahun. Ini rata-rata 5 SOL per bulan, atau kurang lebih 0,5 SOL per epoch. Perhitungan ini menunjukkan efektivitas staking sebagai sumber penghasilan pasif.
Setelah melakukan staking, Anda dapat mengelola stake secara aktif. Anda bisa menambah SOL kapan saja; SOL baru akan langsung menghasilkan imbalan.
Untuk unstake, lakukan tiga langkah: ajukan permintaan unstaking di dompet, tunggu 2–3 hari sebagai masa pendinginan untuk menjaga stabilitas jaringan, lalu tarik SOL Anda. Penundaan ini berarti dana tidak langsung dapat diakses.
Jika performa validator menurun, Anda dapat mendelegasikan ulang ke validator lain tanpa unstake. Fleksibilitas ini memudahkan optimalisasi strategi staking.
Protokol liquid staking menawarkan fleksibilitas lebih dibanding staking tradisional. Saat Anda menyetor SOL pada protokol, Anda menerima token liquid staking seperti mSOL atau stSOL. Token ini dapat digunakan di aplikasi DeFi sembari tetap memperoleh imbalan. Anda bisa menukar token tersebut kembali ke SOL beserta imbalannya kapan saja.
Kelebihan liquid staking: likuiditas langsung, penggunaan nilai staking di DeFi, dan tanpa masa unstaking. Kekurangannya: biaya protokol, risiko smart contract tambahan, dan imbalan sedikit lebih rendah.
Saat staking, perhatikan risiko dan praktik terbaik. Performa validator buruk berarti imbalan berkurang. Saat unstaking, SOL terkunci dan menimbulkan biaya peluang. Saat ini, jaringan tidak menerapkan slashing stake validator, berbeda dari beberapa jaringan lain; artinya tidak ada risiko slashing.
Imbalan staking dapat dikenakan pajak sesuai lokasi Anda. Catat transaksi dan konsultasikan dengan ahli pajak. Praktik terbaik: mulai dengan jumlah kecil untuk belajar, diversifikasi validator, pantau performa validator secara rutin, serta pertimbangkan liquid staking untuk fleksibilitas.
Staking adalah cara aman dan menguntungkan untuk berpartisipasi di ekosistem blockchain. SOL Anda tetap berada di dompet, dan Anda bisa memperoleh imbal hasil tahunan 5–7%. Dengan memilih validator tepat serta mengelola stake, Anda dapat menciptakan sumber penghasilan tambahan. Baik staking langsung maupun liquid staking, Anda memperoleh imbalan finansial sekaligus memperkuat keamanan jaringan. Penting untuk mencoba dengan jumlah kecil sebelum berkomitmen, serta memahami implikasi pajak.
Imbal hasil staking ditentukan oleh kripto yang dipilih. Banyak aset menawarkan imbal hasil tahunan antara 5% hingga 20%. Jaringan utama seperti Ethereum, Solana, dan Cardano menyediakan tingkat kompetitif dan menjadi cara efektif memperoleh penghasilan pasif.
Staking memiliki risiko seperti kerentanan smart contract, kegagalan platform, fluktuasi harga aset, dan perubahan regulasi. Namun, platform besar telah menerapkan sistem keamanan ketat untuk meminimalisir risiko dan melindungi dana staker.
Staking adalah mekanisme mengunci aset kripto untuk keamanan jaringan dan memperoleh imbalan. Konsepnya mirip bunga tradisional, memberikan imbal hasil berkala kepada pemilik dan mengoptimalkan aset secara pasif.
Stake TON berarti mengunci token TON di blockchain untuk memperkuat keamanan dan memvalidasi transaksi jaringan. Staker akan memperoleh tambahan token sebagai imbalan. Staking adalah cara utama untuk mendapatkan penghasilan pasif dari TON.
Minimal staking bergantung pada platform. Beberapa platform tidak menetapkan minimum, sedangkan yang lain mewajibkan nominal khusus seperti 1 ETH atau 10 ADA. Pastikan untuk memeriksa ketentuan masing-masing platform sebelum memilih.
Dana staking biasanya dapat ditarik dalam beberapa hari hingga beberapa minggu. Waktu penarikan dipengaruhi jenis kripto dan jaringan. Contohnya, Cosmos membutuhkan beberapa hari, Ethereum 21 hari, Polkadot 28 hari atau lebih lama.











