
Circulating supply adalah jumlah koin atau token yang saat ini beredar dan tersedia secara publik di pasar kripto. Koin atau token ini dapat dimiliki oleh bursa, pengguna crypto, atau perusahaan serta dapat digunakan kapan saja.
Dalam ekosistem cryptocurrency, terdapat tiga jenis supply token yang utama:
Agar konsep ini lebih mudah dipahami, berikut contoh pada dua cryptocurrency populer:
Circulating supply merupakan indikator utama di dunia cryptocurrency karena alasan berikut:
Ya, circulating supply cryptocurrency dapat berubah. Beberapa faktor yang mempengaruhi antara lain:
Mining meningkatkan circulating supply pada cryptocurrency. Miner menerima reward berupa koin baru atas peran mereka dalam memproses transaksi dan membangun blok baru di blockchain. Hal ini menambah jumlah koin yang beredar secara bertahap.
Halving adalah mekanisme pengendalian inflasi pada beberapa cryptocurrency. Dengan memangkas reward blok hingga setengahnya secara berkala, laju masuknya koin baru ke pasar menurun. Hal ini berdampak signifikan terhadap circulating supply dalam jangka panjang.
Token burning adalah strategi deflasi yang dilakukan beberapa proyek crypto. Dengan menghapus permanen sejumlah token dari peredaran, inflasi dapat dikendalikan dan kelangkaan meningkat, sehingga nilai token yang tersisa berpotensi naik.
Memahami circulating supply sangat penting karena alasan berikut:
Perlu diperhatikan, cryptocurrency tanpa batas maksimum supply dan tanpa mekanisme burning berisiko mengalami tekanan harga turun seiring meningkatnya circulating supply dari waktu ke waktu.
Circulating supply adalah konsep mendasar dalam dunia kripto. Parameter ini sangat berperan dalam menentukan nilai, kapitalisasi pasar, dan prospek pertumbuhan. Dengan memahami circulating supply beserta faktor-faktor pengubahnya, investor dan pelaku industri dapat mengambil keputusan yang lebih tepat di tengah dinamika pasar kripto. Baik Anda menilai Bitcoin dengan max supply tetap maupun token yang rutin melakukan burning, pastikan circulating supply menjadi bagian dari analisis Anda.
Circulating supply tinggi bisa membawa dampak positif maupun negatif. Kondisi ini meningkatkan likuiditas tetapi juga dapat menurunkan nilai token. Supply yang rendah kerap menciptakan kelangkaan yang mendorong kenaikan permintaan dan harga.
Saat circulating supply menyentuh max supply, tidak ada token baru yang dapat diciptakan. Harga berpotensi naik jika permintaan tetap tinggi, atau turun bila permintaan menurun. Dinamika pasar akan menentukan nilai token.
Artinya tidak ada koin yang beredar aktif, sehingga likuiditas menjadi nol dan cryptocurrency tersebut praktis tidak memiliki nilai.











