

Kontrak forward dan expiry futures merupakan derivatif keuangan yang sangat penting, banyak digunakan di industri kripto maupun pasar keuangan tradisional. Kedua instrumen ini memperoleh nilainya dari harga aset dasar. Bagi trader dan investor yang ingin melakukan lindung nilai risiko atau mengambil peluang dari pergerakan harga, memahami perbedaan futures dan kontrak forward menjadi hal yang esensial.
Kontrak forward adalah perjanjian privat antara dua pihak untuk membeli atau menjual suatu aset pada tanggal tertentu di masa depan dengan harga yang telah disepakati hari ini. Instrumen ini termasuk alat keuangan tertua, berawal dari kebutuhan petani dan pedagang untuk mengelola risiko harga di masa lalu.
Sebagai contoh: jika harga bahan bakar jet saat ini USD10 per galon, maskapai dan pemasok bahan bakar dapat mengadakan kontrak forward untuk pembelian kuantitas tertentu pada harga USD11 per galon dalam enam bulan ke depan. Dalam kasus ini, USD10 adalah harga spot (harga pasar saat ini), dan USD11 adalah harga forward (harga masa depan yang telah disepakati).
Struktur seperti ini memungkinkan kedua pihak merencanakan arus kas dengan kepastian. Jika setelah enam bulan harga naik menjadi USD12 per galon, maskapai diuntungkan karena bisa membeli di harga USD11. Sebaliknya, jika harga turun ke USD9, maskapai tetap wajib membayar USD11 sesuai kontrak.
Pasar forward menawarkan fleksibilitas dan kustomisasi tinggi. Dua pihak dapat menegosiasikan kontrak forward, mulai dari aset dasar, harga, hingga tanggal penyelesaian atau jatuh tempo sesuai kebutuhan masing-masing.
Salah satu ciri utama pasar forward adalah strukturnya yang over-the-counter (OTC). Transaksi berlangsung privat antar pihak, tanpa melibatkan bursa terpusat. Kontrak ini tidak diatur oleh pihak ketiga, namun tetap mengikat secara hukum sehingga kewajiban masing-masing pihak dapat ditegakkan.
Kontrak forward menawarkan beberapa keunggulan penting bagi pihak yang ingin melakukan lindung nilai risiko harga di masa depan.
Pertama, biasanya tidak ada pembayaran atau setoran di awal saat kontrak dibuat, sehingga hambatan finansial lebih rendah.
Kedua, tingkat kustomisasi sangat tinggi, memungkinkan pihak memilih aset dasar dan ketentuan penyelesaian sesuai kebutuhan bisnis mereka.
Ketiga, kerahasiaan transaksi terjaga. Karena forward merupakan instrumen OTC, rincian perjanjian tetap privat, yang bisa menjadi faktor penting bagi pelaku pasar tertentu.
Meski memiliki keunggulan, kontrak forward juga memiliki risiko besar yang perlu diperhatikan.
Risiko paling utama adalah gagal bayar oleh pihak lawan. Jika salah satu pihak tidak memenuhi kontrak, pihak lainnya bisa menanggung kerugian finansial.
Selain itu, kontrak forward sangat tidak likuid. Pasarnya terbatas sehingga sulit untuk keluar atau mengalihkan kontrak sebelum jatuh tempo.
Expiry futures adalah kontrak standar yang diperdagangkan di bursa dan dinilai ulang harian (mark-to-market). Trader menggunakan instrumen ini untuk membuka posisi beli (long) atau jual (short) pada aset dasar.
Berangkat dari konsep kontrak forward, expiry futures menghadirkan standarisasi ketat dan kontrol risiko yang lebih kuat. Memahami perbedaan futures dan forward memungkinkan trader memaksimalkan manfaat futures untuk hedging maupun spekulasi di berbagai pasar, termasuk aset kripto.
Pasar futures memiliki standarisasi yang ketat. Ketentuan utama—seperti aset dasar, ukuran kontrak, harga, dan tanggal penyelesaian—ditetapkan secara seragam.
Expiry futures diperdagangkan di bursa publik, sehingga likuiditas tinggi. Pembeli dan penjual tidak berinteraksi langsung; clearinghouse menjadi perantara untuk memfasilitasi dan menjamin transaksi.
Begitu transaksi terjadi, baik pembeli maupun penjual menyerahkan pesanan ke clearinghouse yang memverifikasi dan menyelesaikan transaksi. Struktur ini menjamin kontrak terlaksana dan risiko gagal bayar pihak lawan dieliminasi.
Clearinghouse menetapkan persyaratan margin awal dan margin pemeliharaan untuk setiap posisi. Trader wajib menjaga saldo minimum untuk menutup potensi kerugian. Jika saldo turun di bawah margin yang disyaratkan, margin call akan dikeluarkan. Bila tidak dipenuhi, posisi otomatis ditutup dan kontrak berakhir.
Expiry futures menawarkan sejumlah keunggulan bagi pelaku pasar yang ingin melakukan lindung nilai atau spekulasi atas harga aset di masa depan.
Standarisasi menjadi keunggulan utama—detail kontrak, nilai aset, dan periode penyelesaian tersedia secara publik, memastikan transparansi dan perdagangan yang adil.
Clearinghouse menjamin pelaksanaan kontrak, secara signifikan menurunkan risiko gagal bayar dan memastikan setiap transaksi diselesaikan sesuai ketentuan.
Likuiditas tinggi memudahkan pelaku pasar masuk atau keluar posisi dengan cepat sesuai dinamika pasar, sehingga fleksibilitas manajemen risiko makin optimal.
Meski memiliki banyak keunggulan, expiry futures juga memiliki keterbatasan dibandingkan forward.
Pertama, futures melibatkan biaya transaksi dan fee. Proses penyelesaian harian menambah pengeluaran sehingga futures relatif lebih mahal.
Kedua, kustomisasi terbatas. Trader harus memilih aset dasar, ukuran kontrak, dan fee yang sudah ditentukan bursa, yang belum tentu cocok untuk setiap kebutuhan peserta pasar.
Perbandingan kontrak forward dan expiry futures menyoroti dua perbedaan kunci antara kedua derivatif ini.
Pertama, tempat transaksi berbeda: expiry futures diperdagangkan di bursa, dengan platform yang menetapkan harga, ukuran kontrak, dan aset dasar. Forward adalah perjanjian OTC privat dengan seluruh ketentuan dinegosiasikan secara independen.
Kedua, struktur manajemen risiko dan pembayaran berbeda. Expiry futures memerlukan margin awal dan margin pemeliharaan, dengan clearinghouse yang melakukan penyelesaian harian dan menghilangkan risiko gagal bayar. Forward tidak mensyaratkan pembayaran awal—penyelesaian hanya dilakukan saat jatuh tempo, sehingga peserta terekspos risiko gagal bayar yang lebih tinggi.
Kontrak forward dan expiry futures adalah dua derivatif yang berbeda namun saling melengkapi, masing-masing memiliki ciri, keunggulan, dan kekurangan tersendiri. Memahami perbedaan forward dan futures merupakan fondasi utama untuk trading yang efektif. Forward memberikan fleksibilitas dan privasi maksimal, namun risikonya lebih tinggi serta likuiditasnya rendah. Expiry futures menawarkan standarisasi, transparansi, dan likuiditas unggul, tetapi membutuhkan margin dan dapat menimbulkan biaya lebih tinggi.
Pilihan terbaik tergantung pada tujuan, toleransi risiko, dan kebutuhan likuiditas tiap peserta. Investor institusi dengan kebutuhan hedging spesifik cenderung memilih forward, sementara trader aktif maupun spekulan yang mengutamakan transparansi dan likuiditas lebih memilih expiry futures. Penguasaan kedua instrumen ini sangat penting untuk manajemen risiko yang optimal dan strategi trading yang sukses.
Forward adalah perjanjian privat antara dua pihak untuk membeli atau menjual suatu aset di harga tertentu pada tanggal mendatang.
Option memberikan hak—namun tanpa kewajiban—pada pemegangnya untuk melakukan transaksi, sedangkan forward mewajibkan kedua pihak bertransaksi di masa depan.
Tidak, forward umumnya tidak lebih murah dari futures. Karena standarisasi, futures sering kali berbiaya lebih rendah, sedangkan forward cenderung lebih mahal karena sifatnya yang disesuaikan.
Futures adalah kontrak untuk membeli atau menjual suatu aset pada harga tetap di tanggal tertentu di masa depan. Keuntungan atau kerugian bergantung pada perubahan harga aset tersebut.











