
Banyak investor secara historis memegang prinsip “beli saat harga rendah, jual saat harga tinggi.” Pendekatan ini menekankan pembelian aset ketika harga sedang tertekan dan penjualan saat harga naik. Logikanya sederhana: membeli di harga rendah memberi ruang lebih besar untuk potensi keuntungan serta menekan risiko kerugian. Namun, menentukan waktu pasar sangat sulit, bahkan bagi profesional berpengalaman yang mengabdikan kariernya untuk menganalisis pergerakan pasar.
Laporan Bloomberg pada awal 2024 mencatat S&P 500 mencatat kenaikan 12% di kuartal pertama, namun sebagian besar keuntungan hanya terjadi dalam beberapa hari perdagangan utama. Fenomena ini menyoroti tantangan signifikan: melewatkan hanya beberapa hari perdagangan kunci bisa memangkas imbal hasil secara drastis. Misalnya, investor yang terus berinvestasi sepanjang periode tersebut memperoleh kenaikan 12% penuh, sedangkan yang mencoba mengatur waktu pasar dan melewatkan 5–10 hari terbaik hanya mendapat setengah imbal hasil tersebut.
Di sektor cryptocurrency, volatilitas bahkan lebih tinggi karena pasarnya masih sangat baru dan perdagangan berlangsung 24 jam tanpa henti. Dalam periode terakhir, data dari platform pelacak pasar utama menunjukkan volume harian untuk cryptocurrency utama seperti Bitcoin dan Ethereum dapat berfluktuasi lebih dari 20% dalam satu minggu. Volatilitas ekstrem ini memberikan peluang besar bagi keuntungan maupun risiko yang sama besar bagi mereka yang mencoba mengatur waktu pembelian dengan sempurna. Berbeda dengan pasar saham tradisional yang memiliki jam perdagangan tertentu, pasar crypto selalu aktif, sehingga pergerakan harga bisa terjadi kapan saja—menjadikan penentuan waktu semakin menantang.
Saat mempertanyakan “apakah sebaiknya membeli saham ketika harga rendah atau tinggi,” penting untuk mempertimbangkan banyak faktor, bukan hanya harga saat ini. Tujuan investasi, jangka waktu, dan toleransi risiko harus menjadi pertimbangan utama dalam pengambilan keputusan. Membeli ketika harga rendah memang terlihat menarik, tetapi sangat sulit menentukan titik dasar pasar secara akurat. Harga yang tampak rendah hari ini bisa saja turun lebih jauh besok akibat peristiwa ekonomi tak terduga atau kabar negatif dari perusahaan tertentu.
Sebaliknya, membeli di harga tinggi kadang berarti Anda memasuki tren naik yang kuat dan berlangsung lama. Namun, strategi ini juga berisiko menghadapi koreksi atau penurunan tajam, yang bisa sangat menekan secara psikologis dan merugikan secara finansial jika Anda memerlukan dana dalam waktu dekat.
Sentimen Pasar dan Keuangan Perilaku: Emosi seperti ketakutan dan keserakahan kerap mendorong harga ke level ekstrem. Survei perusahaan jasa keuangan besar pada 2024 menunjukkan 68% investor ritel mengaku membeli di puncak pasar karena FOMO (fear of missing out). Mentalitas kawanan ini bisa menciptakan gelembung yang akhirnya pecah, menimbulkan kerugian besar bagi investor yang masuk terlambat. Memahami bias psikologis dan pemicu emosi diri sendiri sangat penting untuk mengambil keputusan investasi rasional.
Strategi Dollar-Cost Averaging: Banyak ahli keuangan menyarankan dollar-cost averaging, yaitu berinvestasi secara bertahap dalam periode waktu tertentu, terlepas dari harga saat itu. Contohnya, daripada menginvestasikan USD 12.000 sekaligus, Anda bisa mengalokasikan USD 1.000 setiap bulan selama 12 bulan. Cara ini mengurangi dampak volatilitas jangka pendek dan membantu Anda menghindari risiko penentuan waktu pasar. Dengan membeli di berbagai level harga, Anda merata-ratakan harga beli sehingga hasil jangka panjang lebih optimal dibanding mencoba masuk di waktu yang dianggap sempurna.
Perspektif Jangka Panjang: Analisis terbaru dari lembaga riset investasi menyatakan investor yang menahan portofolio terdiversifikasi selama lima tahun atau lebih biasanya mengungguli mereka yang sering melakukan trading jangka pendek. Hal ini karena investor jangka panjang bisa menghindari biaya transaksi dan konsekuensi pajak dari trading aktif, sekaligus menikmati efek compounding seiring waktu. Investasi jangka panjang juga membantu investor melewati penurunan sementara pasar dan tetap terlibat dalam pertumbuhan aset berkualitas secara keseluruhan.
Banyak institusi kini semakin cepat mengadopsi saham maupun aset crypto. Misalnya, peluncuran Bitcoin ETF spot di Amerika Serikat telah meningkatkan likuiditas dan stabilitas di pasar cryptocurrency menurut berbagai sumber media keuangan utama. Partisipasi institusi membantu mengurangi volatilitas ekstrem dengan menghadirkan trader profesional dan dana besar ke pasar, meski risiko tetap ada.
Bagi pemula yang baru masuk dunia investasi, memilih platform dan bursa tepercaya akan mempermudah proses pembelian serta menyediakan edukasi yang relevan. Banyak bursa crypto utama kini menawarkan fitur perdagangan otomatis, pelacakan portofolio, dan konten edukasi yang membantu Anda tetap berpegang pada rencana investasi meski pasar berfluktuasi. Fitur seperti pembelian berkala juga tersedia, sehingga strategi dollar-cost averaging bisa dijalankan secara otomatis.
Kesalahan Umum yang Perlu Dihindari: Kesalahan paling umum adalah panik menjual saat harga turun tajam. Naluri alami mendorong investor memotong kerugian, tapi sering kali ini justru menjual di titik terburuk dan mengunci kerugian sementara. Kesalahan lain adalah mengejar reli saat harga naik cepat, membeli karena tren naik tanpa memperhatikan fundamental.
Demi menghindari jebakan tersebut, tetapkan tujuan investasi sejak awal, gunakan stop-loss untuk melindungi dari kerugian besar, dan evaluasi portofolio secara berkala agar tetap sejalan dengan target. Ingat, tidak ada waktu beli yang dijamin terbaik; konsistensi dan disiplin lebih penting daripada waktu pasar yang sempurna. Investasi yang berhasil lebih bergantung pada strategi yang baik daripada keberuntungan sesaat.
Banyak investor baru terjebak keyakinan bahwa membeli saham atau crypto saat harga rendah otomatis menjamin keuntungan. Kenyataannya, harga bisa tetap rendah selama bertahun-tahun atau bahkan turun lebih jauh akibat kejadian tak terduga seperti perubahan regulasi, resesi ekonomi, atau masalah spesifik perusahaan. Sebagai contoh, selama penurunan pasar crypto 2022, Bitcoin anjlok lebih dari 60% dari puncaknya dan banyak altcoin kehilangan 80–90% atau lebih dari nilainya. Sebagian aset tersebut tidak pernah kembali ke level tertinggi sebelumnya.
Risiko lain yang sering ditemui adalah "catching a falling knife"—membeli aset saat turun tajam tanpa memahami alasan di balik penurunan harga. Saham atau crypto bisa saja jatuh karena fundamental buruk, persaingan ketat, atau tantangan regulasi. Membeli tanpa riset mendalam bisa berujung kerugian besar. Selalu teliti penyebab pergerakan harga dan pertimbangkan tren ekonomi, perkembangan industri, serta faktor spesifik aset sebelum mengambil keputusan investasi.
Pertimbangan Keamanan: Selain waktu dan harga, keamanan sangat penting dalam investasi digital saat ini. Gunakan hanya bursa yang tepercaya, mapan, dan memiliki rekam jejak keamanan serta kepatuhan regulasi yang baik. Untuk penyimpanan cryptocurrency, simpan dana besar di hardware wallet, bukan di bursa—karena bursa rentan terhadap peretasan atau masalah operasional. Pakai password yang kuat dan unik, aktifkan autentikasi dua faktor, dan selalu waspada terhadap phishing serta rekayasa sosial.
Manajemen Risiko: Jangan pernah menaruh lebih dari dana yang siap Anda relakan pada aset volatil seperti crypto. Diversifikasikan portofolio ke berbagai kelas aset, sektor, dan wilayah geografis untuk menekan risiko keseluruhan. Jadikan investasi bagian dari rencana keuangan yang lebih besar, termasuk dana darurat, asuransi, dan tabungan pensiun. Memahami toleransi risiko pribadi dan berinvestasi sesuai porsi jauh lebih penting daripada berusaha memaksimalkan hasil melalui timing pasar.
Keputusan membeli saham atau crypto saat harga rendah atau tinggi sangat bergantung pada strategi, tujuan keuangan, dan profil risiko masing-masing. Alih-alih fokus pada waktu pasar, investor sukses cenderung membangun portofolio yang terdiversifikasi agar tahan terhadap berbagai kondisi pasar. Mereka umumnya memakai strategi dollar-cost averaging untuk menekan risiko timing dan menjaga disiplin di tengah volatilitas pasar.
Kunci sukses investasi bukan menebak pergerakan pasar secara tepat, namun membangun rencana investasi yang solid dan konsisten menjalankannya dalam berbagai situasi pasar. Ini termasuk rutin menambah investasi, menyeimbangkan portofolio secara berkala, serta menghindari keputusan emosional akibat fluktuasi jangka pendek. Dengan fokus pada fundamental, berpandangan jangka panjang, dan memakai platform tepercaya, Anda dapat menumbuhkan kekayaan seiring waktu terlepas dari volatilitas jangka pendek.
Setiap investasi pasti mengandung risiko, dan kinerja historis tidak menjamin hasil masa depan. Teruslah belajar, mulai dari nominal yang siap Anda relakan, dan pertimbangkan konsultasi dengan profesional keuangan untuk saran yang sesuai dengan kondisi spesifik Anda.
Harga saham rendah umumnya merefleksikan rasio harga terhadap laba (P/E) yang tinggi, sedangkan harga tinggi menunjukkan P/E rendah. Penilaian apakah saham murah dapat dilakukan dengan menganalisis rasio P/E dan indikator fundamental seperti pertumbuhan pendapatan, profitabilitas, serta kekuatan posisi bersaing perusahaan.
Membeli saham murah tidak menjamin keuntungan. Risiko utamanya adalah likuiditas rendah, volatilitas tinggi, serta kesulitan jual beli di harga diinginkan. Saham berharga rendah biasanya berkapitalisasi pasar kecil dan sangat spekulatif.
Membeli di harga tinggi membuat Anda berisiko kehilangan entry point yang lebih baik dan potensi rugi jika harga turun. Entry cost rendah memudahkan penahanan jangka panjang. Hindari membeli saat harga reli terlalu cepat, sebab harga yang overextended sering mengalami koreksi.
Utamakan fundamental perusahaan, prospek industri, dan tren pasar. Amati indikator teknikal, valuasi, volume perdagangan, serta sentimen pasar untuk menemukan entry point optimal pembelian saham.
Investor jangka panjang tidak perlu fokus berlebihan pada level harga. Dollar-cost averaging lebih konsisten daripada market timing. Investasi rutin meredam volatilitas dan mengurangi pengambilan keputusan emosional, sehingga imbal hasil jangka panjang lebih optimal.
Pembelian saat harga turun bisa menambah kepemilikan dan menurunkan rata-rata harga beli. Kelebihannya: entry point lebih baik untuk aset fundamental kuat. Kekurangannya: risiko rugi jika penurunan berlanjut. Pilihan strategi bergantung pada keyakinan Anda; tetap tahan atau tambah posisi untuk investasi jangka panjang, namun gunakan stop-loss bila posisi belum pasti.











