

Trigger order merupakan alat perdagangan lanjutan yang menggabungkan kondisi yang telah ditentukan dengan kemampuan eksekusi otomatis. Jenis order ini memungkinkan Anda menentukan harga pemicu dan harga order sebelumnya, sehingga sistem dapat secara otomatis menempatkan order ketika kondisi pasar tertentu terpenuhi. Ketika harga terakhir yang diperdagangkan di pasar mencapai harga pemicu yang telah Anda tentukan, sistem akan otomatis mengaktifkan dan menempatkan order pada harga order yang sudah Anda tetapkan. Otomatisasi ini sangat efektif untuk menerapkan strategi take profit (TP) dan stop loss (SL) tanpa perlu memantau pasar secara terus-menerus.
Memahami komponen utama trigger order sangat penting untuk perdagangan yang optimal:
Harga Pemicu: Merupakan level harga utama yang mengaktifkan order Anda. Ketika harga terakhir yang diperdagangkan di pasar mencapai atau melewati harga pemicu, sistem akan mengenali kondisi ini dan memulai proses penempatan order. Harga pemicu berperan sebagai detektor kondisi pasar, yang memantau pergerakan harga secara berkelanjutan hingga level tersebut tercapai.
Harga Beli atau Harga Jual: Menunjukkan harga eksekusi yang Anda inginkan untuk transaksi. Setelah trigger order diaktifkan, order akan masuk ke buku order pada harga yang sudah Anda tentukan. Order dapat berupa limit order (hanya tereksekusi pada harga yang Anda tentukan atau lebih baik) atau market order (langsung tereksekusi pada harga terbaik yang tersedia). Pilihan jenis order akan memengaruhi kecepatan terisi dan harga eksekusi order Anda.
Kuantitas: Menunjukkan jumlah pasti mata uang kripto yang ingin Anda beli atau jual saat order dipicu. Penetapan kuantitas yang tepat sangat penting untuk pengelolaan risiko dan memastikan order Anda sesuai dengan strategi perdagangan dan modal yang Anda miliki.
Skenario 1 - Menerapkan Strategi Stop Loss
Pada perdagangan BTC/USDT, manajemen risiko menjadi faktor utama. Misal Anda membeli 10 BTC dengan harga 5764 USDT per koin, sehingga total investasi menjadi 57.640 USDT. Berdasarkan analisis teknikal, Anda memperkirakan harga akan mendapat support pada level 5615,4 USDT. Namun, jika harga turun di bawah support tersebut, hal itu bisa menandakan tren bearish berlanjut dan menyebabkan kerugian lebih besar.
Untuk melindungi modal, Anda dapat menggunakan strategi stop loss dengan trigger order. Tetapkan harga pemicu di 5615,4 USDT (level support), harga jual di 5591,1 USDT (sedikit di bawah harga pemicu untuk memastikan eksekusi), dan kuantitas 10 BTC. Klik "Jual BTC" untuk mengaktifkan trigger order. Ketika harga pasar turun ke 5615,4 USDT, sistem akan secara otomatis menempatkan limit order untuk menjual 10 BTC Anda pada 5591,1 USDT. Langkah ini membatasi potensi kerugian sekitar 173 USDT per BTC (dari 5764 ke 5591,1), sehingga Anda tidak menanggung penurunan lebih besar jika support ditembus.
Skenario 2 - Membeli di Level Support Strategis
Skenario ini memperlihatkan cara mendapatkan peluang ketika harga pasar mendekati titik terendah. Misal BTC/USDT saat ini berada di 5900 USDT, dan analisis teknikal menunjukkan support di 5615,4 USDT. Data historis menunjukkan harga terendah dalam beberapa bulan terakhir adalah 5300 USDT, yang merupakan zona support kuat. Anda ingin menambah BTC ketika harga mendekati level tersebut, tetapi tidak ingin terus memantau pasar.
Anda dapat mengatur trigger order dengan harga pemicu 5615,4 USDT (untuk mendeteksi pergerakan harga ke zona support), harga beli 5350 USDT (dekat level terendah historis), dan kuantitas 10 BTC. Klik "Beli BTC" untuk mengaktifkan. Saat harga turun ke 5615,4 USDT, sistem akan menempatkan limit order untuk membeli 10 BTC pada 5350 USDT. Strategi ini memberi Anda peluang membeli di harga bawah tanpa perlu terus memantau terminal perdagangan.
Skenario 3 - Take Profit di Level Resistance
Pengambilan profit sama pentingnya dengan pencegahan kerugian dalam perdagangan yang sukses. Anda membeli 10 BTC pada harga 5764 USDT, dan melalui analisis grafik, Anda mengidentifikasi level resistance di 6000 USDT. Data historis menunjukkan saat BTC mencapai level tersebut sering terjadi koreksi atau pullback. Untuk mengamankan profit sebelum pembalikan harga, Anda bisa menggunakan trigger order.
Tetapkan harga pemicu di 5980 USDT (tepat sebelum resistance), harga jual di 6000 USDT (di level resistance), dan kuantitas 10 BTC. Klik "Jual BTC" untuk membuat trigger order. Ketika harga naik ke 5980 USDT, sistem akan otomatis menempatkan limit order untuk menjual 10 BTC Anda pada 6000 USDT, sehingga profit sekitar 236 USDT per BTC. Otomatisasi ini memastikan Anda tidak melewatkan peluang take profit karena faktor emosional atau ketidakhadiran saat perdagangan.
Jika trigger order Anda gagal tereksekusi sesuai rencana, Anda dapat meninjau riwayat order untuk mengetahui alasan kegagalan. Penyebab umum antara lain harga order melewati batas harga platform, saldo tidak mencukupi, atau gangguan sistem sementara.
Pertimbangan Penting dalam Perdagangan Trigger Order:
Trigger order hanya dapat ditempatkan saat pasangan perdagangan aktif untuk diperdagangkan. Selama masa pemeliharaan atau suspensi perdagangan, penempatan trigger order tidak tersedia.
Kuantitas order Anda harus sesuai dengan ketentuan ukuran order minimum dan maksimum sesuai dengan pasangan perdagangan dan jenis akun Anda. Setiap pasangan mata uang kripto memiliki batas kuantitas yang berbeda dan harus dipatuhi.
Salah satu keunggulan trigger order adalah aset Anda tetap likuid dan tidak dibekukan hingga kondisi pemicu terpenuhi. Hanya saat harga pemicu tercapai dan order benar-benar ditempatkan, aset terkait akan dibekukan untuk transaksi yang tertunda. Hal ini memberikan fleksibilitas penggunaan modal Anda.
Trigger order dapat gagal dieksekusi karena berbagai alasan teknis dan kondisi pasar, seperti: harga order melebihi batas harga platform, kuantitas order tidak memenuhi persyaratan, saldo akun tidak mencukupi pada saat pemicu terjadi, pasangan perdagangan tidak tersedia sementara, masalah konektivitas jaringan, atau pemeliharaan sistem. Memahami potensi titik kegagalan ini akan membantu Anda dalam perencanaan strategi.
Sistem telah dilengkapi perlindungan batas harga: jika harga beli Anda lebih dari 10% di atas harga terakhir yang diperdagangkan, atau harga jual Anda lebih dari 10% di bawah harga terakhir saat pemicu aktif, order akan ditolak untuk melindungi Anda dari pergerakan harga ekstrem.
Saat trigger order berhasil diaktifkan sebagai limit order, order masuk ke buku order pada harga yang sudah Anda tetapkan, namun tidak dijamin langsung tereksekusi. Limit order hanya akan tereksekusi jika kondisi pasar memungkinkan: limit order jual limit order tereksekusi jika pembeli bersedia membeli pada harga Anda atau lebih tinggi, limit order beli tereksekusi jika penjual bersedia menjual pada harga Anda atau lebih rendah. Eksekusi sepenuhnya bergantung pada likuiditas dan pergerakan harga saat itu. Pada periode volatilitas tinggi atau likuiditas rendah, limit order dapat tetap tidak tereksekusi dalam waktu lama atau hanya terisi sebagian.
Trigger order adalah order bersyarat yang secara otomatis dieksekusi ketika harga tertentu tercapai. Dengan fitur ini, Anda dapat menetapkan titik masuk atau keluar yang telah ditentukan sebelumnya dan menjalankan strategi perdagangan otomatis tanpa perlu memantau pasar secara terus-menerus. Begitu harga pemicu tercapai, order berubah menjadi market order atau limit order untuk dieksekusi.
Trigger order akan otomatis dieksekusi saat harga tertentu tercapai. Stop-loss order dieksekusi pada harga pasar setelah dipicu, sehingga eksekusi pasti namun dapat terjadi slippage. Limit order hanya dieksekusi dalam rentang harga tertentu, sehingga Anda mendapat kontrol harga tetapi tanpa jaminan eksekusi. Trigger order lebih fleksibel dan berbasis kondisi.
Anda dapat mengatur trigger order dengan memilih pasangan perdagangan, memilih opsi stop-loss dan take-profit, lalu memasukkan harga pemicu, harga stop-loss, dan harga take-profit. Jalankan order untuk mengaktifkan manajemen risiko otomatis.
Kelebihan: Trigger order meningkatkan presisi dan efisiensi perdagangan, menghilangkan pengambilan keputusan emosional, serta memungkinkan eksekusi otomatis 24 jam. Kekurangan: Order bisa gagal saat volatilitas pasar tiba-tiba, tidak mampu menyesuaikan dengan kejadian tak terduga, serta dapat mengalami slippage pada kondisi ekstrem.
Trigger order menawarkan keandalan, namun tetap mengandung risiko seperti konfigurasi yang kurang tepat sehingga transaksi tidak optimal, eksposur risiko pasar, serta kegagalan eksekusi akibat kendala teknis atau masalah pada platform. Keberhasilan sangat bergantung pada pengaturan kondisi pemicu yang akurat dan stabilitas platform.
Bursa utama seperti Nexo, Bybit, dan OKX mendukung trigger order. Proses pengaturan pada umumnya: klik menu Trading, pilih Trigger Orders, masukkan harga dan jumlah target, kemudian konfirmasi. Langkah di setiap platform mungkin sedikit berbeda, namun proses intinya tetap serupa di seluruh bursa.











