
Bitcoin (BTC) tetap menjadi salah satu mata uang kripto paling populer di abad ke-21, meski telah mengalami koreksi harga tajam selama bertahun-tahun. Dengan pasokan terbatas sebanyak 21 juta koin, para pemegang Bitcoin dalam jumlah besar—disebut sebagai 'whale'—memiliki pengaruh besar terhadap aset kripto terbesar di dunia. Artikel ini membahas para pemegang utama Bitcoin, mulai dari individu, perusahaan, hingga negara, serta mengulas berapa banyak orang yang memiliki 10 atau lebih Bitcoin.
Secara luas diyakini bahwa pencipta Bitcoin yang misterius, Satoshi Nakamoto, merupakan pemilik BTC terbanyak. Estimasi menunjukkan portofolio Nakamoto mencakup minimal 1 juta BTC, tersebar di ribuan dompet kripto. Jumlah tersebut setara dengan sekitar 5% dari total pasokan BTC.
Nakamoto meluncurkan Bitcoin pada 2009 dengan memperkenalkan sistem 'Proof-of-Work' (PoW) dan memberikan reward blok BTC untuk mendorong partisipasi. Karena menjadi satu-satunya penambang di awal sejarah Bitcoin, Nakamoto berhasil mengumpulkan BTC dalam jumlah besar sebelum meninggalkan proyek pada Desember 2010.
Walaupun banyak alamat dompet Bitcoin dengan saldo besar tetap anonim, beberapa individu secara terbuka mengakui kepemilikan BTC dalam jumlah signifikan:
Sejumlah perusahaan juga telah mengakumulasi kepemilikan Bitcoin dalam jumlah besar:
Kendati mayoritas negara belum mengakui Bitcoin sebagai alat pembayaran sah, beberapa lembaga pemerintah memiliki BTC dalam jumlah signifikan:
Pada beberapa tahun terakhir, tercatat lebih dari 1 miliar alamat dompet Bitcoin, dengan banyak alamat yang memegang 1 BTC atau lebih. Namun, sulit menentukan jumlah pasti pemilik Bitcoin karena seseorang dapat memiliki banyak alamat dompet.
Estimasi menunjukkan bahwa persentase besar populasi global telah memiliki aset kripto dalam beberapa tahun terakhir. Negara dengan tingkat kepemilikan kripto tertinggi meliputi Vietnam, Filipina, Ukraina, India, dan Amerika Serikat.
Karena sifat transaksi Bitcoin yang pseudonim, angka pasti sulit diperoleh. Diperkirakan, jumlah alamat dompet yang memegang 10 atau lebih Bitcoin jauh lebih sedikit dibandingkan pemilik 1 BTC. Pada 2025, diyakini kurang dari 150.000 alamat memiliki 10 atau lebih BTC. Namun, satu individu atau entitas bisa mengendalikan beberapa alamat, sehingga jumlah orang yang benar-benar memiliki 10 atau lebih Bitcoin kemungkinan lebih kecil.
Distribusi kepemilikan Bitcoin tersebar di berbagai pihak, mulai dari pencipta misterius, individu kaya, korporasi, hingga pemerintah. Walaupun data pasti sulit didapat karena sifat transaksi Bitcoin yang pseudonim, jelas Bitcoin telah menarik minat dan investasi besar dari berbagai sumber. Jumlah orang yang memiliki 10 atau lebih Bitcoin tetap relatif kecil, menandakan konsentrasi kekayaan pada ekosistem Bitcoin. Seiring perkembangan dunia kripto, distribusi kepemilikan Bitcoin kemungkinan akan berubah, yang berpotensi memengaruhi nilai dan pengaruhnya di sistem keuangan global.
Pada 2025, sekitar 800.000 orang memiliki satu Bitcoin utuh. Jumlah ini relatif kecil karena tingginya nilai Bitcoin dan dominasi kepemilikan institusi.
James Howells, pekerja IT asal Inggris, kehilangan Bitcoin senilai $800 juta pada 2013 setelah secara tidak sengaja membuang hard drive yang berisi 8.000 BTC ke tempat pembuangan sampah.
Pada 2025, rata-rata orang memegang sekitar 0,126 Bitcoin. Namun, angka ini tidak mencerminkan ketimpangan besar kepemilikan antar individu.
Laszlo Hanyecz membelanjakan 10.000 Bitcoin untuk dua pizza pada 2010, menandai transaksi Bitcoin dunia nyata pertama dalam sejarah.











