

Carry trade merupakan strategi arbitrase tingkat tinggi yang memanfaatkan selisih harga antara pasar futures dengan pasar spot di dunia keuangan. Pada strategi ini, seorang trader membuka posisi di pasar spot dan secara bersamaan membuka posisi berlawanan di pasar futures. Keunggulan utama metode ini adalah sifatnya yang netral pasar: karena satu sisi memperoleh keuntungan saat sisi lain merugi, trader tetap terlindungi dari risiko pergerakan harga satu arah.
Prinsip utama profitabilitas carry trade terletak pada mekanisme pembentukan harga kontrak futures. Umumnya, kontrak futures diperdagangkan di atas atau di bawah harga spot, mencerminkan persepsi pasar terhadap harga aset dasar di masa depan pada saat settlement. Penyimpangan dari harga spot inilah yang menjadi peluang bagi trader untuk memperoleh keuntungan dengan risiko yang relatif terkendali.
Saat harga spot berada di bawah harga futures, pasar berada dalam kondisi contango. Dalam kondisi ini, carry trade standar—membeli spot dan menjual (short) futures—umumnya akan menghasilkan profit seiring kedua harga semakin mendekati satu sama lain. Sebaliknya, jika harga futures di bawah harga spot, pasar berada dalam kondisi backwardation, sehingga reverse carry trade (menjual spot dan membeli futures) menjadi strategi yang lebih tepat.
Carry trader yang andal selalu mencari spread terlebar antara harga spot dan futures. Menjelang settlement, spread ini akan otomatis menyempit karena waktu pergerakan harga semakin sedikit. Pada akhirnya, kedua harga tersebut akan bertemu di satu level. Trader dapat menutup kedua posisi dan mengunci selisih sebagai profit kapan saja spread sudah menyempit dibandingkan saat awal masuk posisi.
Salah satu teknik lanjutan adalah melakukan "roll over". Setelah settlement pada sisi futures, jika terdapat spread lebar antara harga spot dan futures kontrak jangka lebih panjang, trader dapat membuka posisi short pada kontrak futures tersebut dan tetap mempertahankan posisi spot. Ini menciptakan carry trade baru dengan settlement yang lebih jauh, sehingga potensi keuntungan bisa dioptimalkan.
Selain kontrak futures tradisional, carry trade juga dapat dijalankan di dunia kripto menggunakan perpetual swap. Instrumen ini memiliki karakteristik khusus yang membedakannya dari futures standar. Karena tidak ada tanggal settlement, spread antara harga perpetual swap dan spot bisa membutuhkan waktu lebih lama untuk menyempit. Namun, volatilitas tinggi di pasar kripto seringkali menyebabkan spread berubah sangat cepat, bahkan berbalik arah secara drastis.
Volatilitas bisa menyebabkan kerugian, tetapi disiplin dalam memantau carry trade antara spot dan perpetual swap memungkinkan trader menutup kedua posisi saat spread menyempit untuk mengamankan profit. Kunci utamanya adalah manajemen posisi secara disiplin dan penetapan kriteria keluar yang jelas.
Carry trade perpetual swap menawarkan sumber profit tambahan melalui mekanisme funding rate. Karena perpetual swap tidak memiliki settlement, sistem pembayaran periodik ini berfungsi mencegah harga kontrak menyimpang dari harga spot. Funding rate adalah pembayaran berkala dari satu pihak ke pihak lain, yang mendorong pihak yang merugi untuk tetap mempertahankan posisi.
Jika harga perpetual swap lebih tinggi dari harga spot, funding rate bernilai positif. Dalam kondisi ini, trader long membayar kepada trader short. Sebaliknya, jika harga perpetual swap di bawah harga spot, funding rate menjadi negatif, sehingga trader short membayar kepada trader long.
Bagi carry trader, ini menjadi keunggulan tersendiri. Jika membuka posisi long di spot dan short pada perpetual swap dengan harga lebih tinggi, trader akan menerima pembayaran funding rate positif selama posisi dibuka dan harga perpetual swap tetap di atas pasar. Kondisi sebaliknya berlaku ketika funding rate negatif. Menariknya, profit carry trade tidak harus berasal dari penyempitan spread; pembayaran funding rate saja sudah bisa memberikan return secara konsisten.
Karakteristik utama carry trade antara lain:
Untuk memperjelas penerapan carry trade, berikut contoh konkret:
Misalnya, seorang trader membeli 1 BTC seharga 25.000 USDT di pasar spot dan secara bersamaan melakukan short kontrak futures, yaitu setuju menjual 1 BTC seharga 25.200 USDT di masa mendatang. Ini menciptakan spread 200 USDT.
Skenario 1: Pasar Bullish
Pada tanggal settlement, harga BTC naik menjadi 30.000 USDT. Trader menjual 1 BTC di spot seharga 30.000 USDT (untung 5.000 USDT). Kontrak futures settle di 30.000 USDT, sehingga short tersebut rugi 4.800 USDT. Hasil bersih: 5.000 USDT dikurangi 4.800 USDT = 200 USDT profit.
Skenario 2: Pasar Bearish
Pada settlement, harga BTC turun menjadi 15.000 USDT. Trader menjual 1 BTC di spot seharga 15.000 USDT (rugi 10.000 USDT). Kontrak futures settle di 15.000 USDT, sehingga short mendapatkan 10.200 USDT. Hasil bersih: 10.200 USDT - 10.000 USDT = 200 USDT profit.
Skenario 3: Pasar Netral
Pada settlement, harga BTC tetap 25.000 USDT. Trader menjual spot di 25.000 USDT (tidak untung/rugi), lalu menutup posisi short di futures di 25.200 USDT. Selisih 200 USDT menjadi profit bersih.
Ketiga skenario di atas menegaskan carry trade bersifat netral pasar: tidak tergantung arah harga, trader tetap memperoleh spread awal sebagai profit.
Arbitrase cash-and-carry adalah strategi sederhana namun sangat efektif untuk memanfaatkan perbedaan harga antara spot kripto dan kontrak futures ekuivalen. Daya tarik utamanya adalah netralitas arah—trader tidak perlu memprediksi pergerakan harga aset.
Saat menjalankan carry trade antara spot dan futures, potensi profit sudah diketahui sejak awal. Spread antar harga adalah profit maksimal yang akan terealisasi saat harga mendekati settlement. Kepastian inilah yang membuat carry trade diminati trader konservatif yang mencari return stabil.
Sebaliknya, carry trade perpetual swap memiliki karakter berbeda. Karena perpetual swap tidak memiliki settlement, harga tidak akan selalu terkonsolidasi dengan spot secara pasti seperti futures. Hal ini menambah ketidakpastian, tetapi juga membuka peluang return ekstra lewat funding rate.
Carry trade, baik melalui perpetual swap maupun futures, menjadi sangat menarik saat volatilitas pasar tinggi. Pergerakan harga ekstrem sering mempercepat penyempitan spread, sehingga trader bisa menutup posisi lebih awal dengan profit signifikan.
Walaupun spread futures dan spot umumnya tipis dibandingkan nilai posisi yang besar, pasar kripto yang volatil dan efisiensi rendah sering kali memberi peluang carry trade lebih menarik ketimbang pasar tradisional. Ketika funding rate perpetual swap diperhitungkan, potensi return menjadi semakin besar.
Bagi individu bernilai kekayaan tinggi, investor institusi, dan profesional, carry trade kripto tetap relevan meskipun arah pasar tidak pasti. Strategi ini memungkinkan memperoleh return sembari tetap mengalokasikan modal tanpa risiko arah besar.
Walaupun carry trade terlihat berisiko rendah untuk menghasilkan profit konsisten, ada beberapa risiko penting yang harus diperhatikan trader.
Risiko utama adalah efisiensi modal. Carry trade mengunci dana dalam periode panjang, sehingga trader bisa kehilangan peluang lebih menguntungkan di pasar dinamis. Opportunity cost ini sangat relevan di pasar kripto yang fluktuatif dan bergerak cepat.
Tantangan lain adalah spread futures dan spot yang tipis dibandingkan nilai posisi besar yang diperlukan agar profit layak. Hal ini membutuhkan modal besar, sehingga meningkatkan masalah efisiensi modal. Untuk trader ritel, persyaratan modal ini bisa sangat membatasi.
Untuk mengatasi masalah efisiensi modal, leverage biasanya digunakan pada sisi futures. Namun, leverage membawa risiko tinggi. Jika pasar bergerak berlawanan dan posisi futures terkena likuidasi, trader bisa rugi pada strategi yang seharusnya netral risiko. Hal ini menekankan pentingnya pengelolaan risiko yang ketat saat menggunakan leverage pada carry trade.
Carry trade dengan perpetual swap juga membawa risiko tambahan. Futures memiliki settlement sehingga harga pasti terkonsolidasi dengan spot, sementara perpetual swap tidak, sehingga spread kadang tidak menyempit cukup cepat untuk keluar dengan profit. Dalam kasus ekstrem, jika pasar berubah dari contango ke backwardation, trader bisa lama menunggu sebelum dapat keluar dengan profit atau bahkan terpaksa keluar dengan rugi.
Risiko eksekusi juga sangat penting. Carry trade memang memungkinkan penjualan spot jika leg futures tidak terisi, namun tetap ada biaya trading. Nilai posisi besar bisa menyebabkan biaya menumpuk tanpa imbal hasil jika eksekusi tidak berjalan sesuai rencana.
Untungnya, bursa utama menyediakan berbagai fitur untuk mitigasi risiko eksekusi. Platform block trading modern memungkinkan trader mengeksekusi dua leg sekaligus, sehingga risiko hanya satu leg yang terisi bisa dihilangkan sepenuhnya.
Bursa kripto terdepan menawarkan berbagai fitur dan alat yang memudahkan implementasi carry trade. Trader bisa menjalankan carry trade manual—membeli di spot dan membuka short di futures—namun akan muncul risiko eksekusi. Walaupun kedua leg terisi, eksekusi manual membuat peluang mendapatkan harga optimal lebih kecil akibat volatilitas pasar kripto.
Platform block trading modern sangat memudahkan pelaksanaan carry trade dan strategi multi-leg lain secara efisien dan optimal. Platform ini memungkinkan eksekusi dua leg carry trade secara bersamaan untuk menghilangkan risiko eksekusi.
Langkah-langkah umumnya adalah:
Pilih aset kripto yang hendak diperdagangkan dari menu strategi platform. Pilih template carry trade untuk mulai membangun posisi.
Masukkan detail kedua leg. Untuk leg spot, tentukan jumlah aset yang akan dibeli. Untuk leg futures, tentukan jenis kontrak (margin kripto atau USDT), pilih tanggal settlement yang tersedia, lalu masukkan jumlah agar sesuai dengan posisi spot Anda.
Jika lebih memilih perpetual swap, cukup pilih opsi perpetual swap dan atur parameternya. Perpetual swap menawarkan potensi funding rate, namun tanpa kepastian waktu konvergensi seperti futures.
Sebelum eksekusi, tinjau kembali seluruh detail kedua leg agar sesuai dengan strategi Anda. Pastikan ukuran posisi sama, arah posisi berlawanan (long spot, short futures), dan spread harga sesuai target profit.
Platform block trading modern menggunakan sistem RFQ (Request for Quote), di mana Anda mengirim spesifikasi trading dan menerima penawaran dari banyak counterparty. Dengan demikian, Anda dapat memperoleh harga terbaik untuk carry trade Anda.
Setelah menerima penawaran, kedua leg langsung dieksekusi penuh, sehingga risiko eksekusi parsial atau satu sisi dapat dihindari. Aset spot akan masuk ke akun trading Anda, sementara posisi terbuka futures muncul di dashboard posisi.
Untuk menutup carry trade, Anda dapat menunggu spread menyempit ke target atau menunggu futures mendekati settlement. Jika menggunakan perpetual swap dan funding rate positif, posisi dapat dipertahankan lebih lama untuk mengumpulkan pembayaran funding rate ekstra.
Penutupan posisi dilakukan dengan menjual aset spot melalui market atau limit order, dan menutup futures atau perpetual swap secara bersamaan. Fitur block trading memastikan dua leg tertutup sekaligus, menjaga netralitas risiko sepanjang siklus trading.
Arbitrase cash-and-carry memanfaatkan perbedaan harga antara spot dan futures. Trader membeli aset di spot pada harga lebih rendah dan secara bersamaan menjual futures pada harga lebih tinggi, sehingga profit tanpa risiko bisa dikunci dari spread saat kontrak berakhir.
Beli kripto di pasar spot pada harga lebih rendah, dan secara bersamaan jual kontrak futures pada harga lebih tinggi. Pantau spread basis terus-menerus. Tutup kedua posisi saat spread menyempit ke target. Eksekusi simultan untuk meminimalkan slippage dan risiko harga selama arbitrase.
Risiko utama: risiko basis dari perbedaan harga, volatilitas funding rate, risiko likuidasi, dan risiko counterparty. Manajemen: pantau spread basis, tetapkan stop loss, jaga margin memadai, lakukan diversifikasi posisi, dan gunakan strategi hedging untuk mengunci peluang arbitrase.
Cash-and-carry memanfaatkan gap spot-futures dengan membeli spot dan melakukan short futures saat harga futures lebih tinggi. Reverse cash-and-carry melakukan sebaliknya: melakukan short spot dan long futures saat harga spot lebih tinggi dari futures. Keduanya memperoleh profit dari proses konvergensi menjelang kadaluarsa kontrak.
Anda membutuhkan modal yang cukup untuk margin, akses ke pasar spot dan futures, biaya transaksi rendah, monitoring harga real-time, alat trading otomatis, dan volume trading tinggi agar eksekusi posisi cepat tanpa slippage besar.
Profit arbitrase spot-futures umumnya 0,5%–5% per tahun, tergantung spread basis, funding rate, dan volume trading. Faktor utama: selisih harga pasar, biaya transaksi, efisiensi modal, volatilitas, dan kondisi likuiditas.
Tiap komoditas memiliki pola carry trade berbeda. Kedelai dan produk agrikultur dipengaruhi fluktuasi musiman basis karena siklus panen. Minyak sensitif terhadap biaya penyimpanan dan premi geopolitik. Logam seperti emas memiliki biaya penyimpanan rendah tetapi biaya pembiayaan tinggi. Spread basis, likuiditas, dan karakteristik penyimpanan menentukan profitabilitas arbitrase dan strategi timing masing-masing komoditas.
Biaya trading memangkas profit carry trade secara langsung. Fee, biaya pembiayaan, dan biaya penyimpanan yang tinggi mempersempit margin. Biaya kecil pun dapat terakumulasi besar—fee 0,5% per leg ditambah funding rate harian bisa menghilangkan potensi profit. Eksekusi efisien dan biaya kompetitif sangat penting untuk memaksimalkan return bersih.











