

Open interest pada futures merupakan barometer utama partisipasi dan sentimen pasar dalam ekosistem derivatif. Metrik ini menghitung jumlah total kontrak futures yang masih aktif dan dipegang pelaku pasar pada waktu tertentu, berbeda dengan volume perdagangan yang hanya menghitung jumlah transaksi. Open interest mencerminkan posisi aktif. Jika open interest meningkat, berarti trader secara aktif masuk ke pasar dan mendukung tren yang berlaku. Sebaliknya, penurunan open interest menunjukkan trader mulai kehilangan kepercayaan dan keluar dari posisi, yang kerap menjadi awal potensi pembalikan harga.
Funding rate adalah mekanisme dinamis yang menjaga keseimbangan pasar perpetual futures. Pembayaran berkala ini—umumnya setiap 1 hingga 8 jam—dilakukan antara pemegang posisi long dan short, mencerminkan sentimen pasar secara langsung. Funding rate positif menandakan kecenderungan bullish, di mana trader long lebih banyak dari short dan harus membayar kompensasi kepada trader short agar posisi mereka tetap terbuka. Sebaliknya, funding rate negatif menunjukkan sentimen bearish. Funding rate positif 0,05% mungkin tampak kecil, tetapi pada posisi leverage nilai ini sangat signifikan; perdagangan leverage 10x yang membayar rate tersebut akan terkena biaya funding harian sekitar 1,2%.
Kedua indikator ini membentuk kerangka sentimen yang komprehensif. Bitcoin Positioning Index, yang menggabungkan open interest, aktivitas funding, dan dinamika long-short, baru-baru ini naik ke 3,5—breakout berkelanjutan pertama di atas 3,0 sejak Oktober 2025—menunjukkan kepercayaan trader yang kuat dan momentum naik. Trader yang memantau metrik ini memperoleh keunggulan prediktif, karena funding rate ekstrem dan lonjakan open interest sering kali mendahului pergerakan harga signifikan, sehingga memungkinkan pengambilan keputusan posisi yang lebih tepat.
Untuk memahami posisi trader, perlu dianalisis keterkaitan antara rasio long-short dan options open interest, dua metrik saling melengkapi yang mengungkap sentimen pasar dan memprediksi arah pergerakan. Rasio long-short mengukur keseimbangan antara posisi long (bias bullish) dan posisi short (bias bearish) di pasar derivatif. Jika rasio ini lebih dari 1, berarti lebih banyak trader berada di posisi long, menandakan sentimen bullish; sebaliknya, rasio di bawah 1 mengindikasikan dominasi posisi bearish.
Options open interest memperkuat analisis dengan mengukur jumlah kontrak opsi aktif yang belum diselesaikan. Kenaikan options open interest umumnya mengindikasikan partisipasi pasar yang meningkat dan ekspektasi pergerakan harga signifikan. Metrik ini juga menjadi indikator likuiditas—semakin tinggi open interest, semakin kecil spread dan semakin baik kondisi eksekusi bagi trader.
Kombinasi kedua metrik ini memberi wawasan kuat tentang dinamika posisi. Contohnya, kenaikan rasio long-short disertai peningkatan options open interest pada call option menandakan keyakinan bullish yang menguat, yang kerap mendahului kenaikan harga. Sebaliknya, posisi long yang tinggi dengan peningkatan minat pada put option dapat menandakan trader melakukan lindung nilai, sehingga menunjukkan kehati-hatian sebelum koreksi harga.
Indikator-indikator ini optimal jika dianalisis bersama sinyal derivatif lain, seperti funding rate dan data likuidasi. Ketika options open interest terkonsentrasi pada level harga tertentu, hal itu menunjukkan di mana pelaku pasar memperkirakan adanya resistance atau support. Dengan menguraikan posisi trader melalui rasio long-short dan options open interest, trader memperoleh keunggulan probabilistik untuk memprediksi arah harga dan potensi volatilitas di pasar derivatif kripto.
Cascade liquidation merupakan sinyal pasar penting yang dapat langsung memicu pembalikan harga di pasar derivatif kripto. Saat trader leverage menghadapi pergerakan harga tajam, protokol likuidasi otomatis akan melakukan penjualan aset secara paksa, menciptakan siklus yang memperkuat volatilitas melebihi pemicu harga awal. Peristiwa cascade liquidation pada Oktober 2025 merupakan ilustrasi nyata: deleveraging senilai 19 miliar dolar AS dalam 36 jam melikuidasi lebih dari 1,6 juta posisi trader, dengan Bitcoin dan Ethereum masing-masing menyumbang 5,37 miliar dolar AS dan 4,43 miliar dolar AS.
Mekanisme ini menunjukkan mengapa data likuidasi sangat kuat sebagai prediktor harga. Posisi leverage tinggi dengan open interest tinggi menciptakan struktur pasar yang rapuh, sehingga pergerakan harga kecil dapat memicu likuidasi beruntun. Riset memperlihatkan lebih dari 90 persen likuidasi saat penurunan harga berasal dari posisi long, sehingga tekanan jual terakumulasi dan mempercepat penurunan. Pasar futures menjadi "mesin" penggerak harga spot, karena cascade liquidation mengubah volatilitas lokal menjadi gejolak sistemik.
Sinyal awal yang terlihat memperkuat nilai prediktif data likuidasi. Kenaikan tajam open interest selama pergerakan harga besar, terutama jika didukung funding rate tinggi, menandakan banyak trader leverage menambah posisi—meningkatkan potensi terjadinya cascade. Kombinasi ini menjadi sistem peringatan kuantitatif bagi trader yang memantau data derivatif, sehingga mereka dapat mengantisipasi pembalikan sebelum cascade liquidation benar-benar terjadi pada pergerakan harga.
Open interest adalah total posisi futures yang belum terselesaikan. Kenaikan open interest menandakan keyakinan pasar yang kuat dan momentum bullish, sedangkan penurunan open interest mengindikasikan sentimen yang melemah dan potensi pembalikan tren, sehingga membantu trader menilai tingkat partisipasi pasar.
Funding Rate merupakan mekanisme pada perpetual futures yang menjaga keseimbangan antara posisi long dan short. Funding rate tinggi menandakan sentimen bullish yang kuat, menunjukkan dominasi posisi long dan potensi harga yang terus naik. Sebaliknya, rate rendah atau negatif menunjukkan tekanan bearish.
Data likuidasi mengidentifikasi konsentrasi posisi leverage berlebih pada level harga tertentu. Klaster likuidasi ekstrem menandakan kelemahan struktur pasar dan potensi zona pembalikan. Saat harga mendekati area dengan kepadatan likuidasi tinggi, cascade liquidation sering kali memicu pembalikan harga yang cepat, menjadi sinyal titik balik pasar dan peluang perubahan arah.
Peningkatan open interest saat harga turun biasanya menandakan seller mendominasi pasar. Namun, tekanan jual yang berlebihan dapat memicu pembalikan, sehingga kondisi ini tidak selalu menjadi sinyal bearish yang pasti.
Kombinasikan sejumlah indikator derivatif melalui model autoregresif untuk menangkap sinyal pasar secara menyeluruh. Gunakan open interest, funding rate, dan data likuidasi secara terpadu untuk mengidentifikasi pembalikan tren dan pergeseran momentum, sehingga meningkatkan akurasi prediksi dan wawasan pasar secara signifikan.
Ketidakseimbangan rasio posisi antara kontrak jangka panjang dan jangka pendek menciptakan peluang arbitrase. Saat spread harga terlalu melebar atau menyempit, trader dapat memanfaatkan mispricing tersebut. Ketidakseimbangan signifikan sering menjadi sinyal potensi mean reversion, sehingga trader berpengalaman dapat meraih profit dari rebalancing dan normalisasi spread yang akan terjadi.
Peristiwa likuidasi besar-besaran memicu penurunan harga yang sangat tajam, kadang lebih dari 15% hanya dalam beberapa menit. Pada Oktober 2025, 19 miliar dolar AS dilikuidasi, menyebabkan volatilitas ekstrem di seluruh pasar dan cascade liquidation yang memperdalam penurunan harga secara signifikan.
Funding rate yang berubah menjadi positif biasanya menandakan pergeseran menuju sentimen bullish, menunjukkan awal atau pemulihan bull market. Hal ini mencerminkan kepercayaan investor yang lebih kuat terhadap kenaikan harga dan permintaan long yang berkelanjutan.











