

Open interest adalah jumlah total kontrak futures aktif yang belum diselesaikan, menjadi indikator utama posisi pasar dan akumulasi leverage. CME Group melakukan perhitungan harian untuk mencerminkan sentimen pasar aktual dan penempatan trader.
Pasar futures ULTIMA menampilkan prinsip ini secara nyata. Pada Desember 2025, open interest mencapai $1,36 juta, dengan posisi long jauh melampaui posisi short. Ketimpangan ini menunjukkan sentimen bullish yang kuat di kalangan trader derivatif.
| Market Metric | Value | Implication |
|---|---|---|
| Open Interest | $1,36M | Konsentrasi leverage aktif |
| Long/Short Ratio | Bias bullish | Akumulasi posisi long |
| Market Sentiment | Didominasi bullish | Risiko likuidasi tinggi |
Korelasi antara open interest tinggi dan akumulasi leverage membentuk risiko sistemik signifikan. Oktober 2025 mencatat sekitar $20 miliar likuidasi leverage di pasar derivatif kripto global, menyoroti bagaimana konsentrasi posisi memperkuat volatilitas. Open interest yang tinggi bersama rasio leverage agresif menunjukkan akumulasi eksposur risiko oleh trader. Ketika pasar bergeser mendadak, posisi tersebut memicu likuidasi berantai. Funding rate pada periode volatil mempertegas dinamika ini, sebab tingkat ekstrem mendorong penutupan posisi. Trader yang memantau futures ULTIMA perlu menyadari bahwa open interest besar dengan penempatan bullish yang panjang biasanya mendahului koreksi besar, sehingga manajemen risiko menjadi hal utama bagi pelaku derivatif.
Dalam pasar derivatif kripto, funding rate dan multi-long ratio adalah indikator utama untuk mendeteksi ekstrem sentimen dan peluang pembalikan. Funding rate mencerminkan biaya memegang posisi leverage semalam, sedangkan multi-long ratio membandingkan volume posisi long terhadap aset dasar. Keterkaitan kedua metrik ini dengan perilaku pasar memiliki nilai prediktif yang sangat tinggi.
| Indicator | Extreme Bullish | Neutral | Extreme Bearish |
|---|---|---|---|
| Funding Rate | Di bawah 0,5% | 0,5%-1,5% | Di atas 1,5% |
| Multi-Long Ratio | Di atas 2,0 | 0,5-2,0 | Di bawah 0,5 |
Saat funding rate berada di bawah 0,5%, biaya untuk mempertahankan posisi long sangat rendah sehingga menandakan sentimen bullish ekstrem yang biasanya mendahului koreksi. Sebaliknya, funding rate di atas 1,5% menunjukkan bearish ekstrem karena trader membayar premi tinggi untuk mempertahankan posisi short. Multi-long ratio di atas 2,0 menandakan dominasi posisi long, meningkatkan risiko likuidasi berantai. Analisis historis menunjukkan pembacaan ekstrem ini kerap berhubungan dengan pembalikan harga besar. Pengujian empiris membuktikan pemantauan batas tersebut memberikan sinyal penting untuk mengidentifikasi titik balik pasar dan membantu trader menyesuaikan posisi menjelang perubahan arah.
Options open interest adalah jumlah total kontrak derivatif yang belum diselesaikan pada suatu waktu, menjadi indikator utama leverage pasar dan potensi volatilitas. Ketika likuidasi harian mencapai sekitar $4,16 miliar, ini menandakan tekanan pasar tinggi di mana posisi trader terpaksa ditutup karena kolateral tidak mencukupi. Data real-time menunjukkan fluktuasi besar volume likuidasi sesuai kondisi pasar dan pergerakan harga.
Penilaian risiko yang akurat membutuhkan pemantauan pola likuidasi long dan short di berbagai timeframe. Metrik likuidasi satu, empat, dua belas, dan dua puluh empat jam memberikan gambaran detail waktu tekanan puncak pasar. Volatilitas harga Ultima baru-baru ini memperlihatkan bagaimana perubahan cepat memicu likuidasi berantai. Token ini mengalami lonjakan harga dari $7.652 pada September ke $5.609 di Desember, memperlihatkan hubungan langsung antara ketidakstabilan pasar dan peningkatan likuidasi.
Trader di pasar opsi harus memantau level open interest sebagai indikator awal lonjakan volatilitas. Heatmap likuidasi khusus di platform seperti gate memungkinkan analisis risiko yang lebih akurat dengan memperlihatkan pola konsentrasi. Pemahaman atas data ini mengubah manajemen risiko reaktif menjadi strategi proaktif bagi pelaku pasar derivatif.
Pasar derivatif Bitcoin menyajikan wawasan penting lewat pola penempatan strategis yang mencerminkan sentimen pasar dan ekspektasi harga. Level support $86.000 menjadi titik kunci, dengan konsentrasi volume opsi put di harga strike ini pada platform seperti Deribit. Hal ini menunjukkan kepercayaan trader bahwa Bitcoin tidak akan turun di bawah level tersebut dalam waktu dekat, dengan institusi dan market maker aktif menjual put untuk meraih premi volatilitas sekaligus menawarkan perlindungan lewat penulisan call di level $95.000-$100.000. Penjualan put secara kolektif pada harga tertentu membentuk mekanisme support; saat harga mendekati titik tersebut, penjual put biasanya akan membeli Bitcoin di spot atau futures untuk hedging, menciptakan tekanan beli nyata. Rentang volatilitas $7.000-$10.000 diproyeksikan dari analisis pola delta skew opsi dan distribusi open interest. Open interest futures Bitcoin turun 15 persen, sementara delta skew opsi 30 hari melebihi 10 persen, menandakan permintaan hedging yang meningkat. Proyeksi volatilitas ini mencerminkan pricing risiko makro dan perubahan alokasi aset oleh pelaku pasar. Fase konsolidasi selama Q3 2025, dengan harga bergerak di kisaran $97.000-$111.900, menandakan posisi defensif institusi, bukan keyakinan arah. Memahami sinyal derivatif ini membantu trader membedakan support riil dari layering spekulatif dan mengantisipasi titik balik volatilitas.
Ultima (ULTIMA) adalah ekosistem blockchain yang menggabungkan tools keuangan terdesentralisasi dan blockchain berkecepatan tinggi untuk menyediakan layanan finansial berorientasi pengguna serta solusi aset digital inovatif.
Ultima coin saat ini bernilai $5.418,91 dengan volume perdagangan 24 jam sebesar $14.120.470. Harga naik 5,40% dalam 24 jam terakhir.
Ultima coin menawarkan prospek investasi yang kuat berkat teknologi inovatif dan pertumbuhan adopsi pasar. Penempatan strategisnya di ekosistem Web3 dan peningkatan volume transaksi menjadikannya peluang menarik bagi investor yang ingin mendapatkan eksposur pada inovasi blockchain terbaru.











