

Pembubaran leverage sebesar $20 miliar yang terjadi pada tahun 2025 secara mendasar mengubah cara pelaku pasar menafsirkan sinyal derivatif. Ketika open interest futures Bitcoin jatuh dari $94 miliar menjadi sekitar $70 miliar—penurunan satu hari terdalam dalam dua tahun terakhir—likuidasi masif ini mengungkap pola penting tentang pergeseran sentimen pasar. Pergerakan drastis pada open interest tidak terjadi secara acak; hal tersebut mencerminkan perubahan fundamental dalam posisi dan keyakinan trader.
Funding rate merupakan indikator utama emosi pasar dalam kontrak futures perpetual. Pembayaran periodik ini, umumnya dihitung setiap delapan jam, mengalir di antara trader long dan short tergantung apakah harga perpetual berada di atas atau di bawah harga spot. Funding rate positif menandakan tekanan beli kuat, menunjukkan trader bersedia membayar premi untuk posisi long leverage. Sebaliknya, rate negatif mengindikasikan sentimen bearish dengan dominasi trader short. Sepanjang periode volatil 2025, funding rate yang tinggi mendahului rangkaian likuidasi, saat posisi leverage berlebih makin rentan terhadap pembalikan tajam.
Keterkaitan antara open interest dan funding rate membentuk kerangka prediktif yang tangguh. Open interest yang naik disertai penurunan harga biasanya mengonfirmasi sentimen bearish, sedangkan penurunan open interest saat harga meningkat dapat menandakan pembalikan tren. Modal institusi semakin menggantikan spekulasi ritel di tahun 2025, mengubah cara sinyal derivatif tersebut terbentuk. Pergeseran struktur ini menjadikan pemantauan dua metrik secara bersamaan sangat penting untuk mengantisipasi pergerakan harga secara proaktif.
Rasio long-short, atau multi-empty ratio di pasar derivatif, menjadi barometer utama untuk memahami posisi pasar dan memprediksi potensi likuidasi. Rasio 0,87 mengindikasikan keseimbangan relatif antara trader long dan short, namun keseimbangan ini dapat menyembunyikan kerentanan ketika dikombinasikan dengan sinyal pasar derivatif lain. Ambang di atas 1,2 biasanya menandakan risiko likuidasi tinggi, sementara rasio sekitar 0,87 menunjukkan fase transisi di mana sentimen pasar masih bersaing.
Rangkaian likuidasi muncul saat posisi terpusat dibuka bersamaan, memicu penjualan paksa yang memperkuat tekanan turun. Data historis menunjukkan fenomena ini secara jelas—DUSK mengalami penurunan 28% hanya dalam satu hari pada 10 Oktober 2025 saat likuidasi meluas di pasar derivatif altcoin. Efek domino terjadi karena satu likuidasi memicu lainnya; ketika trader terkena margin call, penjualan paksa menekan harga lebih jauh dan memicu posisi rugi tambahan. Studi Oktober 2025 mencatat peristiwa likuidasi menyebar di berbagai platform, dengan spread altcoin melebar sampai 10% saat puncak rangkaian.
Kekuatan prediktif metrik ini berasal dari keterhubungannya. Ketika rasio long-short mendekati ekstrem bersama funding rate tinggi dan open interest terkonsentrasi, peluang rangkaian likuidasi melonjak tajam. Trader yang memantau sinyal pasar derivatif dapat mengenali periode rentan sebelum harga bergerak volatil, sehingga analisis rasio dan data likuidasi menjadi krusial untuk mengelola volatilitas kripto di tahun 2025.
Pelaku besar di pasar kripto meninggalkan jejak khas lewat open interest opsi dan arus dana bursa, dua metrik yang saling terkait dan mengungkap pola akumulasi sebelum kenaikan harga besar. Ketika whale memprediksi momentum naik, mereka biasanya meningkatkan arus dana bursa dengan mendepositkan aset ke platform derivatif, sekaligus membangun open interest opsi melalui pembelian call di strike strategis. Aktivitas terkoordinasi ini menandakan keyakinan dan posisi menjelang pergerakan besar.
Bukti historis memperlihatkan kekuatan prediktif pola ini. Trader Bitcoin memulai 2026 dengan taruhan besar pada opsi call strike $100.000 di Deribit, menciptakan pertumbuhan open interest nominal sebesar $38,80 juta—terbesar di antara kontrak Januari. Posisi terpusat ini mencerminkan strategi akumulasi whale untuk menangkap reli yang diantisipasi. Demikian pula, arus token DUSK menunjukkan inflow stabil sepanjang 2024-2026, dengan institusi mendominasi aktivitas bursa. Kombinasi kenaikan open interest opsi pada posisi call dan inflow bersih menandakan peserta canggih tengah bersiap untuk breakout kenaikan.
Mengurai sinyal ini memerlukan pemantauan kedua metrik secara bersamaan. Arus dana bursa positif saja bisa menandakan akumulasi, tetapi bila dikombinasikan dengan open interest call tinggi di strike tertentu, ini mengonfirmasi whale membangun posisi leverage terarah. Konfirmasi ganda ini memperkuat keandalan prediksi untuk mengidentifikasi pergerakan harga besar sebelum pasar ritel bereaksi.
Open interest futures adalah jumlah total kontrak terbuka yang belum diselesaikan oleh pelaku pasar. Kenaikan open interest menunjukkan keyakinan tinggi terhadap arah harga, sementara penurunan interest mengisyaratkan momentum melemah. Level tinggi bersamaan kenaikan harga menandakan sentimen bullish, sedangkan level tinggi saat harga turun menandakan tekanan bearish.
Funding rate dihitung setiap 8 jam berdasarkan selisih harga kontrak perpetual dan harga spot. Rate positif mengindikasikan sentimen bullish kuat dengan trader long membayar trader short, sedangkan rate negatif mencerminkan tekanan bearish. Funding rate ekstrem menandakan potensi pembalikan harga dan ekstremitas sentimen pasar.
Peristiwa likuidasi besar bisa menjadi penanda pergerakan harga jangka pendek. Pantau volume likuidasi long dan short untuk menilai sentimen pasar. Ketika likuidasi besar melebihi 100.000 USD, pembalikan pasar sering terjadi. Gunakan heatmap likuidasi untuk menemukan level harga kunci di mana rangkaian likuidasi dapat memicu volatilitas, membuka peluang trading strategis.
Kombinasi indikator RSI dan MACD adalah yang paling efektif untuk memprediksi pergerakan harga kripto di 2025. Jika digabung dengan analisis open interest dan funding rate, indikator ini mampu mengidentifikasi pembalikan tren dan menghasilkan sinyal beli-jual yang kredibel untuk trading derivatif.
Long/Short Ratio menunjukkan sentimen trader dan dapat menandakan potensi pergerakan harga. Dominasi trader long sering mendahului tekanan bullish pada harga spot, sementara dominasi short mengisyaratkan momentum bearish. Namun, korelasinya tidak langsung dan dipengaruhi oleh funding rate, rangkaian likuidasi, serta dinamika mikrostruktur pasar.
Pantau funding rate dan level open interest untuk menilai leverage pasar. Tetapkan batas posisi ketat, gunakan stop-loss, pertahankan rasio risiko-reward sehat (1:3), dan diversifikasi strategi. Hindari trading berbasis FOMO dan keputusan emosional saat volatilitas tinggi.
Funding rate positif berarti pemegang posisi long membayar trader short, sehingga biaya long meningkat. Hal ini mendorong trader ritel untuk mengurangi posisi long atau menutup kontrak, yang berpotensi menandakan sentimen bullish terlalu panas dan kemungkinan koreksi harga.
Rangkaian likuidasi terjadi saat posisi leverage bersamaan mencapai level stop-loss, memaksa penjualan aset massal. Hal ini menimbulkan krisis likuiditas dan volatilitas harga tajam, berpotensi memicu risiko sistemik di pasar derivatif.










