


Pemantauan tren harga historis menunjukkan bahwa pasar mata uang kripto beroperasi dalam siklus multi-tahun yang secara mendasar membentuk pola volatilitas. Siklus ini—yang terdiri atas periode bull market yang panjang diikuti bear market—menciptakan pola yang dapat diprediksi dan dimanfaatkan trader untuk mengantisipasi pergerakan harga. Salah satu contohnya adalah Bittensor (TAO), yang mencapai puncak $795,6 pada April 2024 lalu turun 41,37% selama setahun berikutnya, memperlihatkan bagaimana pola volatilitas historis berulang di berbagai siklus pasar.
Keterkaitan antara tren jangka panjang dan volatilitas terlihat jelas saat menganalisis karakteristik unik yang muncul pada setiap fase siklus. Pada bull market, volatilitas harga cenderung meningkat saat fase akumulasi berlangsung, sedangkan bear market biasanya menunjukkan koreksi tajam diikuti dengan periode konsolidasi. Perjalanan TAO dari titik terendah $21,428 pada September 2023 hingga ke puncaknya menggambarkan bagaimana pemahaman atas pergerakan siklus ini dapat membantu trader mengenali titik balik pasar.
Analisis volatilitas historis menjadi dasar untuk mengenali level support dan resistance yang muncul pada titik-titik penting siklus. Dengan mempelajari pergerakan harga selama beberapa tahun, trader dapat mengidentifikasi bagaimana area resistance di masa lalu berubah menjadi support saat terjadi koreksi pasar. Pengenalan pola siklus semacam ini—berdasarkan penelaahan pola volatilitas pada siklus sebelumnya—memungkinkan identifikasi level yang lebih tepat serta meningkatkan strategi perdagangan dalam menghadapi volatilitas di masa mendatang.
Level support dan resistance adalah ambang harga penting di mana aset mata uang kripto sering menghadapi tekanan beli atau jual signifikan. Titik-titik harga utama ini terbentuk dari pola perdagangan historis serta level psikologis yang menjadi acuan pelaku pasar untuk mengantisipasi pembalikan atau kelanjutan tren. Ketika aset kripto mendekati level resistance, penjual biasanya masuk pasar dan menekan harga ke bawah, sedangkan level support menarik minat beli untuk mencegah penurunan lanjutan.
Keterkaitan antara level-level tersebut dan respons pasar merupakan inti analisis teknikal. Ambil contoh riwayat harga Bittensor yang mencapai rekor tertinggi $795,6 pada April 2024 sebelum turun signifikan. Puncak ini kini menjadi resistance utama yang memengaruhi perilaku perdagangan saat ini. Sebaliknya, titik terendah sepanjang masa di $21,428 menjadi support psikologis yang memperkuat dasar harga aset. Trader yang memonitor level support dan resistance ini mengantisipasi pantulan maupun penembusan harga, lalu menyesuaikan posisi mereka.
Respons pasar menjadi nyata saat harga mendekati ambang kritis tersebut. Pada resistance, trader umumnya akan melakukan penjualan untuk mengamankan keuntungan, sementara pada support, mereka cenderung melakukan akumulasi dengan harapan terjadi rebound. Memahami bagaimana titik-titik harga ini membentuk sentimen pasar memungkinkan pengambilan keputusan perdagangan yang lebih terinformasi dan membantu mengantisipasi potensi perubahan volatilitas di pasar kripto.
Pergerakan harga mata uang kripto jarang berdiri sendiri, karena sebagian besar aset digital mengikuti arahan dari pemimpin pasar seperti Bitcoin dan Ethereum. Pola pergerakan harga yang tersinkronisasi ini mencerminkan ciri utama dari pasar kripto, di mana aliran dana antar aset dipengaruhi oleh sentimen pasar dan kondisi makroekonomi.
Ketika Bitcoin dan Ethereum mengalami volatilitas tinggi, mata uang kripto alternatif biasanya memberikan respons yang berkorelasi, meski seringkali dengan fluktuasi harga yang lebih besar. Contohnya, Bittensor (TAO) memperlihatkan dinamika ini pada siklus pasar terbaru. Harga TAO turun 0,67% dalam 24 jam dan 10,48% dalam tujuh hari, mencerminkan penurunan pasar yang berawal dari pelemahan Bitcoin. Namun, penurunan TAO jauh lebih besar daripada pergerakan Bitcoin, menunjukkan bahwa korelasi pada altcoin sering diikuti dengan volatilitas yang lebih tinggi.
Pola korelasi ini muncul karena kebanyakan pasangan perdagangan menggunakan Bitcoin dan Ethereum sebagai jangkar likuiditas. Saat pelaku pasar menyesuaikan risiko atau merespons katalis eksternal, mereka cenderung melikuidasi portofolio kripto secara serentak, sehingga menciptakan pergerakan harga yang terkoneksi. Memahami dinamika korelasi sangat penting untuk analisis level support dan resistance, karena terjadinya pelepasan korelasi kerap menjadi tanda tren baru atau peluang spesifik sektor.
Mengenali kapan mata uang kripto bergerak bersama maupun menyimpang dari aset utama membantu trader mengantisipasi lonjakan volatilitas serta menemukan batas harga yang lebih andal untuk analisis teknikal.
Harga kripto berfluktuasi karena penawaran dan permintaan pasar, volume perdagangan, berita regulasi, kondisi makroekonomi, sentimen investor, perkembangan teknologi, dan pergerakan institusi besar. Faktor-faktor ini menimbulkan pergerakan harga yang cepat di pasar aset digital.
Identifikasi support dan resistance dengan menganalisis grafik harga untuk pola tertinggi dan terendah berulang tempat harga berbalik arah. Tandai zona tersebut dengan garis horizontal. Perhatikan lonjakan volume yang mengonfirmasi level tersebut. Indikator kunci meliputi moving average, retracement Fibonacci, dan pivot point guna meningkatkan akurasi.
Level support dan resistance membantu trader menentukan titik masuk dan keluar yang optimal. Level ini menjadi penghalang psikologis di mana harga sering berbalik atau berkonsolidasi. Trader memanfaatkan level tersebut untuk menetapkan stop-loss, target take-profit, dan mengonfirmasi arah tren. Penembusan resistance menandakan momentum bullish, sementara pantulan dari support menunjukkan tekanan beli.
Level support dan resistance sangat berkaitan dengan level harga psikologis. Angka bulat utama(seperti $10.000 atau $50.000)berfungsi sebagai batas psikologis di mana trader menempatkan order. Level ini mengakumulasi volume perdagangan, membentuk support dan resistance alami. Saat harga mendekati level psikologis, tekanan beli atau jual meningkat, sehingga memperkuat hambatan teknikal dan membuatnya lebih terprediksi oleh trader.
Pasar kripto beroperasi 24/7 dengan volume perdagangan yang lebih rendah, penggunaan leverage tinggi, serta pengaruh kuat dari sentimen dan berita. Likuiditas terbatas, perdagangan spekulatif, dan ketidakpastian regulasi memperbesar fluktuasi harga dibandingkan dengan pasar tradisional.
Penembusan level support atau resistance biasanya menjadi sinyal perubahan tren. Penembusan di atas resistance menandakan momentum bullish dan potensi kenaikan harga, sedangkan penembusan di bawah support menunjukkan tekanan bearish dan potensi penurunan harga lebih lanjut.
Analisis support dan resistance di berbagai timeframe(harian, mingguan, bulanan). Jika suatu level konsisten bertahan di seluruh timeframe, level tersebut semakin kuat. Amati reaksi harga dan volume tinggi di level tersebut. Konfluensi beberapa timeframe meningkatkan keandalan dan menandakan titik penolakan harga yang lebih solid.
Sentimen pasar sangat memengaruhi harga kripto. Berita positif seperti adopsi institusional atau kepastian regulasi mendorong momentum bullish, sementara insiden negatif seperti pelanggaran keamanan atau tindakan regulator memicu aksi jual. Tren media sosial dan aktivitas whale memperkuat pergerakan ini, menciptakan fluktuasi harga tajam akibat reaksi emosional trader terhadap perkembangan pasar.
Level statis adalah titik harga tetap berdasarkan tertinggi dan terendah historis yang tidak berubah dari waktu ke waktu. Level dinamis menyesuaikan secara berkala mengikuti moving average atau garis tren, dan beradaptasi dengan kondisi pasar terkini. Level statis optimal untuk pasar sideways, sementara level dinamis lebih efektif dalam menangkap momentum di pasar trending.











