


Perjalanan Hyperliquid sepanjang tahun 2026 membuktikan kekuatan metrik partisipasi on-chain dalam mengukur pertumbuhan platform. Hyperliquid menutup 2025 dengan lonjakan pengguna aktif dari 300.000 menjadi 1,4 juta, menandai ekspansi 4 kali lipat yang berdampak langsung pada indikator partisipasi utama. Peningkatan jumlah pengguna ini selaras dengan naiknya aktivitas on-chain, tercermin dari metrik alamat aktif mingguan dan bulanan di Token Terminal, yang memantau jumlah alamat unik yang berinteraksi dengan ekosistem Hyperliquid dalam periode waktu berjalan.
Pertumbuhan partisipasi dipicu oleh peluncuran HyperEVM yang mendorong ekspansi ekosistem secara massif. Pendapatan protokol melonjak dari sekitar $3,5 juta per hari hingga mencapai $20 juta, mencerminkan bukan sekadar kenaikan volume transaksi, namun juga perubahan mendasar dalam pola keterlibatan pengguna. Setiap pemesanan, pembatalan, perdagangan, dan likuidasi yang secara transparan tereksekusi di on-chain dengan latensi blok sub-detik menghasilkan data on-chain kaya yang mencerminkan kesehatan ekosistem secara nyata.
Metrik alamat aktif menjadi indikator krusial untuk memahami posisi pasar Hyperliquid. Rekor tertinggi volume trading, open interest, total value locked, dan pendapatan protokol bersama-sama membuktikan pertumbuhan partisipasi on-chain yang konsisten. Pemantauan alamat aktif memberikan gambaran real-time apakah pertumbuhan platform bersifat berkelanjutan atau siklis, sekaligus menawarkan wawasan komprehensif bagi investor dan analis terhadap dinamika engagement pengguna sepanjang 2026.
Peningkatan volume transaksi Hyperliquid menunjukkan hubungan langsung antara aktivitas trading dan pertumbuhan pendapatan protokol. Pada akhir September, volume transaksi HYPE mencapai $467 juta—naik 50% yang menandakan percepatan adopsi platform. Lonjakan pada perpetual trading sebesar 45% pada periode yang sama memperlihatkan bagaimana partisipasi pasar yang semakin besar langsung berkontribusi pada pendapatan protokol melalui skema fee 0,0225%.
Struktur fee protokol mengalokasikan pendapatan secara strategis demi keberlanjutan platform dan optimalisasi insentif pemangku kepentingan. Sebanyak 97% fee platform dialirkan ke buyback token atau distribusi reward, membentuk mekanisme yang saling memperkuat di mana volume transaksi yang tinggi menghasilkan pendapatan fee yang lebih besar dan secara langsung memperkuat ekosistem token HYPE. Dari perdagangan kontrak perpetual, 46% pendapatan diberikan kepada liquidity provider, sementara 54% digunakan untuk buyback token yang mengurangi suplai beredar serta memperkuat tokenomics.
Model distribusi fee ini melampaui sekadar pengumpulan pendapatan. Staker HYPE memperoleh reward tahunan sekitar 2,26% sekaligus menikmati diskon fee trading berbasis tier hingga 40%, sehingga pendapatan protokol dapat langsung dikonversikan menjadi manfaat bagi pengguna. Seiring volume transaksi terus meningkat dan open interest mencapai $1,48 miliar, model pendapatan berbasis fee ini membuktikan ekonomi yang berkelanjutan di mana pertumbuhan platform dan imbal hasil pemangku kepentingan menjadi pilar saling menunjang dalam arsitektur keuangan Hyperliquid.
Distribusi HYPE secara on-chain menunjukkan basis pemegang yang sangat terkonsentrasi, mempengaruhi dinamika pasar dan stabilitas ekosistem secara signifikan. Analisis pemangku kepentingan utama mengungkapkan konsentrasi modal besar, di mana alamat HYPE terbesar menampung sekitar $73 juta aset. Tingkat konsentrasi whale ini bukan hanya sekadar posisi spekulatif, namun semakin mewakili strategi alokasi modal institusi yang memasuki ekosistem Hyperliquid.
Pola akumulasi whale pada awal 2026 menunjukkan perilaku pembelian terkoordinasi di level support, dengan lebih dari $21,5 juta pembelian terpusat pada kisaran $22,26. Di luar sekadar hodling, pemegang utama ini aktif dalam mekanisme staking institusional, selaras dengan pergeseran pasar menuju framework imbal hasil terstruktur. Transformasi ini membedakan aktivitas whale modern dari spekulasi tradisional, dengan pemegang besar kini fokus pada imbal hasil berkelanjutan melalui staking on-chain, bukan hanya apresiasi harga.
Distribusi HYPE di antara pemegang utama menandai kematangan ekosistem yang melampaui dinamika berbasis ritel. Beberapa pemegang besar mempertahankan posisi leverage dengan hasil yang beragam, menciptakan stabilisasi pasar alami melalui pengelolaan posisi dan mekanisme likuidasi. Konsentrasi whale yang didukung tren adopsi institusional menandakan ekosistem Hyperliquid sedang membangun kedalaman modal yang dibutuhkan untuk pertumbuhan berkelanjutan, mengubah perilaku whale dari sekadar sinyal spekulatif menjadi dukungan struktural pasar.
Arsitektur inovatif Hyperliquid merevolusi cara kerja biaya jaringan di dalam ekosistemnya. Blockchain native Layer 1 Hyperliquid membebaskan biaya gas untuk aktivitas order dan trading, menjadi keunggulan struktural dibandingkan jaringan blockchain tradisional. Model zero-gas-fee pada Hyperliquid L1 menghadirkan perubahan paradigma akses keuangan terdesentralisasi, memungkinkan pengguna melakukan perpetual trade tanpa biaya jaringan.
HyperEVM, sidechain protokol yang kompatibel dengan Ethereum, menawarkan efisiensi biaya yang sama unggulnya. Pada 2025, rata-rata biaya transaksi HyperEVM hanya sekitar $0,001 per transaksi—jauh lebih rendah dibandingkan rata-rata biaya Ethereum sebesar $0,45 per transaksi. Selisih biaya hingga 450 kali lipat ini menunjukkan optimalisasi struktur fee dan desain jaringan HyperEVM yang efisien. Untuk transfer token HYPE, perbandingan biaya sangat mencolok: sekitar $25,84 di Hyperliquid L1 dan hanya $0,05 di HyperEVM, memperlihatkan perbedaan biaya yang ditanggung sesuai jenis transaksi.
| Metrik | Hyperliquid L1 | HyperEVM | Ethereum |
|---|---|---|---|
| Biaya Gas Order/Trade | $0,00 | Kompetitif | Variabel |
| Rata-rata Biaya Transaksi | - | $0,001 | $0,45 |
| Biaya Transfer HYPE | $25,84 | $0,05 | - |
Pada tahun 2025, ekosistem Hyperliquid menghasilkan sekitar $1,92 juta pendapatan biaya on-chain harian, menandakan aktivitas jaringan yang konsisten. Struktur biaya yang menggabungkan trading tanpa biaya dengan biaya transaksi minimal menempatkan Hyperliquid pada posisi kompetitif, mendorong volume transaksi lebih tinggi dan menarik pengguna yang mencari efisiensi interaksi blockchain.
Hyperliquid merupakan protokol blockchain Layer 1 untuk decentralized perpetual trading. Platform ini menghadirkan order book yang sepenuhnya on-chain dan mereplikasi pengalaman exchange terpusat dengan tetap menjaga desentralisasi, memungkinkan pengguna memperdagangkan aset spot dan derivatif langsung di blockchain.
Analisis data on-chain mengkaji aktivitas jaringan blockchain. Alamat aktif merepresentasikan dompet independen yang melakukan transaksi—menggambarkan partisipasi jaringan. Volume transaksi mengukur aktivitas aplikasi blockchain dan tingkat adopsi, menandakan keterlibatan pengguna serta ekspansi ekosistem.
Kunjungi dashboard resmi Hyperliquid untuk memantau metrik on-chain real-time secara langsung. Platform ini menampilkan data alamat aktif dan volume transaksi harian. Gunakan fitur Top Traders untuk melihat 300 alamat trader aktif teratas beserta data transaksi secara real-time.
Pertumbuhan alamat aktif dan volume transaksi Hyperliquid tahun 2026 ditentukan oleh tingkat adopsi DeFi, kejelasan regulasi, dan kemajuan teknologi. Faktor utama meliputi permintaan pasar, pengembangan ekosistem, intensitas persaingan, serta adopsi inovasi on-chain.
Pertumbuhan alamat aktif dan volume transaksi menandakan vitalitas ekosistem yang semakin kuat dan engagement pengguna yang meningkat, sekaligus membuktikan adopsi pasar Hyperliquid yang meluas dan momentum pengembangan berkelanjutan di sektor derivatif terdesentralisasi.











