


Menganalisis pergerakan harga di pasar kripto menuntut pemahaman tentang area di mana harga sebelumnya mencapai titik keseimbangan. Level support adalah batas bawah harga yang secara historis menjadi tempat tekanan beli menghentikan penurunan, sedangkan level resistance merupakan batas atas di mana tekanan jual konsisten membalikkan tren naik. Dengan menelaah tren harga historis, trader dapat mengidentifikasi zona penting yang kerap menentukan arah pasar selanjutnya.
Data harga memperlihatkan secara nyata bagaimana dinamika support-resistance berperan. Ketika menelaah riwayat harga di berbagai kerangka waktu, tampak pola penolakan harga pada level tertentu. Misalnya, bila harga berulang kali memantul dari zona support tertentu, hal itu menunjukkan minat beli yang kuat pada level tersebut. Sebaliknya, penolakan berulang kali di area resistance menandakan dominasi penjual. Zona-zona ini menjadi semakin signifikan karena pelaku pasar cenderung menempatkan order di sekitar area tersebut. Pergerakan harga harian—dari level terendah ke tertinggi—menunjukkan fluktuasi harga dalam kerangka support-resistance yang sudah terbentuk. Trader memanfaatkan pola support-resistance historis ini untuk mengantisipasi breakout atau pembalikan. Dalam pasar kripto yang volatil, mengetahui di mana harga pernah stabil menjadi kunci untuk memproyeksikan titik balik dan validasi keputusan trading melalui analisis teknikal.
Untuk memahami dinamika harga terkini, diperlukan penelaahan tentang bagaimana aset menguji zona resistance utama di tengah kondisi pasar yang bergejolak. WIF menunjukkan fluktuasi harga signifikan selama periode terakhir, dengan harga turun dari $0,5781 di akhir Oktober 2025 ke $0,2620 pada akhir tahun, mencerminkan volatilitas negatif sekitar 55%. Pola ini memperlihatkan peran resistance dalam fase konsolidasi bearish, di mana setiap upaya pemulihan selalu terhambat tekanan jual di resistance yang makin rendah.
| Periode | Tertinggi | Terendah | Rentang | Perilaku Volatilitas |
|---|---|---|---|---|
| Okt 2025 | $0,5842 | $0,4728 | 23,5% | Konsolidasi volatil |
| Nov 2025 | $0,5471 | $0,3083 | 43,7% | Pelemahan tajam |
| Des 2025 | $0,4785 | $0,2620 | 45,3% | Kelemahan ekstrim |
| Jan 2026 | $0,5040 | $0,3106 | 38,2% | Volatilitas pemulihan |
Fase pemulihan yang dimulai Januari 2026 memperlihatkan pergeseran pola volatilitas di sekitar zona support. Harga WIF rebound dari $0,2701 ke $0,5040 sebelum mengalami resistance di sekitar $0,42, menunjukkan dinamika support-resistance yang klasik. Harga saat ini di kisaran $0,3388 menandakan konsolidasi antara $0,3106 dan $0,3513, membentuk zona support baru dengan minat beli lebih kuat. Indikator sentimen pasar menunjukkan kondisi ketakutan ekstrem, yang sering kali mendahului breakout volatil dari resistance yang sudah terbentuk.
Bitcoin dan Ethereum berperan sebagai pemimpin pasar, di mana pergerakan harganya membentuk tren yang berdampak luas ke seluruh ekosistem mata uang kripto. Ketika BTC mengalami pergerakan signifikan, altcoin umumnya mengikuti dalam hitungan jam, menghasilkan pola korelasi yang dapat dimanfaatkan trader profesional. Hubungan ini terjadi karena dominasi Bitcoin dan Ethereum dalam kapitalisasi pasar dan volume perdagangan, yang menjadi tolok ukur likuiditas aset kripto lainnya. Sebagai ilustrasi, WIF mengalami penurunan sebesar 76,66% dalam satu tahun, selaras dengan tren penurunan BTC-ETH di periode bearish, sementara pemulihan juga sejalan dengan penguatan Bitcoin. Korelasi antara dua aset utama dan altcoin semakin kuat pada periode volatilitas tinggi dan ketidakpastian pasar, saat investor secara serempak mengurangi eksposur portofolio. Pemahaman atas pergerakan BTC-ETH memungkinkan trader mengantisipasi volatilitas harga altcoin sebelum terjadi. Level support dan resistance yang dibentuk oleh Bitcoin dan Ethereum kerap memicu efek domino di mana altcoin menembus level teknikal serupa secara bersamaan. Dengan demikian, pemantauan korelasi Bitcoin dan Ethereum menjadi sinyal awal yang penting bagi pergerakan harga altcoin, serta esensial dalam analisis pasar dan pengelolaan risiko secara menyeluruh.
Level support adalah batas bawah harga tempat minat beli menahan penurunan lebih lanjut, sedangkan level resistance adalah batas atas harga yang membatasi kenaikan akibat tekanan jual. Trader memanfaatkan level ini untuk menentukan titik masuk dan keluar posisi. Biasanya, beli dilakukan mendekati support untuk potensi kenaikan, dan jual di area resistance untuk mengunci keuntungan. Level ini sering kali berulang seiring fluktuasi harga, sehingga menjadi alat analisis teknikal yang andal untuk timing trading dan manajemen risiko di pasar kripto.
Bitcoin dan Ethereum memiliki korelasi positif yang kuat, biasanya di kisaran 0,7-0,8. Pola volatilitas keduanya sangat selaras selama siklus pasar, meskipun Ethereum cenderung lebih volatil. Kedua aset merespons faktor makro yang sama, namun pengembangan teknis Ethereum dapat menyebabkan pergerakan harga yang mandiri.
Harga kripto bergerak fluktuatif karena sentimen pasar, volume perdagangan, berita regulasi, faktor makroekonomi, korelasi BTC dan ETH, pergerakan whale, serta tren adopsi global.
Identifikasi support dan resistance dengan menganalisis level harga historis tempat harga aset berbalik arah. Gunakan alat seperti moving average, trendline, dan Fibonacci retracement. Amati area di mana harga berulang kali memantul, perhatikan lonjakan volume perdagangan, dan kombinasikan dengan pola candlestick sebagai konfirmasi.
Ya, korelasi BTC-ETH sangat fluktuatif sepanjang siklus pasar. Saat bull market, korelasi cenderung menguat karena kedua aset naik bersama. Namun, di bear market atau periode volatil, korelasi mungkin melemah atau bahkan berbalik, karena investor menyesuaikan alokasi portofolio secara berbeda. Sentimen risk-on meningkatkan korelasi, sedangkan tekanan pasar bisa memisahkan pergerakan kedua aset karena faktor fundamental yang spesifik.
Penetrasi support atau resistance menandakan potensi perubahan tren. Jika resistance ditembus ke atas dengan volume besar, biasanya momentum naik akan berlanjut. Sebaliknya, jika support ditembus ke bawah, tekanan bearish meningkat. Amati volume lanjutan dan pola korelasi dengan BTC dan ETH untuk memprediksi kelanjutan tren atau potensi pembalikan harga.
Fluktuasi jangka pendek dipicu oleh volume perdagangan harian, perubahan sentimen, dan faktor teknikal, biasanya berlangsung beberapa hari hingga minggu. Tren jangka panjang mencerminkan adopsi fundamental, perubahan regulasi, dan faktor makroekonomi yang berlangsung berbulan-bulan hingga bertahun-tahun. Gunakan moving average dan level support/resistance untuk menyaring noise dan mengenali arah tren utama.
Faktor makroekonomi seperti inflasi, suku bunga, dan kekuatan USD memengaruhi BTC dan ETH secara serupa, meskipun korelasi BTC umumnya lebih kuat. Bitcoin lebih sensitif terhadap tren makro sebagai aset store-of-value, sedangkan harga ETH juga sangat dipengaruhi oleh aktivitas jaringan dan pengembangan platform, sehingga ketergantungannya pada faktor makro relatif lebih kecil dibanding Bitcoin.











